Turunkan Gas Rumah Kaca, ADB Siapkan Dana Perwalian

Doddy Rosadi

Rabu, 25 Juni 2014 | 16:04 WIB
Turunkan Gas Rumah Kaca, ADB Siapkan Dana Perwalian
Logo ADB

Suara.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank, ADB) membentuk dana perwalian (trust fund) untuk mendukung penerapan teknologi maju rendah karbon di beberapa negara anggotanya, termasuk Indonesia, melalui dana hibah sebesar 17,65 juta dolar Amerika dari Pemerintah Jepang.

Menteri Lingkungan Hidup Jepang Nobuteru Ishihara dan Presiden ADB Takehiko Nakao hari ini menandatangani Nota Kesepakatan untuk Kerjasama di Bidang Lingkungan, yang akan memasukkan kerjasama untuk penerapan yang efektif bagi Japan Fund for the Joint Crediting Mechanism (JFJCM).

“Dibentuknya JFJCM adalah langkah tepat yang diperlukan saat ini, sebagai jawaban atas tingginya permintaan terhadap infrastuktur rendah karbon yang berkelanjutan di Asia dan Pasifik,” ungkap Presiden Nakao pada saat upacara penandatanganan, dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Selasa (24/6/2014).

Kata dia, dana ini merupakan dukungan finansial untuk mengurangi biaya penerapan teknologi maju rendah karbon, seperti hal-hal yang berhubungan dengan skema pengolahan sampah menjadi energi dan teknologi jaringan pintar (smart grid), yang biasanya memerlukan investasi awal yang besar dan jangka pengembalian modal yang panjang.

Seiring dengan tingginya tingkat pertumbuhan Asia-Pasifik, kawasan ini telah menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca utama di dunia, dengan emisi karbondioksida (CO2) dari kawasan ini mencapai 43% dari emisi CO2 global.

Angka tersebut diperkirakan akan meningkat sebesar 50% pada 2035. Negara-negara berkembang di kawasan ini akan memerlukan investasi yang memadai, agar dapat bertransisi menuju pertumbuhan yang rendah karbon.

Adopsi teknologi maju rendah karbon seringkali terhadang oleh berbagai kendala, antara lain tingginya investasi awal yang dibutuhkan, serta adanya kekhawatiran bahwa teknologi baru semacam ini tidak akan berfungsi sebagaimana direncanakan.

Dalam hal ini, JFJCM menawarkan pembiayaan hibah di awal dan disertai oleh dukungan berupa bantuan teknis untuk menangani berbagai kendala tersebut.

Dengan terbentuknya JFJCM, ADB menjadi institusi pembangunan multilateral pertama yang memiliki dana perwalian untuk mendukung proyek-proyek penurunan gas rumah kaca di bawah Joint Crediting Mechanism (JCM).

JCM adalah mekanisme pasar karbon bilateral antara Pemerintah Jepang dan negara-negara berkembang untuk mempromosikan proyek-proyek penurunan emisi gas rumah kaca. Mekanisme ini melengkapi skema pasar karbon multilateral yang sudah ada, termasuk Clean Development Mechanism (CDM), serta menggunakan pendekatan yang serupa dengan CDM untuk pembiayaan dan perhitungan penurunan emisi gas rumah kaca yang terverifikasi.

Negara-negara yang berhak mengakses pembiayaan dari JFJCM adalah negara berkembang anggota ADB yang telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang JCM dengan Pemerintah Jepang. Sampai saat ini, terdapat delapan negara yang berhak mengakses pembiayaan tersebut: Banglades, Indonesia, Kamboja, Laos, Maladewa, Mongolia, Palau, dan Vietnam dan diharapkan akan terus bertambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Menjadi di Bawah 5 Persen

ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Menjadi di Bawah 5 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 15:39 WIB

Terkini

Perkuat Pasar Cat Otomotif,  Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Perkuat Pasar Cat Otomotif, Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:11 WIB

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

News | Senin, 28 September 2026 | 14:09 WIB

Ayah Bangkit dari Kematian demi Utang KPR, Film 'Gak Ada Matinya' Bikin Ketawa Sekaligus Stres

Ayah Bangkit dari Kematian demi Utang KPR, Film 'Gak Ada Matinya' Bikin Ketawa Sekaligus Stres

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:08 WIB

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Batang, Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Batang, Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 14:07 WIB

Malaysia Borong Produk Halal RI

Malaysia Borong Produk Halal RI

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:06 WIB

Pemain Malaysia Klaim Punya Jurus Jitu Bungkam Provokasi Suporter Timnas Indonesia

Pemain Malaysia Klaim Punya Jurus Jitu Bungkam Provokasi Suporter Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:05 WIB

Cukai MBDK Resmi Masuk RUU APBN 2027, Target Penerimaan Capai Rp237,2 Triliun

Cukai MBDK Resmi Masuk RUU APBN 2027, Target Penerimaan Capai Rp237,2 Triliun

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:00 WIB

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:58 WIB

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

×