Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Penjualan Rumah di Jabodetabek Mencapai Rp1,6 Triliun

Doddy Rosadi

Kamis, 22 Januari 2015 | 09:17 WIB
Penjualan Rumah di Jabodetabek Mencapai Rp1,6 Triliun
Ilustrasi: Rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Penjualan rumah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi naik pada triwulan IV/2014. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghada mengatakan, nilai penjuala rumah pada triwulan IV/2014 lebih dari Rp1,6 triliun.

Meski secara jumlah unit terjadi penurunan 2,8 persen namun secara nilai justru naik 29,8 persen. Kata dia, penjualan rumah terbesar terjadi di Bogor dengan perkiraan nominal lebih dari Rp443 miliar atau 26,4 persen dari total penjualan.

Ali mengatakan mengikuti tren triwulan III/2014, segmen menengah memberikan kontribusi sebesar 59,1% dibandingkan dengan segmen kecil dan besar, masing-masing 9,6% dan 31,3%. Sedangkan segmen kecil diperkirakan semakin berkurang karena harga tanah yang semakin tinggi dan kebijakan pemerintah yang sampai saat ini belum jelas untuk mendorong perumahan rakyat.

"Kejenuhan di segmen besar pun masih dirasakan membuat pasar terus bergeser ke segmen menengah dan pengembang pun banyak yang mulai fokus untuk memasarkan rumah menengah,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Hal ini juga terlihat dari tren harga rumah rata-rata dengan kenaikan terbesar terjadi di segmen menengah dari Rp591 juta menjadi Rp676 juta. Sedangkan harga rumah rata-rata di segmen kecil mengalami penurunan.

Secara umum pasar sebenarnya pasar tidak terlalu mengalami lonjakan. Peningkatan terjadi karena banyak pengembang yang memasarkan produk di akhir tahun dengan berbagai gimmick marketing di tengah kenaikan BBM yang akan membuat properti naik di awal tahun. Hal ini membuat di respon sebagian besar konsumen membeli dengan harga ‘lama’ sebelum harga naik, meskipun kemudian BBM sempat diturunkan di akhir tahun.

I menambahkan, di tahun 2015 para pengembang relatif masih berhati-hati untuk menaikkan harga rumahnya. Banyak pengembang segmen kecil yang mulai beralih ‘naik kelas’ ke segmen menengah.

"Bukan berarti pasar segmen kecil menurun, melainkan dikarenakan harga tanah yang tinggi sehingga para pengembang yang umumnya skala kecil tidak sanggup lagi untuk membeli tanah dengan harga yang sudah terlalu tinggi,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investor Asing Masih Tergiur dengan Sektor Properti

Investor Asing Masih Tergiur dengan Sektor Properti

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 10:41 WIB

2015, Harga Rumah Naik 10 Persen

2015, Harga Rumah Naik 10 Persen

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2015 | 17:32 WIB

Pemda Diminta Terapkan Konsep Hunian Berimbang

Pemda Diminta Terapkan Konsep Hunian Berimbang

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2014 | 13:20 WIB

Terkini

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

×