Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Jokowi Ditantang Hapus Subsidi BBM Secara Bertahap

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 13:17 WIB
Jokowi Ditantang Hapus Subsidi BBM Secara Bertahap
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). [Suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Mahakamah Konstitusi sudah menolak gugatan pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Kamis (21/8/2014). Dengan demikian, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla resmi menjadi pemenang pemilu presiden 2014.

Para pelaku ekonomi kini menanti gebrakan dari pasangan presiden dan wakil presiden terpilih itu dalam mengatasi lonjakan subsidi BBM di Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara.

“Yang kini tengah dinanti adalah pengumuman tentang menteri di kabinet mendatang serta apakah tim transisi Jokowi bisa meyakinkan pemerintahan sekarang agar mau menaikkan harga BBM sebelum masa tugasnya berakhir,” kata Mallika Chawla, analis dari Goldman Sachs.

Salah satu isi kampanye Jokowi-JK adalah mengurangi alokasi BBM subsidi dan mengalihkan dana tersebut untuk membiayai pembangunan untuk membantu rakyat miskin.

Pemerintah mengalokaskan 31 miliar dolar Amerika atau Rp369 triliun untuk subsidi BBM.  Jumlah itu sama dengan 18 persen dari total APBN. Sejumlah pihak menyarankan agar sebagian dana alokasi subsidi BBM itu dialihkan untuk kesehatan, pendidikan dan inrastruktur.

“Menghapus subsidi BBM adalah salah satu ujian bagi Jokowi ketika berkuasa. Dia harus melakukannya secara bertahap daripada dihapus sekaligus,” ujar Wellian Wiranto, ekonom dari OCBC Bank.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan harga BBM termurah di dunia. Ini bisa terjadi karena pemerintah memberikan subsidi. Harga premium per liter Rp6.500 dari harga normal sekitar Rp10.000. Dengan demikian, pemerintah menyubsidi Rp3.500 per liter.

Besarnya laokasi dana subsidi BBM membuat defisit neraca perdagangan. Hingga semsester pertama, defisit perdagangan mencapai 4,7 persen dari PDB. Bank Indonesia belum akan menurunkan suku bunga acuan hingga defisit sudah berada di titik 2,5 persen dari PDB. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 12:05 WIB

Jokowi-JK Segera Temui SBY

Jokowi-JK Segera Temui SBY

Foto | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 10:10 WIB

 Jokowi-JK Butuh Investasi Infrastruktur Nasional Rp6.500 Triliun

Jokowi-JK Butuh Investasi Infrastruktur Nasional Rp6.500 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 01:51 WIB

Terkini

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB