Capres Ditantang Sampaikan Gagasan Soal Masyarakat Ekonomi ASEAN

Laban Laisila

Minggu, 15 Juni 2014 | 15:47 WIB
Capres Ditantang Sampaikan Gagasan Soal Masyarakat Ekonomi ASEAN
Debat capres-cawapres 2014 di Balai Sarbini Jakarta, Senin (9/6). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berharap calon presiden peserta Pilpres 2014 dapat memaparkan visi, misi, dan gagasannya soal penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (MEA) pada Debat Capres yang diselenggarakan KPU nanti malam, Minggu (15/6/2014).

"Kemampuan dan pengetahuan para capres menghadapi pasar bebas negara-negara Asia Tenggara atau MEA 2015 perlu diketahui publik," kata Bendahara Umum BPP HIPMI Bayu Priawan Djokosoetono di Jakarta.

Menurut Bayu Priawan, gagasan para capres itu penting diketahui publik karena MEA 2015 sudah mulai berlaku pada 1 Januari 2015 yakni hanya dua bulan setelah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Dunia usaha nasional, kata dia, perlu diyakinkan bahwa presiden terpilih benar-benar mempunyai konsep dan strategi yang jelas bagaimana pemerintahan mendatang menghadapi MEA 2015.

"Saat ini, banyak pihak di Indonesia yang pesimis melihat persiapan Indonesia memasuki MEA mulai 1 Januari 2015," katanya.

Bayu menegaskan daya saing Indonesia di pasar internasional, khususnya Asean, yang belum memuaskan dan iklim investasi yang belum sepenuhnya mendukung dunia usaha, hendaknya menjadi prioritas program yang segera diselesaikan oleh pemerintahan mendatang.

Selain itu, kata dia, kesiapan para pelaku usaha di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu menjadi perhatian serius pemerintahan mendatang dalam menghadapi persaingan yang ketat dengan pelaku UMKM di negara-negara ASEAN lainnya.

"Banyak pelaku UMKM di daerah yang belum memahami apa dan bagaimana ASEAN Economic Community atau MEA 2015," katanya.

Berdasarkan data dari Global Competitive Report 2012-2014, menurut Bayu, Indonesia menempati urutan ke-38 dari 148 negara untuk daya saing industri logistik.

Sedangkan data Bank Dunia menyebutkan Indonesia berada di urutan 59 dari 155 negara pada 2012 dan data Trading Economics pada 2013 menempatkan Indonesia di urutan 61 dari 165 negara.

"Mencermati data-data tersebut tentu hal ini harus jadi perhatian Pemerintah. Indonesia harus segera meningkatkan tingkat daya saingnya," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo-Hatta Rahasiakan Jurus Hadapi Debat Capres Cawapres

Prabowo-Hatta Rahasiakan Jurus Hadapi Debat Capres Cawapres

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 15:23 WIB

JK: Olahraga Nomor Satu, Presiden Nomor Dua

JK: Olahraga Nomor Satu, Presiden Nomor Dua

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 14:52 WIB

Debat Isu Ekonomi Nanti Malam, JK Tidak Ada Persiapan Khusus

Debat Isu Ekonomi Nanti Malam, JK Tidak Ada Persiapan Khusus

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 14:28 WIB

Goyang Dangdut Joint Jokowi (JOJO) 2014

Goyang Dangdut Joint Jokowi (JOJO) 2014

Video | Minggu, 15 Juni 2014 | 14:13 WIB

Klarifikasi Fitnah, Kubu Jokowi-JK Luncurkan Video Dangdut

Klarifikasi Fitnah, Kubu Jokowi-JK Luncurkan Video Dangdut

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 14:00 WIB

Terkini

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

×