Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Turunkan Harga BBM, ADB Puji Keberanian Pemerintah RI

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 13 Januari 2015 | 19:30 WIB
Turunkan Harga BBM, ADB Puji Keberanian Pemerintah RI
Presiden Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) Takehiko Nakao (kanan). (Antara/Andika Wahyu)

Suara.com - Bank Pembangunan Asia atau ADB memuji keberanian Pemerintah Indonesia menghapus subsidi bahan bakar minyak premium mengingat menjadikan anggaran negara akan lebih sehat.

"Penghapusan subsidi di Indonesia menjadi penting, dan dapat menjadi contoh bagi negara lain. Penghapusan subsidi ini tidak hanya menjadikan anggaran negara menjadi sehat, tetapi juga memberikan ruang bagi kebijakan fiskal dan juga pada climate change," kata Presiden ADB Takehiko Nakao saat diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa, (13/1/2015).

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Penasihat Senior ADB Naoya Jinda dan Direktur Jenderal wilayah Asia Tenggara ADB James Nugent.

Nakao juga memuji pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang dapat berjalan dengan sangat baik. "Tidak hanya baik secara politik, tapi juga transisi pemerintahan berjalan secara konsisten," katanya.

Nakao berjanji akan terus membantu pembangunan di Indonesia. "Indonesia adalah negara yang penting bagi kami, dan kami ingin terlibat dalam pembangunan di Indonesia. Jadi, kami siap mengirimkan tenaga ahli kami untuk membantu pembangunan di sini," kata Nakao.

Wapres Jusuf Kalla mengakui bahwa kini pemerintah memliki anggaran yang lebih baik. Tetapi, pemerintah juga harus menjaga kondisi pasar domestik agar lebih baik lagi.

"Sekarang waktunya bagi kami untuk membangun infrastruktur," kata Wapres JK.

Dalam pertemuan itu, JK mengatakan bahwa kerjasama ADB dan Pemerintah Indonesia selama ini telah berjalan dengan baik. ADB, kata Wapres, diharapkan dapat terus membantu pembangunan di Indonesia.

"Pemerintah tidak mempunyai prioritas khusus, tapi semua sektor menjadi prioritas, terutama di sektor pertanian, transportasi, pembangkit listrik dan perumahan," kata Jusuf Kalla.

JK menyampaikan bahwa pemerintah juga fokus pada bidang kemaritiman. Bagi Indonsia, kata wapres, laut bukanlah yang memisahkan kami, tapi justru laut yang menyatukan bangsa ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: Harga Premium dan Solar Masih Bisa Turun Lagi

Menkeu: Harga Premium dan Solar Masih Bisa Turun Lagi

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2015 | 18:28 WIB

Menteri Sofyan: Subsidi untuk Premium Dihapus

Menteri Sofyan: Subsidi untuk Premium Dihapus

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2014 | 10:50 WIB

Turunkan Gas Rumah Kaca, ADB Siapkan Dana Perwalian

Turunkan Gas Rumah Kaca, ADB Siapkan Dana Perwalian

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2014 | 16:04 WIB

ADB Perbanyak Investasi Energi Bersih di Asia Pasifik

ADB Perbanyak Investasi Energi Bersih di Asia Pasifik

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2014 | 12:36 WIB

ADB: Kerugian Bencana Alam di Asia Mencapai Rp604 Triliun

ADB: Kerugian Bencana Alam di Asia Mencapai Rp604 Triliun

Bisnis | Selasa, 22 April 2014 | 14:50 WIB

ADB: Peningkatan Konektivitas Pengaruhi Kesejahteraan Warga

ADB: Peningkatan Konektivitas Pengaruhi Kesejahteraan Warga

Bisnis | Selasa, 15 April 2014 | 11:05 WIB

ADB: UKM Sediakan 66 Persen Lapangan Kerja di Asia

ADB: UKM Sediakan 66 Persen Lapangan Kerja di Asia

Bisnis | Jum'at, 04 April 2014 | 10:33 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:42 WIB

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS

Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:04 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan

Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:47 WIB

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:27 WIB