Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ini Syarat Diversifikasi Energi di Indonesia Menurut Jusuf Kalla

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 14 April 2015 | 16:16 WIB
Ini Syarat Diversifikasi Energi di Indonesia Menurut Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla saat diterima PM Jepang, Shinzo Abe, di Sendai, Jepang, Sabtu (14/3/2015). [Setwapres/Jeri Wongiyanto]

Suara.com - Untuk mencapai diversifikasi energi di Indonesia, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menekankan tiga prinsip utama untuk wujudkan mimpi tersebut, yakni bersih, murah dan mudah.

JK menegaskan diversifikasi energi ini harus segera dijalankan mengingat cadangan energi di Indonesia terus menurun dan produksi tak bertambah.

"Untuk menjalankan diversifikasi energi ingat BBM. harus bersih,murah dan mudah. Contohnya batu bara, dia murah tapi kotor jadi belum termasuk dalam diversifikasi energi," jelasnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4/2015).

JK menuturkan, masalah diversifikasi energi tidak boleh sebatas dibicarakan atau dibahas dalam seminar saja, tapi perlu dijalankan. Begitu pemerintah sudah menetapkan kebijakan, maka pelaksanaannya harus dijalankan dengan jelas.

"Sudah habis kita punya waktu banyak bicarakan hal ini, tinggal pelaksanaannya. Memang Indonesia kalau bisa selesaikan masalah dengan seminar, negeri ini sudah selesai semua masalahnya," katanya.

JK menyebutkan, salah satu energi alternatif yang bisa menjadi pilihan diversifikasi ialah energi air (hydro) karena dianggap paling bersih, dan memiliki harga yang stabil. Saat ini, tersedia energi hydro sebanyak 75.000 megawatt (MW) di Indonesia.

Geotermal atau energi panas bumi juga dapat menjadi alternatif energi meski masih ada kendala terkait perizinan.

Menanggapi hal itu, JK mengaku sudah memiliki solusi untuk menerobos hambatan birokrasi tersebut. 

Terdapat pula energi angin meski bergantung pada keterbatasan teknologi. Dia meyakini teknologi pembangkit energi angin akan terus berkembang dalam 10 tahun mendatang, kendati tak bisa digunakan secara optimal untuk kegiatan industri.

Selain itu, terdapat pula energi surya dan energi nabati yang belum digarap dengan lebih optimal.

"Dari semua itu, prime energi itu bermacam-macam, yang paling kita kenal BBM atau fossil oil. Kita paling butuh, tapi paling kita hindari," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepuluh Tahun Lagi, 90 Persen Pasokan BBM Indonesia Dari Impor

Sepuluh Tahun Lagi, 90 Persen Pasokan BBM Indonesia Dari Impor

Bisnis | Selasa, 14 April 2015 | 15:01 WIB

Pemerintah Tunjuk Pertamina sebagai BUMN Khusus Hilir Migas

Pemerintah Tunjuk Pertamina sebagai BUMN Khusus Hilir Migas

Bisnis | Jum'at, 10 April 2015 | 14:48 WIB

Zulkifli: Pemerintah Harus Hati-hati Tetapkan Harga BBM

Zulkifli: Pemerintah Harus Hati-hati Tetapkan Harga BBM

Bisnis | Minggu, 05 April 2015 | 13:11 WIB

Laut Bisa Jadi Alternatif Sumber Energi

Laut Bisa Jadi Alternatif Sumber Energi

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2014 | 09:43 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

×