Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Transaksi Non Tunai Bisa Tingkatkan Kesejahteraan TKI

Doddy Rosadi | Tengku Sufiyanto | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2015 | 15:53 WIB
Transaksi Non Tunai Bisa Tingkatkan Kesejahteraan TKI
Ilustrasi: Kartu untuk transaksi non tunai. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah melakukan sosialisasi penggunaan transaksi non tunai, dalam proses penempatan dan perlindungan TKI di Luar Negeri.

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro mengatakan, kegiatan tersebut meliputi optimalisasi mekanisme pembayaran gaji TKI dan pemanfaatan jasa pengiriman uang TKI melalui perbankan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Agus, perlu ada kerja sama antara bank sentral, dalam membuka akses layanan non tunai melalui perbankan di negara-negara tempat TKI bekerja.

"Ke depan BNP2TKI berharap, adanya kerjasama ini tidak hanya transaksi non tunai saja, sehingga diharapkan kesejahteraan TKI terus meningkat," kata Agus, saat acara Sosialisasi Transaksi Non Tunai Kepada PPTKIS, di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Terkait sosialisasi, Agus menuturkan,  akan dilakukan kepada para pimpinan perusahaan pengerah TKI Swasta (PPTKIS), perusahaan asuransi yang menyediakan perlindungan asuransi TKI, Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BKLN), serta lembaga penyedia sarana kesehatan dan badan sertifikasi kompetensi bagi TKI.

Dengan sosialisasi tersebut, Agus menyatakan, menjadi langkah awal upaya menyempurnakan layanan bagi TKI untuk dapat meningkatkan tata kelola proses penempatan dan perlindungan TKI.

"Selama ini, mereka (TKI) menggunakan lembaga internasional yaitu Western Union, bahkan hanya pakai sistem kepercayaan dititipkan ke orang," jelsnya.

Agus menambahkan, bank pemerintah yang ikut aktif melayani proses transaksi TKI di luar negeri hanya PT Bank Rakyat IndonesiaTbk (BBRI).Untuk itu, diharapkan semua perbankan pemerintah ikut andil dalam melayani transaksi non tunai nanti pada bulan Juli 2015.

"Baru BRI. Penerapan transaksi non tunai ini, Juli 2015 mudah-mudahan sudah siap semua, paling lama akhir tahun ini sudah bisa menggunakan transaksi non tunai," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setiap Tahun, TKI Kirim Uang Rp100 Triliun

Setiap Tahun, TKI Kirim Uang Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 16 Februari 2015 | 15:00 WIB

Jokowi Ingin Stop Kirim TKI, Agensi PRT Malaysia: Tidak Masalah

Jokowi Ingin Stop Kirim TKI, Agensi PRT Malaysia: Tidak Masalah

News | Senin, 16 Februari 2015 | 13:31 WIB

Lindungi TKI, Pemerintah Luncurkan Skema Perlindungan Keuangan

Lindungi TKI, Pemerintah Luncurkan Skema Perlindungan Keuangan

Bisnis | Senin, 16 Februari 2015 | 13:26 WIB

Indonesia Punya Harga Diri, Jokowi Segera Stop Kirim PRT

Indonesia Punya Harga Diri, Jokowi Segera Stop Kirim PRT

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 04:45 WIB

Terkini

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB