Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BBM Naik, Buruh di Batam dan Jawa Timur Mogok Nasional

Doddy Rosadi

Jum'at, 29 Agustus 2014 | 11:24 WIB
BBM Naik, Buruh di Batam dan Jawa Timur Mogok Nasional
Antre untuk membeli premium di sebuah SPBU yang masih mempunyai stok BBM subsidi. [Antara/Anis Efizudin]

Suara.com - Ketua Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Batam, Kepulauan Riau,Yoni Mulyo Widodo, menyatakan bahwa  desakan agar SBY  menaikkan harga BBM terasa menyesakan kaum buruh dan rakyat kecil.

Seharusnya, kata dia, pemerintahan transisi mendorong kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat seperti menaikkan upah minimum 30% dan jalankan jaminan pensiun  yang layak.

“Buruh dan rakyat kecil justru  mendapatkan kebijakan yang akan memiskinkan mereka dengan adanya kebijakan menaikkan harga BBM yang akan mendorong terjadinya efek domino seperti naiknya  harga makanan, minuman, pakaian, transportasi dan harga-harga lainnya,” ujar Yoni  dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Jumat (29/8/2014).

Lebih lanjut, Yoni menyatakan  bahwa harga BBM saat ini akan menguntungkan kelas menengah atas saja adalah pernyataan yang menyesatkan. “Karena faktanya para pengusaha kecil dan mayoritas kaum buruh yang upahnya dikisaran Rp 1 hingga Rp 2 juta sangat bergantung pada penggunaan BBM murah.”ungkapnya.

“Apalagi selama ini para kaum buruh tidak pernah mendapatkan kompensasi, sehingga dengan naiknya harga BBM sangat merugikan dan memiskinkan  kaum buruh sehari harinya menggunakan sepeda motor dalam bekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, KSPI Batam meminta kepada Pemerintah untuk dapat mencari solusi lain selain menaikkan harga BBM. Beberapa cara diantaranya yaitu dengan menggunakan sisa anggaran APBN yang jumlahnya puluhan triliun, pengurangan penggunaan BBM di PLN dan mengganti dengan Batu Bara yang biayanya lebih murah dan menghemat anggaran.

Sementara itu, Pimpinan pengurus KSPI Daerah Jawa Timur, Nandar memaparkan, disaat perekonomian Indonesia tembus masuk dalam 10 besar dunia namun upah buruhnya masih jauh tertinggal dibanding dengan negara lainnya seperti Thailand( Rp3,27 juta), Cina (Rp3,4 juta), Filipina (Rp3,74 juta) dan Korea Selatan (Rp14,1 juta).

“Seharusnya pemerintah serius untuk meningkatkan upah buruh Indonesia yang jauh tertingggal akibat kebijakan upah murah selama ini.”cetusnya.

Sebagai ketua Pengurus KSPI di daerah Batam dan Jawa Timur, Yoni dan Nandar menyatakan, bila tuntutan diatas diabaikan, maka KSPI Batam dan Jatim bersama elemen buruh lainnya akan mengorganisir aksi demonstrasi. Selain itu, buruh di Batam dan Jawa Timur akan melakukan mogok nasional jilid III di seluruh kawasan Industri pada Oktober-November ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Belum  Naikkan BBM, IHSG di BEI Merosot

Pemerintah Belum Naikkan BBM, IHSG di BEI Merosot

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 10:40 WIB

Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Naikkan Harga BBM

Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Naikkan Harga BBM

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 08:32 WIB

Menkeu: Kuota BBM Bersubsidi Tidak Bisa Ditambah Lagi

Menkeu: Kuota BBM Bersubsidi Tidak Bisa Ditambah Lagi

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2014 | 23:47 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×