Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Tanpa Bank Tanah, Masyarakat Sulit untuk Mempunyai Rumah

Doddy Rosadi | Suara.com

Kamis, 12 Juni 2014 | 13:42 WIB
Tanpa Bank Tanah, Masyarakat Sulit untuk Mempunyai Rumah
Suasana rumah susun sederhana sewa (rusunawa). (Antara/Lucky R)

Suara.com - Indonesia harus mempunyai bank tanah untuk menyelesaikan masalah kekurangan rumah )backlog) untuk warga. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, keberadaan bank tanah diperlukan untuk mengontrol harga tanah agar tidak naik terlalu tinggi.

Kata dia, kesulitan yang dialami pengembang untuk membangun rumah murah adalah harga tanah yang mahal. Dengan adanya bank tanah, maka pengembang bisa membeli tanah dengan harga yang di bawah harga pasar.

“Jadi bank tanah itu merupakan sebuah badan yang akan mengatur tanah-tanah milik BUMN atau pemda. Semua tanah yang dikelola oleh bank tanah itu tidak akan naik mengikuti harga pasar. Jadi, ketika ada pengembang yang akan membangun rumah murah, maka mereka akan membeli tanah yang dikelola oleh bank tanah,” kata Ali kepada suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (12/6/2014).

Ali menambahkan,  selama belum ada bank tanah maka pemerintah akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan warga untuk mempunyai rumah. Dia memberi contoh, Singapura sudah mempunyai bank tanah yang fungsinya menyediakan lahan tanah untuk pembangunan rumah murah.
“Wacana bank tanah ini sebenarnya sudah muncul sejak 2009 tetapi tidak pernah ada tindaklanjutnya. Sebenarnya apa yang dilakukan Jokowi (Gubernur DKI Jakarta-red) ketika membersihkan waduk Pluit dan Pulomas lalu membangun rusunawa sudah seperti bank tanah. Tanah pemda digunakan untuk membangun rumah murah,” ujar Ali.

Ali menambahkan, BUMN Perumnas sebenarnya bisa menjadi bank tanah di Indonesia. Namun,  statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara harus dicabut terlebih dahulu. Sehingga, Perumnas akan kembali menjalankan tugas sosialnya dalam menyediakan rumah untuk rakyat tanpa memikirkan keuntungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi-JK Dinilai Lebih Menguasai Isu Perumahan

Jokowi-JK Dinilai Lebih Menguasai Isu Perumahan

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2014 | 10:29 WIB

REI: 61 Juta Rumah Tangga Belum Punya Rumah

REI: 61 Juta Rumah Tangga Belum Punya Rumah

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2014 | 13:14 WIB

Capres-Cawapres Belum Punya Program Nyata di Sektor Perumahan

Capres-Cawapres Belum Punya Program Nyata di Sektor Perumahan

Bisnis | Rabu, 28 Mei 2014 | 10:25 WIB

Indonesia Masih Kekurangan 15 Juta Unit Perumahan

Indonesia Masih Kekurangan 15 Juta Unit Perumahan

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2014 | 20:00 WIB

Terkini

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:42 WIB

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB