Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Bisnis Belasan Ribu Dolar Eks Anak Buah Jokowi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2015 | 09:28 WIB
Bisnis Belasan Ribu Dolar Eks Anak Buah Jokowi
Kerajinan mengolah bahan bekas mantan karyawan Joko Widodo. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Berkaos oblong berkerah oranye, nyeker, dan bercelana berbahan denim, Joko Hari Setyadi tengah asik melongok barang-barang 'tak berwujud' di garasi rumahnya di kawasan Kali Malang Jakarta Timur. Dia tampak sibuk bersama seorang pegawai tetapnya.

Barang-barang itu berbentuk kotak, bermaterial kayu, lalu ditempel lempangan alumunium bekas minuman kaleng bersoda bermerk coca-cola dan sejenisnya. Benda itu diselimuti kertas alumunium tipis mengkilap.

"Apa itu," tanya suara.com saat berkunjung di rumahnya. "Ini mau saya jadikan cermin, lalu yang satu lagi jam dinding," jelas Joko seraya tak berhenti tersenyum.

Joko mengatakan semua itu masih contoh produk. Sehingga bentuknya masih berantakan. Barang-barang itu ada di garasi rumah tingkat 2 Joko. Di rumahnya itu, Joko mendesain produk-produk handy craft atau kerajinan tangan untuk dijual.

Setelah asik memamerkan benda 'tak jelas' itu Joko mengajak Suara.com ke lantai 2 rumahnya. Rumahnya itu juga difungsikan untuk usaha kos-kosan.

"Ini dia meja yang saya desain dan sudah dijual ke luar negeri seperti Eropa dan Amerika Serikat," kata Joko tanpa ditanya.

Suara yang medok Jawa Timuran, gaya yang sederhana, tak menunjukkan jika pria kurus itu mantan general manajer di sebuah perusahaan kayu di Tegal. Dia memutuskan berhenti bekerja di puncak kariernya itu.

Selama 14 tahun, Joko sudah berpindah perusahaan selama 9 kali. Dia pernah mejadi orang penting di perusahaan Presiden Joko Widodo, PT Rakabu selama 6 bulan. Saat itu, Joko menjadi RND atau perencana dan penelitian produk.

"Saya dengan RI 1 sudah kenal dekat dulu. Mungkin kalau ketemu, dia masih ingat. Tapi kita juga pahami kesibukan beliau," kata Joko seraya menyeruput teh manis buatan istrinya.

Menjadi RND di perusahaan Jokowi, membuat posisi Joko menjadi penentu kemajuan perusahaan Jokowi saat itu. Terutama menentukan produk kerajinan mebel Jokowi laku atau tidak.

"RND itu menentukan dua tahun yang akan datang ini produk kita masih diminati pasar apa nggak. RND ini menentukan produk itu laku apa nggak," jelasnya.

Kaleng bekas

Sudah 6 tahun lalu Joko merintis Valia Craft, perusahaan kreatif penghasil barang-barang daur ulang. Joko mengandalkan pangsa pasar luar negeri, bulan pasar domestik. Sebab menurutnya, peminat kerajinan tangan Indonesia justru sangat diminati di Eropa dan Amerika Serikat.

Produk-produk yang dia hasilkan seperti pajangan lukisan atau wall panel, meja kursi, dan cermin. Semua itu berbahan dasar daur ulang.

"Saya hidup di jakarta. Kalau material natural, itu harga mahal. Makaya saya temukan kaleng. 6 tahun lalu lalu mulai bikin dikit-dikit. saya pernah pakai drum minyak bekas untuk membuat kursi dan meja," jelas dia.

Di awal merintis usaha itu, Joko menemukan kesulitan. Terutama dalam merancang desain-desain produk kreatif. "Mulai dari sisi konstruksi, material. Mengolah itu awalnya berat. Pas desainnya ditemukan, nah itu mudah," jelas dia.

Berhitung keuntungan bisnis daur ulang

Di saat pelemahan rupiah beberpa bulan ini, Joko tersenyum lebar. Selama 2 bulan ini dia senang bisa memberikan bonus untuk belasan pekerjanya.

Joko bercerita, setip dolar Amerika Serkat naik, dia senang. Sebab hampir semua produk yang dia hasilkan dijual ke Eropa dan Amerika Serikat. Dia pun bertransaksi menggunakan dolar. Sementara bahan baku semua dari dalam negeri dan dibeli dengan rupiah.

"Semua produk saya pakai bahan daur ulang atau barang bekas. Di dapat dari kumpulan pemulung. Dibuat kerajinan dan dijual ke luar negeri, dibeli dengan Dolar," jelas Joko.

Untuk produksi wall panel berbentuk semacam lukisan. Dalam 2 bulan, dia bisa menghasilkan 2.400 buah wall panel yang dikerjakan 15 orang. Ribuan wall panel itu cukup mengisi penuh sebuah peti kemas berukuran 40 feet.

