Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Jokowi Ditantang Hapus Subsidi BBM Secara Bertahap

Doddy Rosadi

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 13:17 WIB
Jokowi Ditantang Hapus Subsidi BBM Secara Bertahap
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). [Suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Mahakamah Konstitusi sudah menolak gugatan pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Kamis (21/8/2014). Dengan demikian, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla resmi menjadi pemenang pemilu presiden 2014.

Para pelaku ekonomi kini menanti gebrakan dari pasangan presiden dan wakil presiden terpilih itu dalam mengatasi lonjakan subsidi BBM di Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara.

“Yang kini tengah dinanti adalah pengumuman tentang menteri di kabinet mendatang serta apakah tim transisi Jokowi bisa meyakinkan pemerintahan sekarang agar mau menaikkan harga BBM sebelum masa tugasnya berakhir,” kata Mallika Chawla, analis dari Goldman Sachs.

Salah satu isi kampanye Jokowi-JK adalah mengurangi alokasi BBM subsidi dan mengalihkan dana tersebut untuk membiayai pembangunan untuk membantu rakyat miskin.

Pemerintah mengalokaskan 31 miliar dolar Amerika atau Rp369 triliun untuk subsidi BBM.  Jumlah itu sama dengan 18 persen dari total APBN. Sejumlah pihak menyarankan agar sebagian dana alokasi subsidi BBM itu dialihkan untuk kesehatan, pendidikan dan inrastruktur.

“Menghapus subsidi BBM adalah salah satu ujian bagi Jokowi ketika berkuasa. Dia harus melakukannya secara bertahap daripada dihapus sekaligus,” ujar Wellian Wiranto, ekonom dari OCBC Bank.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan harga BBM termurah di dunia. Ini bisa terjadi karena pemerintah memberikan subsidi. Harga premium per liter Rp6.500 dari harga normal sekitar Rp10.000. Dengan demikian, pemerintah menyubsidi Rp3.500 per liter.

Besarnya laokasi dana subsidi BBM membuat defisit neraca perdagangan. Hingga semsester pertama, defisit perdagangan mencapai 4,7 persen dari PDB. Bank Indonesia belum akan menurunkan suku bunga acuan hingga defisit sudah berada di titik 2,5 persen dari PDB. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 12:05 WIB

Jokowi-JK Segera Temui SBY

Jokowi-JK Segera Temui SBY

Foto | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 10:10 WIB

 Jokowi-JK Butuh Investasi Infrastruktur Nasional Rp6.500 Triliun

Jokowi-JK Butuh Investasi Infrastruktur Nasional Rp6.500 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 01:51 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB