Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Ini Permintaan Industri Penerbangan Nasional kepada Jokowi-JK

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 08 September 2014 | 13:30 WIB
Ini Permintaan Industri Penerbangan Nasional kepada Jokowi-JK
Ilustrasi: Pesawat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, [Antara/Nyoman Budhiana]

Suara.com - Asosiasi Perusahan Penerbangan Nasional Indonesia atau INACA meminta komitmen pemerintah baru yang dipimpin oleh Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) untuk memperhatikan industri penerbangan nasional. Hal itu dibutuhkan dalam menghadapi ASEAN Open Sky Policy 2015.

Ketua INACA Arif Wibowo mengatakan, pemerintah baru yang dipimpin Jokowi-JK diminta serius untuk memperhatikan industri pesawat terbang nasional dalam menghadapi ASEAN Open Sky Policy 2015.

"Industri penerbangan itu sangat berat untuk dibangun, apalagi menjelang pemberlakuan ASEAN Open Sky Policy 2015 dan juga belum siapnya industri strategis aviasi nasional dalam mendukung bisnis penerbangan, untuk itu kami minta Jokowi-JK serius memperhatikannya," kata Arif di Jakarta, Senin (8/9/2014).

Arif mengungkapkan, pihaknya belum melihat keseriusan pemerintah terhadap industri penerbangan nasional. Padahal sebagai negara kepulauan, industri penerbangan merupakan industri strategis dalam hal transportasi.

"Sejumlah persoalan krusial yang dihadapi perlu kebijakan pemerintah yang betul-betul pro industri pesawat terbang nasional, seperti persoalan depresiasi nilai rupiah yang semakin membebani biaya operasional, meroketnya harga avtur, bea masuk suku cadang pesawat yang tinggi, hingga pelaksaan audit dan fasilitas kebandaraan, belum mendapatkan keseriusan dari pemerintah untuk mengatasinya," ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap, di dalam proses transisi pergantian pemerintahan ini, ada keseriusan pemerintah baru yang dipimpin oleh Jokowi-JK, dengan adanya kebijakan yang lebih berpihak bagi bisnis penerbangan terutama industri pesawat terbang nasional.

"Dengan adanya kebijakan yang lebih berpihak bagi pelaku usaha bisnis airlines terutama industri pesawat terbang nasional, maka akan meningkatkan daya saing penerbangan nasional dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, sehingga mendorong tumbuhnya industri strategis di sektor penerbangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Momok Paling Berat di Era Pemerintahan Jokowi-JK

Ini Momok Paling Berat di Era Pemerintahan Jokowi-JK

Bisnis | Rabu, 03 September 2014 | 15:48 WIB

 Jokowi-JK Diminta Perluas Pinjaman Kredit Bagi UKM

Jokowi-JK Diminta Perluas Pinjaman Kredit Bagi UKM

Bisnis | Rabu, 03 September 2014 | 07:56 WIB

Ditanya Akankah Menaikkan BBM, Jokowi: Rahasia

Ditanya Akankah Menaikkan BBM, Jokowi: Rahasia

Bisnis | Selasa, 02 September 2014 | 20:44 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB