Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
Ilustrasi minyak. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Harga Minyakita di Pasar Cijantung melonjak hingga Rp22.000 per liter, jauh melampaui aturan HET pemerintah sebesar Rp15.700.
  • Kelangkaan pasokan dari distributor menyebabkan stok Minyakita sulit didapatkan oleh pedagang sejak periode setelah hari raya Idulfitri.
  • Konsumen mulai beralih ke minyak komersial lain karena harga Minyakita kini setara namun memiliki kualitas yang lebih rendah.

Suara.com - Citra Minyakita sebagai minyak goreng "pro-rakyat" dengan harga terjangkau kini mulai pudar di mata konsumen dan pedagang.

Di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, para pedagang secara terang-terangan mulai merekomendasikan pembeli untuk memilih merek minyak goreng komersial lainnya daripada bertahan pada Minyakita yang harganya kian melambung dan stoknya kian langka.

Kenaikan harga yang ugal-ugalan menjadi alasan utama. Saat ini, Minyakita di pasar tersebut dibanderol mencapai Rp22.000 per liter.

Angka ini meroket jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Sementara untuk kemasan dua liter, harganya sudah menyentuh Rp42.000.

Kualitas Dibandingkan, Harga Beda Tipis

Kondisi harga yang hampir menyamai minyak goreng kemasan bermerek (premium) membuat pedagang merasa perlu mengedukasi pelanggan.

Tini, salah satu pedagang sembako di Pasar Cijantung, menyebutkan bahwa selisih harga yang sangat tipis membuat Minyakita kehilangan daya tariknya.

“Harganya sekarang beda tipis sama minyak literan lain. Mending beli yang lain sekalian, kualitasnya juga biasanya lebih bagus dari Minyakita,” ungkap Tini saat ditemui di lokasinya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Tini, konsumen kini menjadi lebih selektif. Dengan menambah sedikit uang, mereka bisa mendapatkan minyak dengan kejernihan dan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk subsidi tersebut.

baca juga

Masalah Minyakita bukan hanya soal harga, tapi juga ketersediaan barang. Tini menuturkan bahwa kelangkaan stok sebenarnya sudah dirasakan sejak sebelum Idulfitri, namun kondisi pasokan semakin parah setelah lebaran usai.

Akses pedagang untuk mendapatkan stok dari agen kini sangat dibatasi. "Susah sekarang dapatnya. Saya beli juga dibatasi, cuma boleh ambil dua dus saja dari agen," keluhnya.

Pembatasan ini otomatis membuat ketersediaan barang di lapak pedagang menjadi tidak menentu, sehingga pelanggan tetap pun sering kali tidak kebagian.

Dede, pedagang sembako lainnya, menegaskan bahwa tingginya harga di tingkat pengecer bukan disebabkan oleh keinginan pedagang meraup laba besar. Ia mengaku berada dalam posisi sulit karena harga dari distributor atau agen memang sudah tinggi sejak awal.

“Sekarang saya jual Rp22.000 yang satu liter. Kalau yang dua liter Rp42.000. Saya cuma ambil untung sekitar Rp1.000 saja,” jelas Dede.

Ia pun kerap menjadi sasaran protes para pembeli yang menganggap pedagang sengaja menaikkan harga secara sepihak. Padahal, para pedagang kecil ini hanya menyesuaikan modal kulakan yang sudah mahal. Menurutnya, mustahil menjual sesuai HET jika harga dari tangan pertama saja sudah melampaui ketentuan pemerintah.

“Kalau dari sananya sudah mahal, saya juga bingung. Saya enggak bisa jual sesuai HET kalau belinya saja sudah tinggi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:45 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:37 WIB

Harga Minyak Naik! Pemprov DKI Larang MinyaKita Jadi Bansos Demi Jamin Stok di Pasar

Harga Minyak Naik! Pemprov DKI Larang MinyaKita Jadi Bansos Demi Jamin Stok di Pasar

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:51 WIB

Terkini

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB