Kebutuhan Pokok Mengalami Defisit Neraca Perdagangan

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 15 April 2015 | 15:22 WIB
Kebutuhan Pokok Mengalami Defisit Neraca Perdagangan
Warga memilih daging [Antara/Rahmad]
Badan Pusat Statistik mencatat beberapa kebutuhan pokok masyarakat mengalami defisit neraca perdagangan dengan negara lain. Hal ini terlihat dari impor kebutuhan pokok indonesia lebih besar dibandingkan ekspor dalam periode kuartal pertama 2015.

"Contohnya pada komoditas gandum dengan nilai defisit 518,10 juta dollar AS. Impor gandum kita masih tinggi sampai saat ini, karena banyak pangan yang berbahan gandum sehingga bahan baku masih impor," kata Kepala BPS Suryamin di kantor BPS, Jakarta,  Rabu (15/4/2015).

Selain itu, defisit perdagangan juga terjadi pada komoditas bawang putih dan daging sapi dengan nilai masing-masing sebesar 75,24 juta dollar AS dan  47,52 juta dollar AS. Sementara cabai, bawang merah, dan tepung terigu masing-masing 7,41 juta dollar AS, 1,69 juta dollar AS dan 850 ribu dollar AS.

"Angkanya tidak terlalu besar karena sebagian kita masih bisa mencukupinya dari dalam negeri. Tetapi kalau bawang putih angkanya terus meningkat, karena kita untuk bawang putih masih andalkan impor sepenuhnya," katanya.

Komoditas lainnya, gula, yang tercatat mengalami defisit perdagangan senilai 345,13 juta dollar AS. Disusul kedelai dengan defisit mencapai 292,81 juta dollar AS dan komoditas jagung defisit sebesar 248,33 juta dollar AS. 

"Kita masih impor kedelai karena banyak petani yang enggan menanam kedelai karena kepastian harga yang belum menentu. Jadi mereka masih itung-itungan. Kalau impor jagung itu hanya untuk bahan makanan untuk ternak lebih banyaknya," kata Suryamin. 

Selanjutnya, BPS menyebutkan Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 7.912 ton senilai 3,1 juta dollar AS pada Februari 2015. Turun dibandingkan sebulan sebelumnya yaitu 16.600 ton atau  8,3 juta dollar AS.  Nilai defisit neraca perdagangan beras periode kuartal I 2015 sebesar 29,19 juta dollar AS.  

Suryamin menyebutkan beras yang diimpor bukanlah yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Beras tersebut adalah beras khusus yang memang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

"Beras yang diimpor itu memiliki kriteria khusus. Ada jenis-jenisnya dan hampir semua itu tidak bisa diperoleh di dalam negeri. Impor beras untuk bibit, kebutuhan restoran Jepang, India, restoran Vietnam yang menyajikan makanan dengan beras khusus dan hanya bisa didatangkan dari luar negeri. Impor beras pun untuk tepung dan ada kebutuhan bagi penderita penyakit tertentu, seperti diabetes, dan lainnya," katanya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Sembako Ikut Naik

Harga Sembako Ikut Naik

Foto | Selasa, 31 Maret 2015 | 11:25 WIB

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Melambung

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Melambung

Bisnis | Senin, 29 Desember 2014 | 02:46 WIB

Kenaikan Harga Bahan Pokok

Kenaikan Harga Bahan Pokok

Foto | Kamis, 20 November 2014 | 11:45 WIB

SBY: Kenaikan Harga Selama Ramadan Harus Dikelola

SBY: Kenaikan Harga Selama Ramadan Harus Dikelola

Bisnis | Senin, 30 Juni 2014 | 11:43 WIB

Pedagang: Hampir Semua Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pedagang: Hampir Semua Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2014 | 13:39 WIB

Pedagang: Produsen Menaikkan Harga, Kami Hanya Mengikuti

Pedagang: Produsen Menaikkan Harga, Kami Hanya Mengikuti

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2014 | 14:00 WIB

Terkini

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Tulang dan Nadi: Lagu Tiara Andini yang Bikin Saya Sadar Cinta Itu Ujian

Tulang dan Nadi: Lagu Tiara Andini yang Bikin Saya Sadar Cinta Itu Ujian

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Sorot Analisis Kapolri, Pengamat Minta Keamanan Ruang Digital Masuk Kebijakan Pertahanan Negara

Sorot Analisis Kapolri, Pengamat Minta Keamanan Ruang Digital Masuk Kebijakan Pertahanan Negara

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:27 WIB

Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi

Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 17:27 WIB

Bedak Marcks Ada Berapa Shade? Kenali Pilihannya Sesuai Warna Kulit

Bedak Marcks Ada Berapa Shade? Kenali Pilihannya Sesuai Warna Kulit

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:25 WIB

Apakah Sepatu Skechers Arch Fit Bisa untuk Lari? Ini Penjelasannya

Apakah Sepatu Skechers Arch Fit Bisa untuk Lari? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:23 WIB

×