Sebuah wall panel dihargai USD 30 dolar. Sehingga sekali ekspor wall panel, Joko mempunyai nilai ekspor sebesar USD 72 ribu atau Rp 950 jutaan (kurs dolar Rp 13.200). Belum lagi dari produksi furniture berupa meja. Nilai ekspornya bisa mencapai USD 28 ribu atau setara Rp 370 juta. Dengan catatan, itu nilai ekspor selama 2 bulan. Jika setahun, tinggal dikalikan 6 saja.

Dari nilai ekspor itu, keuntungan bersih yang diterima Joko sebesar 12 persen. Keuntungan itu sudah dipotong biaya sana sini seperti membayar pegawai, pajak, nilai balik modal dan tabungan untuk pengembangan usaha.

"Jadi saya nggak perlu manaikkan harga jual barang. Karena pendapatan saya akan naik sendiri seiring harga dolar naik," paparnya.

Selama 6 tahun menjadi pengusaha industri kreatif, Joko belum pernah menjual produknya di dalam negeri. Dia selalu mengekspor. Alasannya, lebih menguntungkan menjual produknya ke Eropa dan Amerika.

Joko mengatakan warga kedua negara itu sangat menghargai sebuah produk seni. Selain itu sifat konsumtif orang Eropa dan Amerika juga membuat untung.

Joko juga mengembangkan produk kreatif furniture. Joko memberikan gambaran ekspor produksi furniture-nya. Joko membagi musim ekspor produk furniturenya menjadi 2, musim dingin dan musim panas. Konsumen Joko akan membeli meja sebanyak 2 kali dalam setahun. Sebab kayu yang digunakan untuk musim dingin dan musim panas akan berbeda.

"Meja yang dibeli dan dipakai selama musim dingin tidak akan dipakai di musim panas. Karena akan rusak, mereka akan beli lagi meja untuk musim panas," jelas dia.

Beda dengan orang Indonesia yang cenderung membeli sebuah produk furniture sekali untuk seumur hidup. "Misal kaki meja patah, diperbaiki. Kalau orang Eropa dan Amerika nggak begitu. Mereka beli lagi dan pesan lagi," lanjut Joko.

Begitu juga soal ketertarikan orang Eropa dan Amerika dengan kerajinan tangan Indonesia.

"Kalau orang Eropa melihat produk handy craft itu sebuah benda unik dan eksotik. Jadi naluri seninya itu tinggi. Meski yang mereka beli benda yang dibuat dari barang bekas. Orang Indonesia? Mereka lebih suka beli barang baru dan nggak mau beli barang yang terbuat dari barang bekas. Meski ada, tapi sedikit," ceritanya.

Butuh suntikan modal

Usaha Joko beromset puluhan ribu dolar ini masih tergolong kecil. Itu kata Joko. Sebab selma 6 tahun usaha, Joko belum mempunyai kantor dan gudang penyimpanan produknya. Dia masih memerlukan suntikan dana Rp2 miliar. Uang itu untuk membeli gudang dan membangun kantor.

Selama ini Joko masih bekerjasama dengan perusahaan furniture dan rotan olahan di Cirebon. Joko menitip produknya untuk dipasarkan. Sebab untuk tembus pasar internasional atau ekspor, Joko harus mempunyai beberapa syarat. Semisal LC dari bank sebagai pembayaran.

"Setidaknya saya harus mempunyai angka Rp2 miliar. Untuk home base produksi, bukan manajemen. Saya harus punya sendiri," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakai Celemek dan Bawa Ember, PRT Semarang Tuntut Perlindungan

Pakai Celemek dan Bawa Ember, PRT Semarang Tuntut Perlindungan

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 13:42 WIB

Ribuan PRT Demo Nasional Selama 3 Hari

Ribuan PRT Demo Nasional Selama 3 Hari

News | Sabtu, 21 Maret 2015 | 21:34 WIB

Kualitas Produk Kreatif Daerah Tertinggal Indonesia Tak Kalah

Kualitas Produk Kreatif Daerah Tertinggal Indonesia Tak Kalah

News | Jum'at, 20 Maret 2015 | 16:53 WIB

AS Kembali Jadi Eksportir Senjata Terbesar

AS Kembali Jadi Eksportir Senjata Terbesar

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 13:04 WIB

2015, Bukalapak.com Incar Satu Juta Penjual

2015, Bukalapak.com Incar Satu Juta Penjual

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2015 | 21:32 WIB

Usaha Pencacah Sampah Bisa Hasilkan Uang Rp250 Juta

Usaha Pencacah Sampah Bisa Hasilkan Uang Rp250 Juta

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2015 | 08:19 WIB

Kadin: Ada 32 RUU yang Bisa Perbaiki Iklim Bisnis

Kadin: Ada 32 RUU yang Bisa Perbaiki Iklim Bisnis

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 16:29 WIB

Terkini

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB