Harga Minyak Dunia Bervariasi

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2014 | 03:46 WIB
Harga Minyak Dunia Bervariasi
Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia bervariasi pada Selasa (20/5/2014) waktu setempat, karena pedagang melacak prospek pasokan di tengah kerusuhan di Libya, krisis Ukraina-Rusia dan menjelang rilis data persediaan AS.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, merosot dua sen menjadi 102,59 dolar AS per barel setelah pemerintah AS menetapkan pada Rabu untuk mempublikasikan data cadangan energi pekan lalu.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli naik 37 sen menjadi berdiri di 109,74 dolar AS per barel pada akhir transaksi London.

"Kerusuhan lebih lanjut di Libya adalah faktor utama di pasar minyak pada saat ini," kata David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets, kepada AFP.

Sebuah unit tempur elit Libya bergabung dengan jenderal pemberontak pada Senin (19/5/2014), untuk memerangi kelompok garis keras di wilayah timur. Sehingga meningkatnya pelanggaran hukum di dua kota terbesar negara itu lebih mendekati perang saudara.

Sejak jatuhnya diktator Moamar Kadhafi pada 2011, pemerintah Libya telah terus berupaya menegakkan ketertiban, karena mantan brigade-brigade pemberontak bersenjata berusaha keras mempertahankan wilayah kekuasaannya.

Krisis politik di negara itu datang hanya beberapa minggu setelah pembukaan kembali ekspor minyak menyusul blokade sembilan bulan atas terminal-terminal pelabuhan ekspor oleh pemberontak.

Di tempat lain, Rusia, Ukraina dan Uni Eropa berencana bertemu pekan depan untuk membicarakan penyelesaian sengketa gas antara Kiev dan Moskow, Komisioner Energi Eropa Guenther Oettinger mengatakan pada Senin.

Raksasa energi Rusia Gazprom telah memperingatkan Kiev, pihaknya bisa menghentikan pengiriman gas pada 3 Juni jika bekas republik Soviet itu tidak menyelesaikan tagihannya untuk Juni, senilai 1,66 miliar dolar AS.

Moskow telah mulai menuntut pra-pembayaran untuk pengiriman gas ke Ukraina di bawah aturan baru yang diperkenalkan dalam menanggapi krisis Ukraina.

Ancaman ini telah menimbulkan kekhawatiran di Uni Eropa, yang mengimpor seperempat kebutuhan gasnya dari Rusia, hampir setengah dari yang mengalir melalui Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ukraina di Ambang Perang Saudara, Harga Minyak Dunia Naik

Ukraina di Ambang Perang Saudara, Harga Minyak Dunia Naik

Bisnis | Senin, 12 Mei 2014 | 11:00 WIB

Konflik Rusia Makin Panas, Harga Minyak Naik

Konflik Rusia Makin Panas, Harga Minyak Naik

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2014 | 14:15 WIB

April, Harga Minyak Mentah Indonesia Turun

April, Harga Minyak Mentah Indonesia Turun

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2014 | 11:00 WIB

Konflik Ukraina Memanas, Harga Minyak Dunia Naik

Konflik Ukraina Memanas, Harga Minyak Dunia Naik

Bisnis | Jum'at, 25 April 2014 | 07:45 WIB

Terkini

Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!

Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:55 WIB

Pemerintah Kaji Rencana Perluasan Rusun Subsidi Jadi 45 Meter Persegi

Pemerintah Kaji Rencana Perluasan Rusun Subsidi Jadi 45 Meter Persegi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:39 WIB

THR Cair Minggu Ini? Jangan Dihabiskan Sebelum Baca Ini

THR Cair Minggu Ini? Jangan Dihabiskan Sebelum Baca Ini

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:50 WIB

BRI KPR Renovasi: Solusi Pembiayaan Renovasi Rumah dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Renovasi: Solusi Pembiayaan Renovasi Rumah dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:41 WIB

Mendagri Usul Pembentukan Indeks Untuk Nilai Dukungan Daerah Terhadap Program Perumahan

Mendagri Usul Pembentukan Indeks Untuk Nilai Dukungan Daerah Terhadap Program Perumahan

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:38 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman

Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:21 WIB

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:20 WIB

Sambut Hari Raya dengan Tenang, Ini Layanan BRI yang Tetap Bisa Diakses

Sambut Hari Raya dengan Tenang, Ini Layanan BRI yang Tetap Bisa Diakses

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:15 WIB

Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026

Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:05 WIB

OVO Finansial Kucurkan Rp6 Triliun untuk UMKM dan Driver

OVO Finansial Kucurkan Rp6 Triliun untuk UMKM dan Driver

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:01 WIB