Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pasar Mobil Tumbuh, Pangsa Pasar Astra Tergerus

Liberty Jemadu, Deni Yuliansari

Selasa, 18 November 2014 | 20:26 WIB
Pasar Mobil Tumbuh, Pangsa Pasar Astra Tergerus
Ilustrasi PT Astra International (www.astra.co.id).

Suara.com - Penjualan kendaraan grup Astra International turun sebesar satu persen dan kontribusi laba dari sektor otomotif juga turun sebesar 14 persen, demikian dikatakan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/11/2014).

Penjualan mobil-mobil Astra sepanjang 2014 turun menjadi 476.000 unit dan membuat pangsa pasar Astra turun menjadi 51 persen dari 53 persen pada periode yang sama tahun lalu.

"Meskipun penjualan mobil nasional tumbuh sebesar 3 persen namun penjualan mobil Astra turun," kata Pongki.

Adapun kontribusi laba sektor otomotif Grup Astra turun 14 persen dari tahun lalu, menjadi hanya 5,9 triliun. Pongki mengatakan penurunan kontribusi laba itu disebabkan oleh persaingan pasar yang kian ketat.

"Persaingan diskon pada pasar mobil memberi dampak negatif pada marjin keuntungan bisnis," ujar Pongki.

Selama perjalanan 2014, grup otomotif Astra yang terdiri dari Daihatsu, Isuzu, UD Truck, Toyota, dan Peugeot ini sudah mengeluarkan sembilan model facelift dan 18 model baru.

Kontributor terbesar penjualan masih dipegang oleh PT. Toyota Astra Motor (TAM), sedangkan kontributor kedua yakni PT. Astra Daihatsu Motor.

Sedangkan penjualan sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 9 persen menjadi 3,8 juta unit. Pangsa pasar pun naik dari 60 persen hingga 63 persen. Pada motor sendiri selama tahun 2014 sudah mengeluarkan satu model baru dan 13 model facelift.

Meski demikian, secara keseluruhan pendapatan bersih Astra International naik 6 persen menjadi Rp150,6 triliun selama sembilan bulan di tahun 2014. Kenaikan ini berkat kontribusi kenaikan pendapatan dari sektor agribisnis dan kontrak penambangan.

Sektor agribisnis memberikan peningkatan kontribusi sebesar 107 persen, 40 persen dari divisi alat berat dan pertambangan, serta 14 persen dari divisi jasa dan keuangan.

Laba bersih dari agribisnis menjadi RpRp1,5 triliun. Sedangkan pada divisi alat berat menjadi Rp2,9 triliun. Untuk laba bersih jasa keuangan naik 14 persen menjadi Rp3,8 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEO Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Asia

CEO Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Asia

Press Release | Jum'at, 07 November 2014 | 10:30 WIB

20 Rumah Pintar, Cara Astra Bangun Masyarakat Cerdas dan Inovatif

20 Rumah Pintar, Cara Astra Bangun Masyarakat Cerdas dan Inovatif

Bisnis | Senin, 19 Mei 2014 | 11:36 WIB

PT Astra International Tbk Bagi Deviden Rp 8,74 Triliun

PT Astra International Tbk Bagi Deviden Rp 8,74 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 April 2014 | 14:37 WIB

Tiga Bulan, Laba PT Astra International Mencapai Rp4,7 Triliun

Tiga Bulan, Laba PT Astra International Mencapai Rp4,7 Triliun

Bisnis | Senin, 28 April 2014 | 18:05 WIB

Astra Gelar Kampanye Indonesia, Ayo Aman Berlalu Lintas

Astra Gelar Kampanye Indonesia, Ayo Aman Berlalu Lintas

Bisnis | Selasa, 15 April 2014 | 14:49 WIB

 Tiga Tahun Beruntun, Astra International Raih Most Admired Companies

Tiga Tahun Beruntun, Astra International Raih Most Admired Companies

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 17:36 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB