Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Menko Perekonomian Yakin Inflasi Pulih Januari

Ardi Mandiri | Suara.com

Selasa, 02 Desember 2014 | 06:14 WIB
Menko Perekonomian Yakin Inflasi Pulih Januari
Menko Perekonomian Sofyan Djalil. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil optimistis laju inflasi akan reda pada Januari 2015 dengan besaran di bawah satu persen, mengingat dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tak lagi terlalu dirasakan masyarakat.

 "Inflasi (November) ternyata malah di bawah perkiraan kami. Dengan ini, inflasi hanya terjadi 1-2 bulan. Setelah itu akan normal lagi," kata Sofyan di Kantor Kemenko Perekonomian, di Jakarta, Senin (1/12/2014)

Laju inflasi pada November 2014 yang sebesar 1,5 persen, menurut Sofyan, di bawah perkiraan pemerintah karena prediksi pemerintah, penaikan harga BBM dapat mendorong inflasi hingga 2 persen.

Sofyan menilai upaya pemerintah memperbaiki distribusi stok pangan beberapa waktu lalu cukup berhasil mengurangi dampak kenaikan harga BBM terhadap laju inflasi.

Namun, Sofyan mengakui, inflasi pada Desember diperkirakan masih akan tinggi, dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat pada musim liburan akhir tahun.

"Mungkin masih ada potensi peningkatan, tapi tidak akan lama. Januari sudah 'adjusement' lagi," kata dia.

Sofyan juga mengaku yakin tren deflasi pada Maret, atau awal tahun akan kembali terjadi di 2015.

"Kita lihat saja, Maret akan deflasi," kata Sofyan.

BPS mencatat laju inflasi pada November 2014 sebesar 1,5 persen, atau lebih tinggi dari November tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan, inflasi tahun kalender telah mencapai 5,75 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) sebesar 6,23 persen.⿬ Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, saat pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu, memperkirakan inflasi dapat melebihi target di APBN-P menjadi sebesar 7,3 persen karena kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2000.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan pemerintah telah menyesuaikan harga premium dan solar bersubsidi pada waktu yang tepat, sehingga laju inflasi masih dapat dikendalikan.

Dia menekankan, dengan penyesuaian harga pada pertengahan November, dampak terhadap inflasi bisa ditanggung November dan Desember. Hal itu ditambah dari tren dan pengalaman sebelumnya bahwa November merupakan bulan di mana terjadi inflasi rendah.⿬ Untuk Desember, Sasmito mengatakan inflasi masih bisa terkendali asalkan pemerintah mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik dalam dua bulan terakhir, seperti cabai merah dan beras.

"Mudah-mudahan tidak di atas dua persen. Tapi, masa pemerintah tidak melakukan sesuatu, karena saya kira cabai harus dikendalikan, ini kan sudah dua bulan berturut-turut harga cabai naik. Kalau itu bisa dikendalikan akan mengurangi tekanan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah harus mewaspadai harga tarif angkutan dalam kota maupun antarkota yang terdampak langsung dari kenaikan harga BBM bersubsidi, meskipun diperkirakan komoditas itu sudah tidak signifikan dalam menyumbang inflasi Desember.

"Kendalikan tarif angkutan, karena itu yang paling pokok. Namun, tarif angkutan sudah naik di November, jadi kalaupun naik tidak akan setajam sebelumnya karena sebagian sudah naik di November," ujar dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS: Inflasi November Tinggi karena Kenaikan BBM

BPS: Inflasi November Tinggi karena Kenaikan BBM

Bisnis | Senin, 01 Desember 2014 | 13:09 WIB

BI: Inflasi Naik dalam Tiga Bulan Pertama

BI: Inflasi Naik dalam Tiga Bulan Pertama

Bisnis | Kamis, 20 November 2014 | 12:00 WIB

Terkini

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:46 WIB

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:39 WIB

H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026

H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:29 WIB

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 15:11 WIB

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB