Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Indeks Saham Terjungkal, Keluar dari Level 5.200

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2015 | 10:06 WIB
Indeks Saham Terjungkal, Keluar dari Level 5.200
Bursa Efek Indonesia. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terjungkal dan keluar dari level 5.200. Pada sesi pembukaan perdagangan, Selasa (6/1/2015), IHSG dibuka turun 33,79 poin atau 0,65 persen ke posisi 5.186,20 mengikuti pergerakan bursa saham di kawasan Asia, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 8,55 poin atau 0,95 persen ke posisi 889,72.

"Sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat menyebabkan pelemahan di bursa Asia pagi ini termasuk IHSG BEI," kata Analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri.

Ia juga mengatakan bahwa kembali melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS menambah sentimen negatif bagi pasar saham di dalam negeri. Terus melemahnya nilai tukar domestik dapat mengurangi kepercayaan investor terhadap perekonomian.

Kendati demikian, ia mengharapkan pemerintah yang menyatakan akan melipatgandakan anggaran infrastruktur salah satunya untuk sektor transportasi, setelah berhasil menghemat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham-saham konstruksi dan transportasi sehingga dapat menahan tekanan IHSG BEI.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan anggaran subsidi BBM yang dialihkan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur bisa menyebabkan investor mempercayai bahwa pemerintah berkomitmen untuk mereformasi.

"Diharapkan langkah pemerintah tersebut dapat mendorong arus modal masuk dan mendukung penguatan rupiah," katanya.

Namun, lanjut dia, apabila pemerintah tidak mampu merealisasikan pembangunan infrastruktur maka akan berdampak pada hilangnya kepercayaan investor terhadap pemerintah, kondisi itu akan mengancam pelarian aliran dana asing yang masuk ke Indonesia dan berpotensi mendorong pelemahan atas nilai tukar rupiah.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 152,42 poin (0,64 persen) ke 23.568,90, indeks Bursa Nikkei turun 405,40 poin (2,33 persen) ke 17.003,92, dan Straits Times melemah 49,78 poin (1,50 persen) ke posisi 3.278,93. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inflasi Melonjak, Indeks Saham Terseret ke Zona Merah

Inflasi Melonjak, Indeks Saham Terseret ke Zona Merah

Bisnis | Senin, 05 Januari 2015 | 10:10 WIB

Ketua OJK: Kehadiran Jokowi Berikan Semangat Baru di Pasar Saham

Ketua OJK: Kehadiran Jokowi Berikan Semangat Baru di Pasar Saham

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 12:15 WIB

Dibuka Jokowi, Indeks Saham Dekati Rekor Tertinggi

Dibuka Jokowi, Indeks Saham Dekati Rekor Tertinggi

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2015 | 10:44 WIB

Indek Saham Turun, Rupiah Menguat

Indek Saham Turun, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2014 | 10:27 WIB

Terkini

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:24 WIB

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB