Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.496,891
LQ45 639,675
Srikehati 310,959
JII 394,346
USD/IDR 17.690

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:09 WIB
Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ambruk ke Rp17.795 per dolar AS, nyaris menyentuh level psikologis Rp17.800.
  • Pelemahan dipicu sentimen domestik dan pasar saham yang negatif, bukan karena dolar AS.
  • Investor ragu pada dampak Danantara dan memilih wait and see terhadap aset SBN.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan performa minor pada perdagangan Selasa sore (26/5/2026). Mata uang Garuda kian tak bertenaga dan bergerak mendekati level psikologis baru di Rp17.800 per dolar AS akibat sentimen negatif isu domestik.

Mengutip data Bloomberg di pasar spot, rupiah ditutup ambruk ke level Rp17.795 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 50 poin atau setara 0,25 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pada Senin kemarin yang berada di level Rp17.744.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa rontoknya kurs rupiah kali ini murni dipicu oleh sentimen negatif dari dalam negeri. Kondisi ini terbilang ironis mengingat indeks dolar AS (DXY) sebenarnya sedang mengalami tren pelemahan.

"Pelemahan rupiah hari ini lebih banyak dipengaruhi faktor domestik. DXY walau naik, namun relatif terbatas, sehingga tekanan terhadap rupiah berasal dari sentimen dalam negeri," ujar Lukman saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).

Menurut Lukman, rapor merah di pasar saham domestik menjadi indikator jelas bahwa minat risiko (risk appetite) investor asing belum pulih. Kondisi ini otomatis menempatkan rupiah dalam posisi tertekan.

Lebih lanjut, Lukman menilai langkah Bank Indonesia (BI) yang mengerek suku bunga acuan pada pekan lalu ternyata belum cukup kuat untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Investor global saat ini justru cenderung mengambil sikap wait and see dan mulai menghindari Surat Berharga Negara (SBN). Keraguan pasar kian menebal seiring dengan rencana pembentukan lembaga baru, Danantara Sumber Daya Indonesia.

"Investor juga ragu terhadap Indonesia dengan adanya pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia. Selain itu, pasar mencermati defisit neraca transaksi berjalan yang cukup besar serta rencana ekspor one door (satu pintu) melalui Danantara yang sejauh ini belum direspons positif," urai Lukman.

Ke depan, pergerakan rupiah masih dibayangi ketidakpastian global, khususnya terkait respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan oleh AS.

baca juga

Meski demikian, Lukman menyebut rupiah masih memiliki peluang untuk bangkit dan membalikkan keadaan apabila bank sentral mengambil langkah konkret di pasar valuta asing.

"Kecuali ada perkembangan positif seputar proposal damai AS dan intervensi BI, rupiah diperkirakan masih akan melemah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:29 WIB

Terkini

DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis

DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Tangani Dampak Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Layanan Adminduk Hingga Bantuan Presiden Berjalan

Tangani Dampak Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Layanan Adminduk Hingga Bantuan Presiden Berjalan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Panas! Disindir Dicariin Masyarakat, Kiky Saputri Sebut Barisan Sakit Hati Pilpres

Panas! Disindir Dicariin Masyarakat, Kiky Saputri Sebut Barisan Sakit Hati Pilpres

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk

Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:25 WIB

European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Jabar | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital

Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok

Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:17 WIB

SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan

SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan

Jogja | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:15 WIB

×