Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Indonesia Masih Kekurangan Pengusaha dalam Bisnis Global

Doddy Rosadi

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 15:15 WIB
Indonesia Masih Kekurangan Pengusaha dalam Bisnis Global
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia masih sangat kekurangan enterpreneur alias pengusaha dalam bisnis global. Akibatnya, kata Pengamat ekonomi dari Universitas Budi Luhur, Tangerang, Setyani Dwi Lestari, Indonesia hanya menjadi pasar dalam bisnis global, bukan pemain yang semestinya di negaranya sendiri.

"Kedepannya, entepreneur Indonesia harus menjadi pemain dalam bisnis global seiring dengan era globalisasi yang terus meningkat," kata Setyani Dwi Lestari dalam seminar 'The Global Strategy of Indonesian Youth Enterprenuer', Sabtu, (9/8/2014).

Ia mengatakan, langkah awal persiapan yakni dengan memberikan bekal kepada mahasiswa tentang menjadi pemain bisnis global.

Upaya pun dapat dilakukan perguruan tinggi yakni dengan membuat seminar dan menghadirkan para praktisi dari perusahaan Indonesia yang telah menjadi pemain global .

Selanjutnya yakni penerapan Nation Character Building atau karakter manusia dalam menjadi pemain bisnis global.

Ia mengungkapkan, 'Nation Character Building' saat ini banyak dibicarakan dan dikeluhkan di semua bidang di Indonesia.

Karakter manusia adalah hal terpenting untuk dapat menjadi pemain bisnis global. Dalam berbagai literatur disebutkan jika untuk menjadi pemain bisnis global dibutuhkan karakter manusia yang disebut EXCEL yaitu Excellence, Commitment, Enterpreneurship, and Leadership.

Hal itu jelas tidak mudah, namun sebagai institusi pendidikan di Indonesia, perguruan tinggi wajib memberikan bekal kepada mahasiswa yang kelak menjadi penerus bangsa. Enterprenuer pada masa sekarang tidak bisa hanya memikirkan profit saja. Tetapi dituntut untuk memiliki kepedulian sosial dan kepedulian kelestarian lingkungan hidup.

Dalam dunia industri, hal itu disebut sebagai Prinsip triple bottom line yakni perusahaan harus mampu menciptakan profit significance, community development, dan environmental sustainability.

"Ketiga rangkaian ini tidak dapat dipisahkan dan menjadi syarat mutlak bagi perusahaan saat ini untuk berkembang," paparnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Masuk 15 Besar Negara Berisiko Besar untuk Berbisnis

Indonesia Masuk 15 Besar Negara Berisiko Besar untuk Berbisnis

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2014 | 10:38 WIB

 Jakarta, Miliki Potensi Terbesar Jadi Kota Global

Jakarta, Miliki Potensi Terbesar Jadi Kota Global

Bisnis | Rabu, 16 April 2014 | 00:49 WIB

Terkini

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:34 WIB

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:23 WIB

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:08 WIB

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

Bali | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:14 WIB

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

×