Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:09 WIB
Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah ambruk ke Rp17.795 per dolar AS, nyaris menyentuh level psikologis Rp17.800.
  • Pelemahan dipicu sentimen domestik dan pasar saham yang negatif, bukan karena dolar AS.
  • Investor ragu pada dampak Danantara dan memilih wait and see terhadap aset SBN.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan performa minor pada perdagangan Selasa sore (26/5/2026). Mata uang Garuda kian tak bertenaga dan bergerak mendekati level psikologis baru di Rp17.800 per dolar AS akibat sentimen negatif isu domestik.

Mengutip data Bloomberg di pasar spot, rupiah ditutup ambruk ke level Rp17.795 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 50 poin atau setara 0,25 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pada Senin kemarin yang berada di level Rp17.744.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa rontoknya kurs rupiah kali ini murni dipicu oleh sentimen negatif dari dalam negeri. Kondisi ini terbilang ironis mengingat indeks dolar AS (DXY) sebenarnya sedang mengalami tren pelemahan.

"Pelemahan rupiah hari ini lebih banyak dipengaruhi faktor domestik. DXY walau naik, namun relatif terbatas, sehingga tekanan terhadap rupiah berasal dari sentimen dalam negeri," ujar Lukman saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).

Menurut Lukman, rapor merah di pasar saham domestik menjadi indikator jelas bahwa minat risiko (risk appetite) investor asing belum pulih. Kondisi ini otomatis menempatkan rupiah dalam posisi tertekan.

Lebih lanjut, Lukman menilai langkah Bank Indonesia (BI) yang mengerek suku bunga acuan pada pekan lalu ternyata belum cukup kuat untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Investor global saat ini justru cenderung mengambil sikap wait and see dan mulai menghindari Surat Berharga Negara (SBN). Keraguan pasar kian menebal seiring dengan rencana pembentukan lembaga baru, Danantara Sumber Daya Indonesia.

"Investor juga ragu terhadap Indonesia dengan adanya pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia. Selain itu, pasar mencermati defisit neraca transaksi berjalan yang cukup besar serta rencana ekspor one door (satu pintu) melalui Danantara yang sejauh ini belum direspons positif," urai Lukman.

Ke depan, pergerakan rupiah masih dibayangi ketidakpastian global, khususnya terkait respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan oleh AS.

Meski demikian, Lukman menyebut rupiah masih memiliki peluang untuk bangkit dan membalikkan keadaan apabila bank sentral mengambil langkah konkret di pasar valuta asing.

"Kecuali ada perkembangan positif seputar proposal damai AS dan intervensi BI, rupiah diperkirakan masih akan melemah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:29 WIB

Terkini

Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:46 WIB

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:34 WIB

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:29 WIB

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:50 WIB

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:43 WIB