Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Jokowi-JK Butuh Investasi Infrastruktur Nasional Rp6.500 Triliun

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 01:51 WIB
 Jokowi-JK Butuh Investasi Infrastruktur Nasional Rp6.500 Triliun
Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Gedung Joang 45, Jakarta [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tujuh persen per tahun selama kepemimpinannya sampai 2019, namun dibutuhkan investasi Rp6.500 triliun untuk infrastruktur nasional agar pertumbuhan itu tercapai.

Target itu dikatakan Akbar Faizal selaku Deputi Bidang Infrastruktur, Perumahan Rakyat, dan Transportasi Kantor Transisi Jokowi-JK di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Menurut dia, dibutuhkan investasi infrastruktur setidaknya sebesar Rp6.500 triliun. Di mana, sebesar 25 persen atau berkisar Rp1.638 triliun kebutuhan investasi dapat disediakan dari APBN, sedangkan 75 persen lainnya harus dicarikan pembiayaan dari pihak lain seperti BUMN maupun pihak swasta.

Menurut Akbar, pembangunan infrastruktur adalah hal yang sangat vital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pembangunan infrastruktur memiliki efek berganda terhadap dinamika kegiatan ekonomi yang lain.

Oleh karena itu, Jokowi-JK memandang perlu model pendekatan baru dalam mengelola infrastruktur nasional. Ragam pendekatan tersebut, antara lain, pertama, infrastruktur harus dipandang secara holistik tidak hanya berhenti pada instrumen pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga berkaitan dengan dimensi pemerataan, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.

Kedua, pembangunan infrastruktur harus melibatkan semua sektor dan tidak parsial. Ketiga, perencanaan pembangunan infrastruktur perlu mempertimbangkan konektivitas nasional yang berbasis maritim. Keempat, perlu adanya gambar besar dalam pengelolaan infrastruktur nasional.

"Dan kelima, pengelolaan infrastruktur harus melibatkan potensi swasta," paparnya.

Dalam Nawa Cita (Sembilan Agenda Perubahan), menurut mantan anggota DPR ini, Jokowi-JK berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat, baik di pasar nasional maupun pasar internasional, sehingga bangsa Indonesia bergerak maju seiring pertumbuhan di negara-negara Asia lainnya.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Jokowi-JK bertekad membangun infrastruktur, antara lain infrastruktur kelistrikan dengan tambahan minimal 35 ribu mega watt listrik untuk menerangi nusantara.

Kemudian membangun infrastruktur jalan sekurang-kurangnya 2 ribu kilometer termasuk merenovasi sekurang-kurangnya 10 pelabuhan laut dan bandara berikut hunian untuk para buruh.

Jokowi-JK juga berkomitmen membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan memodernisasi pasar tradisional yang telah ada.

Sementara target pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi komitmen Jokowi-JK, menurut Akbar, antara lain pertama memperbesar ruang fiskal yang berasal dari pengurangan subsidi energi guna membiayai pengurangan infrastruktur pemerintah.

"Kedua, mendayagunakan BUMN untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur," tutur Akbar.

Ketiga, tambah dia, membuat iklim investasi dan skema yang menarik sehingga sektor swasta tertarik untuk melakukan investasi dan mengembangkan proyek-proyek infrastruktur. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 PKB: Jokowi-JK Jangan Jumawa

PKB: Jokowi-JK Jangan Jumawa

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 01:33 WIB

 Koalisi Merah Tetap Solid Meski di Luar Pemerintahan

Koalisi Merah Tetap Solid Meski di Luar Pemerintahan

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 01:02 WIB

Nusron: Keputusan MK Bukti Indonesia Demokratis

Nusron: Keputusan MK Bukti Indonesia Demokratis

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 00:46 WIB

 Yusril: Saya Sudah Duga MK Tolak Gugatan Prabowo-Hatta

Yusril: Saya Sudah Duga MK Tolak Gugatan Prabowo-Hatta

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 00:31 WIB

 Presiden SBY Apresiasi Situasi Tetap Tenang Pascaputusan MK

Presiden SBY Apresiasi Situasi Tetap Tenang Pascaputusan MK

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 00:10 WIB

PBNU: Masyarakat Harus Yakin Putusan MK Benar

PBNU: Masyarakat Harus Yakin Putusan MK Benar

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 23:29 WIB

 Pascaputusan MK, Pilpres 2014 Harus Dinyatakan Usai

Pascaputusan MK, Pilpres 2014 Harus Dinyatakan Usai

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 23:16 WIB

 Jokowi: Prabowo-Hatta Sahabat Baik Saya

Jokowi: Prabowo-Hatta Sahabat Baik Saya

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 23:14 WIB

JK: Gugatan Prabowo-Hatta ke PTUN Akan Sia-sia

JK: Gugatan Prabowo-Hatta ke PTUN Akan Sia-sia

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 23:00 WIB

 KPU: Hormatilah Keputusan MK

KPU: Hormatilah Keputusan MK

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 22:48 WIB

Terkini

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB