Capres-Cawapres Belum Punya Program Nyata di Sektor Perumahan

Doddy Rosadi Suara.Com
Rabu, 28 Mei 2014 | 10:25 WIB
Capres-Cawapres Belum Punya Program Nyata di Sektor Perumahan
Ilustrasi: Rusunawa. [Antara/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan wacana perumahan yang dilontarkan kedua calon presiden (capres) dinilai masih bersifat umum, padahal sektor perumahan merupakan salah satu aspek vital bagi warga.

"Wacana-wacana yang digelontorkan masih bersifat umum dan baru menyentuh kulit permasalahan yang ada, dan semua orang pun bisa bicara seperti itu, tidak perlu capres," kata Ali Tranghanda.

Menurut dia, para capres diharapkan dapat menjelaskan program nyata di sektor perumahan, tidak hanya sebatas bicara mengurangi "back log" atau kekurangan perumahan sehingga hanya menyebutkan berapa rumah yang bisa dibangun.

Pasangan capres juga harus bisa menjelaskan program nyata untuk dapat merealisasikan kebutuhan tersebut apalagi sektor perumahan menjadi strategis karena akan sangat terkait dengan sektor industri lain.

"Kesenjangan sosial yang ada semakin lama akan menjadi semakin bahaya bila pemerintah tinggal diam tidak menjadikan perumahan sebagai prioritas utama," kata Ali Tranghanda.

Sebelumnya, untuk pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, Ali berpendapat bahwa Jokowi telah mempunyai pandangan pentingnya sektor papan seperti dalam penerapan konsep kampung deret.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch mengatakan, konsep kampung deret dapat dijadikan model untuk perkotaan lain di Indonesia sebagai bagian dari peremajaan lingkungan kumuh.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan rusunawa di kawasan waduk yang merupakan aset pemprov DKI Jakarta adalah model kecil dari konsep bank tanah yang seharusnya sudah dimiliki pemerintah.

"Sosok Jusuf Kalla sebagai pendamping Jokowi diharapkan dapat menjadi eksekutor andal. Program 1.000 tower rusunami yang merupakan ide beliau seharusnya dapat menjadi terobosan untuk pemenuhan hunian bagi MBR, namun sayangnya konsep tersebut dirasakan terburu-buru tanpa mekanisme dan batasan yang jelas," katanya.

Sedangkan untuk pasangan Prabowo-Hatta, menurut dia, pasangan ini relatif belum menempatkan sektor hunian atau papan sebagai prioritas utama dan Prabowo juga dinilai relatif sangat jauh dengan properti.

Ia berpendapat, siapa pun yang akan menjadi presiden nanti dapat memperhatikan sektor properti dengan segala permasalahannya dengan bijaksana, mengingat saat ini belum ada sistem perumahan nasional yang dapat mengendalikan pasar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI