DPR Minta Pemerintah Percepat Pembayaran Tunggakan Gaji Karyawan Merpati

Doddy Rosadi

Rabu, 17 September 2014 | 07:44 WIB
DPR Minta Pemerintah Percepat Pembayaran Tunggakan Gaji Karyawan Merpati
Serikat Karyawan PT Merpati Nusantara Airlines melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementrian Keuangan Jakarta. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan segera mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pembayaran gaji karyawan PT Merpati Nusantara Airline dan PT Kertas Leces yang tertunggak dengan cara melepas aset kedua perusahaan itu.

"Soal gaji Merpati dan Leces, akan dibahas kembali secara mendalam pada Kamis (18/9). Direksi sudah sepakat diselesaikan dengan cara menjual aset yang tidak terkait dengan produksi dan kinerja perusahaan," kata Dahlan, usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/9/2014) malam.

Permintaan mempercepat penyelesaian tunggakan gaji karyawan kedua perusahaan tersebut disampaikan Ketua Komisi VI Airlangga Hartarto menyusul semakin besarnya tekanan aksi demo karyawan.

Ia menjelaskan, langkah pelepasan aset untuk membayar gaji karyawan pernah dilakukan pada PT Dirgantara Indonesia dan berhasil diselesaikan.

"Minggu lalu, kami sudah menemukan jalan keluar karena tidak boleh menggunakan uang ini itu harus mencari uang yang sah secara hukum. Sudah sepakat dengan direksi bahwa aset berupa perumahan yang tidak digunakan akan dijual," ujarnya.

Dana yang dibutuhkan Merpati untuk pembayaran pesangon dan lainnya sekitar Rp1 triliun, sementara Leces butuh sekitar Rp18 miliar.

Khusus untuk Kertas Leces, Dahlan optimistis bisa menemukan jalan keluar dengan mencari perusahaan pelat merah yang mau bekerja sama memanfaatkan aset berupa tanah.

"Lagi mencari BUMN yang mau bekerja sama dengan Leces untuk membangun sesuatu di tanahnya Leces. Terus nanti Leces dapat uang dari BUMN tersebut untuk membayar pesangon karyawan. Tapi, ini butuh prosedur," kata Dahlan.

Namun yang menjadi masalah, ujarnya, adalah pada Merpati karena membutuhkan jumlah dana yang tidak sedikit.

Dalam restrukturisasi Merpati yang tengah dijalankan saat ini adalah melepas anak usaha PT Merpati Maintenance Facility (MMF) yang dibeli PT Perusahaan Pengelola Aset/PPA (Persero).

"Tapi dana yang diperoleh dari pelepasan itu maksimal Rp500 miliar, sementara mendesak butuh dana hingga Rp1 triliun," ujarnya.

Untuk itu, menurut Dahlan, pihaknya meminta dukungan DPR bagaimana Merpati bisa mendapatkan dana.

"Opsi Penyertaan Modal Negara (PMN) sudah tertutup. Sementara untuk mencari dana memiliki keterbatasan. Tapi yakin ada jalan keluar," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasib Tunggakan Gaji Karyawan PT Merpati di Tangan Kemenkeu

Nasib Tunggakan Gaji Karyawan PT Merpati di Tangan Kemenkeu

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2014 | 15:00 WIB

Buntu, Pertemuan Karyawan PT Merpati dengan Kementerian BUMN

Buntu, Pertemuan Karyawan PT Merpati dengan Kementerian BUMN

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2014 | 16:19 WIB

Maskapai Merpati Minta Penundaan Pembayaran Utang Sebesar Rp2 Triliun

Maskapai Merpati Minta Penundaan Pembayaran Utang Sebesar Rp2 Triliun

Bisnis | Senin, 11 Agustus 2014 | 14:19 WIB

Terkini

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:30 WIB

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:15 WIB

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:04 WIB

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

PKB Apresiasi Kapolri soal Penanganan Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Listyo Sigit

PKB Apresiasi Kapolri soal Penanganan Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

×