Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
Pemerintah disarankan menyalurkan CNG melalui Jaringan Gas (Jargas) terpusat di kawasan perumahan agar lebih aman daripada tabung. [Antara]
baca 10 detik
  • Aspermigas tidak merekomendasikan penggunaan CNG rumah tangga karena tekanan tinggi berisiko meledak dan memerlukan tabung besar.
  • Pemerintah disarankan menyalurkan CNG melalui Jaringan Gas (Jargas) terpusat di kawasan perumahan agar lebih aman daripada tabung.
  • Optimalisasi kompor listrik dengan subsidi pemerintah dinilai sebagai alternatif lebih murah dan aman untuk mengurangi ketergantungan LPG.

Suara.com - Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal, memberikan catatan kritis terkait rencana pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG. Ia secara tegas tidak merekomendasikan penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga karena pertimbangan faktor keamanan.

Moshe menjelaskan bahwa CNG memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan LPG. Tekanan CNG bisa mencapai 200–250 bar, sementara LPG hanya berkisar 5–10 bar. Artinya, tekanan CNG 25 hingga 30 kali lipat lebih tinggi, sehingga sangat beresiko meledak jika terjadi malfungsi pada perangkatnya.

Selain risiko keamanan, tekanan tinggi tersebut juga berdampak pada dimensi fisik kemasannya. Jika CNG dikemas dalam volume 3 kilogram, tabungnya harus dibuat jauh lebih besar dan tebal karena densitas energi CNG 2,5 kali lebih rendah dibanding LPG.

Moshe memprediksi, untuk menghasilkan kapasitas energi yang sama dengan isi 3 kg, ukuran tabung CNG justru akan lebih bongsor daripada tabung LPG 12 kilogram.

Namun demikian, jika program ini tetap dipaksakan, Moshe menyarankan agar CNG didistribusikan kepada masyarakat melalui Jaringan Gas (Jargas) skala lokal.

Sebagai contoh, di kawasan rumah susun/apartemen, atau kompleks perumahan, CNG bisa ditempatkan di satu titik pusat penyimpanan untuk kemudian dialirkan ke unit-unit rumah. Dalam pengelolaannya dapat melibatkan pihak swasta.

"Kalaupun seperti itu (dipaksakan), harus ada swasta yang mengelola. Jadi misalkan, sebuah rusun nih, atau apartemen. Enggak ada lagi beli per tabung, tapi melalui Jargas lokal," kata Moshe saat dihubungi Suara.com pada Kamis (7/5/2026).

Menurut Moshe, langkah tersebut jauh lebih aman dibandingkan distribusi menggunakan tabung. Ia menambahkan bahwa di sejumlah negara, CNG lazim disalurkan melalui jaringan pipa gas, bukan dibeli oleh masyarakat dalam bentuk tabung eceran.

"Nah, jargas itu kenapa lebih aman? Karena dari sisi pressure dari jargas itu, palingan cuma 2-3 bar. Memang harus ada tekanan untuk mengalirkan, palingan ya 2-3 bar. Jadi, kalau misalkan ada kebocoran segala macam, enggak terlalu signifikan, dibandingkan kalau tabung CNG," ujarnya.

baca juga

Di sisi lain, Moshe menyebut sebenarnya terdapat alternatif selain CNG untuk menekan ketergantungan pada LPG, yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan kompor listrik. Menurutnya penggunaan kompor listrik jauh lebih murah, baik dari sisi daya dan perangkatnya.

"Apakah pakai listrik lebih mahal? Nggak juga. Dibandingkan pakai LPG, itu setara kok," katanya.

Moshe menyarankan pemerintah untuk memberikan subsidi pengadaan kompor listrik guna mempercepat proses transisi energi.

Menurutnya, langkah ini juga akan menguntungkan PLN karena konsumsi listrik masyarakat akan meningkat. Ia mendorong agar program-program pendukung, seperti penambahan daya gratis yang selama ini sudah berjalan di PLN, dapat kembali ditingkatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Terkini

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB