Kerajinan Tepung yang Mulai Go Internasional

Doddy Rosadi

Senin, 03 November 2014 | 12:00 WIB
Kerajinan Tepung yang Mulai Go Internasional
Dody Rosdian. (Facebook)

Suara.com - Pekerjaan yang sulit tetapi dikerjakan dengan penuh sabar, itulah arti dari kata lekeun dalam bahasa Sunda. Lekeun adalah penggambaran dari produk kerajinan tepung organik (clay craft) yang dibuat oleh Dody Rosdian (39 tahun).

Alumini Itenas angkatan 94 itu mulai berkecimpung di bisnis clay craft secara tidak sengaja. Ketika menyelesaikan kuliahnya di Itenas, Bandung pada 1999, Indonesia tengah diguncang krisis moneter dan finansial. Dody yang merupakan sarjana arsitek kesulitan untuk mencari pekerjaan. Awalnya, dia ikut dengan teman-temannya membentuk perusahaan bidang jasa arsitektur.

“Kadang suka terjadi beda pemahaman lalu proyek juga kadang ada dan kadang tidak ada. Saya ingin mencari sesuatu yang baru dan handycraft menjadi pilihan saya,” kata Dody.

Ketika hendak memulai bisnis handycraft, musibah menimpa Dody. Kepalanya terbentur yang mengakibatkan dirinya harus dirawat di rumah sakit. Sejak itu, dia menjadi gampang stress dan mudah lelah. Benturan yang keras di kepalanya itu membuat sistem syaraf terganggu. Dody harus menjalani refleksi dan fisioterapi.

Pada 2007, ketika tengah dalam proses pemulihan, Dody main ke Jakarta dan mendatangi pameran Inacraft. Di pameran tersebut, Dody melihat salah satu stan yang memamerkan kerajinan clay craft. Produk-produk souvenir yang terbuat dari tanah liat itu mencuri perhatian Dody. Dia mulai bertanya-tanya tentang cara pembuatan produk tersebut.

Pulang dari pameran Inacraft, Dody mulai googling tentang cara pembuatan produk yang terbuat dari clay craft. Karena bahan dasar yang menggunakan tanah liat mahal, Dody menggantinya dengan tepung yang biasa digunakan untuk bahan kue dan dicampur liin serta dibentuk menjadi seperti adonan. Bahan yang digunakan untuk membuat produk kerajinan tepung ini seperti lilin malam yang sering dimainkan anak-anak.

Dengan modal kurang dari Rp1 juta, Dody memulai bisnis suvenir dari tepung ini. Semua suvenir dibuat secara hand made dan tidak memakai mesin. Untuk model, Dody mengaku melihat dari internet untuk mencari inspirasi. Dia memberi nama usaha clay craft ini Le Keun Disain, yang diambil dari bahasa Sunda, lekeun. “Ditulisnya Le Keun biar seperti bahasa Prancis,” ujarnya tertawa.

Produk yang dibuatnya seperti magnet pajangan di kulkas yang dijual dengan harga Rp3.500 hingga Rp5.000 per buah. Dia memamerkan produknya itu dalam sebuah acara pameran di salah satu mal di kota Bandung. Ternyata, banyak pengunjung yang terpesona dengan suvenir produksi Le Keun Disain. Sebagian besar konsumen menyebut, produk buatan Le Keun terlihat rumit namun hasilnya bagus.



Seiring dengan perjalanan waktu, produk suvenir clay craft produksi Le Keun mulai dikenal banyak orang, pesanan pun mulai berdatangan. Dody tidak bisa lagi mengerjakan sendirian pesanan yang diterima dari pembeli. Dia memutuskan untuk mempekerjakan tiga karyawan untuk membantunya membuat suvenir.

“Karena masih dikerjakan dengan hand made maka saya tidak bisa menerima pesanan dalam jumlah besar untuk waktu yang singkat. Jadi, kalau ada pesanan untuk suvenir pernikahan, biasanya saya memberitahu kepada calon pembeli harus memesan 3-4 bulan sebelumnya,” katanya.

Dody menggunakan Facebook untuk mempromosikan produk kerajinan buatannya. Lewat Le Keun Design fan page inilah, barang dagangannya semakin dikenal publik. Bahkan, suvenir buatannya sudah melanglang buana ke sejumlah negara.

“Memang produk Le Keun Design sudah go international seperti ke New York, Prancis, Malaysia dan Singapura. Tetapi, mereka tidak memesan langsung ke saya tetapi ada teman yang membawa produk buatan saya ke luar negeri,” ujarnya denga penuh kebanggaan.



Kerja keras serta saha yang pantang menyerah membuat Dody berhasil mewujudkan mimpinya untuk bisa membuat suvenir clay craft. Kini, Dody masih mempunyai mimpi lainnya yaitu bisa membuat toko fisik untuk memajang produk buatan Le Keun serta membuat tempat lokakarya bagi yang tertarik untuk membuat barang dari kerajinan tepung.

“Bisnis clay craft ini sebenarnya tidak terlalu sulit karena bahan mudah didapat. Dengan disain yang inovatif maka produk clay craft bisa bersaing dengan produk kerajinan lainnya,” jelasnya.

Karena menggunakan bahan dari tepung, Dody juga tidak menjual mahal barang-barang buatannya. Harganya mulai dari Rp7.500 hingga Rp30 ribu unit. Bagi anda yang ingin memesan dalam jumlah banyak seperti di atas 500 buah maka jangan melakukan pemesanan dalam waktu yang mepet.



“Kalau pesanan dalam jumlah banyak itu datang dalam waktu mepet misalnya satu bulan sebelum hari-H, maka saya dengan berat hati terpaksa tidak akan menyanggupinya. Karena, semua barang produksi Le Keun dibuat manual dengan tangan dan tidak menggunakan mesin jadi perlu waktu agak lama untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berhenti Mengejar Jadi Ibu Sempurna! Buku Ini Mengajarkan Hal Lebih Penting

Berhenti Mengejar Jadi Ibu Sempurna! Buku Ini Mengajarkan Hal Lebih Penting

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 18:15 WIB

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:05 WIB

Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi

Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:21 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:30 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Ulasan Sang Alkemis: Kisah Inspiratif yang Sarat Pesan Kehidupan

Ulasan Sang Alkemis: Kisah Inspiratif yang Sarat Pesan Kehidupan

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:10 WIB

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:12 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×