Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Sulaiman Said, Menembus Pasar Internasional dengan Kaus Oblong

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 23 Juli 2014 | 14:26 WIB
Sulaiman Said, Menembus Pasar Internasional dengan Kaus Oblong
Model kaus oblong Kamengski. (suara.com/Tengku Sufiyanto)

Suara.com - Tidak selamanya politik itu bisa membuat kepala anda pusing. Bagi sebagian orang, politik justru bisa dijadikan ajang guyonan dan menghasilkan uang. Inilah yang dilakukan seorang anak muda bernama Sulaiman Said.

Bersama dengan dua orang temannya, Sulaiman memutuskan untuk membuat usaha clothing (kaus oblong) yang bertuliskan hal-hal yang nyeleneh seputar politik.

Salah satu kaos banyolan politik buatan Sulaiman Said adalah gambar banteng merah yang merupakan logo dari PDI Perjuangan. Namun, tulisan di kaus oblong tersebut adalah Chicago Bulls.

Enam tahun lalu, Sulaiman dan teman-temannya hanya bermodalkan Rp200 ribu untuk memulai usaha kaus oblongnya itu yang kemudian diberi merek Kamengski.

"Saya melihat UKM lainnya kurang kreatif dalam membuat produk, makannya desain produk kami menyeleneh unsur-unsur di dalam masyarakat", ujar Said kepada suara.com di tokonya, Rabu (23/7/2014).

Kata dia, konsep awal dari Kamengski adalah membuat produk kas oblong dengan disain kreatif yang nyeleneh dengan memasukkan unsur politik, sepak bola dan juga hiburan.

Pertama kali memulai bisnis itu, Sulaiman baru sekadar menawarkan kausnya itu kepada teman dekatnya. Seiring perjalanan waktu, usahanya pun semakin berkembang.

Sayang, kongsi dengan kedua temannya tidak bisa berlanjut sehingga Sulaiman memutuskan untuk menjalankan bisnis Kamengksi seorang diri.

Pemesanan yang semakin banyak membuat Sulaiman memerlukan modal lebih banyak. Dia akhirnya mengumpulkan modal sedikit demi sedikit selama satu tahun untuk mengembangkan bisnis kaus oblongnya itu.

Harga kaus oblong Kamengski juga tidak terlalu mahal di kantong, sekitar Rp100.000-Rp150.000 per potong.

Penjualan kaus oblong Kamengski sudah menembus luas Jakarta, mulai dari Makassar, Manado dan beberapa kota besar di Kalimantan. Bahkan, Kamengski juga mulai menembus pasar internasional yaitu Kuala Lumpur, Malaysia.

Ario, salah satu pegawai di Kamengski mengatakan, pembeli kaus oblong yang mereka produksi kebanyakan remaja berusia 17 tahun. Namun, ada juga lelaki dewasa yang tertarik dengan kaus oblong tersebut. Salah satunya adalah Zein Latuconsina, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

“Disain kaos ini memenuhi unsur kreativitas seperti kaos dengan lambing UN tetapi buka United Nation melainkan Ujian Nasional,” ujar Zein.

Zein juga tertarik dengan kalimat-kalimat nyeleneh yang terkait isu politik yang kera menjadi tulisan di kaus Kamengski. Berminat untuk mencoba kaus oblong Kamengski? Anda bisa berkunjung langsung ke toko milik Sudirman Said di Jalan Raya Lenteng Agung no 30, Jakarta. Atau bisa lihat-lihat dulu produk Kamengski di Twitter dan Instagram, @Kamengski.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB