Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Ini Penyebab Harga Barang Tetap Mahal Meski BBM Sudah Turun

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 19 Januari 2015 | 06:59 WIB
Ini Penyebab Harga Barang Tetap Mahal Meski BBM Sudah Turun
Ilustrasi: Penjual bahan pokok di pasar. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pengamat ekonomi Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo menilai penurunan kembali harga bahan bakar minyak tidak mempengaruhi harga barang di pasar, kecuali pemerintah membuat kebijakan penetapan harga eceran tertinggi.

"Perhitungan itu mengacu pada lazimnya perusahaan membuat perhitungan biaya produksi dan harga jual untuk awal tahun baru sejak akhir tahun dengan mengacu pada kondisi yang berlangsung dan berbagai isu," katanya.

Isu dan kenaikan BBM sudah berlaku sejak 2014 sehingga penetapan harga produksi termasuk upah pekerja telah mengacu pada angka-angka tersebut.

"Kebijakan Pemerintah menurunkan harga BBM memang sudah tepat karena faktanya memang harga minyak mentah turun.Tetapi langkah Pemerintah itu dinilai tidak akan menurunkan harga berbagai barang,"kata Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Apalagi, katanya Pemerintah selama ini menerapkan kebebasan harga jual di pasar dan nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah masih menguat sehingga bahan impor tetap mahal.

"Harga tidak akan turun atau bisa dikendalikan, kecuali Pemerintah membuat HET bagi harga barang termasuk sembako (sembilan bahan pokok) seperti zaman Presiden Soeharto serta bisa menguatkan nilai Rupiah,"katanya.

Wahyu mengakui, pembuatan HET memang akan sulit dilakukan dewasa ini karena era global termasuk adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah dimulai tahun ini.

Menurut dia, yang terbaik dilakukan Pemerintah saat ini adalah memperketat pengawasan di pasar dan berkoordinasi serta bekerja sama dengan para distributor dan produsen.

"Jangan sampai harga malah semakin naik dengan cara spekulan menggangu pasokan sehingga barang sulit di dapat yang otomatis membuat lonjakan harga,"katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga BBM Turun Tak Pengaruhi Tuntutan Buruh kepada Pemerintah

Harga BBM Turun Tak Pengaruhi Tuntutan Buruh kepada Pemerintah

News | Senin, 19 Januari 2015 | 06:49 WIB

Pengusaha Dijatuhi Sanksi apabila Tidak Turunkan Tarif Angkutan

Pengusaha Dijatuhi Sanksi apabila Tidak Turunkan Tarif Angkutan

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2015 | 11:44 WIB

Harga Baru, Premium Rp6.600 Per Liter dan Solar Rp6.400 Per Liter

Harga Baru, Premium Rp6.600 Per Liter dan Solar Rp6.400 Per Liter

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2015 | 14:23 WIB

Terkini

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:09 WIB

Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:05 WIB

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton

Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:29 WIB