Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB
Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah kembali menembus Rp18.000 per dolar AS.
  • HSBC melihat rupiah sulit menguat signifikan hingga akhir 2026.
  • Penguatan dolar AS jadi tekanan utama rupiah saat ini.

Suara.com - Rupiah berpotensi bakal permanen di level Rp18.000 sepanjang 2026. Ruang penguatan mata uang Garuda ini boleh dibilang makin sempit untuk mencapai ke level Rp17.000 per dolar AS.

Chief Asia Economist HSBC Frederic Neumann mengatakan ruang pergerakan rupiah hingga akhir tahun relatif terbatas. Dengan hanya tersisa sekitar tiga bulan, HSBC melihat rupiah cenderung bertahan di sekitar Rp18.000 per dolar AS atau sedikit melemah.

"Jika Anda meminta target kepada saya, sekitar 18.000 misalnya akan menjadi target yang masuk akal. Tetapi itu lebih menunjukkan kekuatan dolar daripada kelemahan rupiah," kata Frederic dalam Media Briefing HSBC Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut dia, penguatan dolar AS terjadi terhadap berbagai mata uang global seiring perkembangan kebijakan suku bunga The Fed. Situasi tersebut membuat ruang bagi rupiah untuk menguat menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, Frederic menilai tekanan yang secara spesifik menghantam rupiah pada awal 2026 sudah mereda. Stabilitas tersebut antara lain ditopang respons Bank Indonesia (BI) melalui kebijakan suku bunga serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

"Pesan utamanya di sini adalah bahwa tidak ada lagi kelemahan rupiah yang spesifik seperti yang kita alami di awal tahun. Itu telah teratasi," ujarnya.

Namun, kondisi tersebut belum berarti rupiah akan segera kembali perkasa. Justru, proyeksi HSBC menunjukkan mata uang Garuda masih akan menghadapi periode perdagangan yang relatif sempit hingga memasuki 2027.

Frederic mengatakan rupiah berpeluang mendapatkan dorongan pada tahun depan apabila dolar AS mulai kehilangan kekuatannya. Dengan kata lain, penguatan rupiah lebih banyak bergantung pada perubahan kondisi global ketimbang munculnya katalis domestik yang kuat.

"Kami berpikir memasuki tahun depan rentang perdagangan rupiah akan relatif sempit," katanya.

baca juga

Mengutip data Bloomberg, rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026) berada di sekitar Rp18.001 per dolar AS, melemah 23 poin atau 0,13% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.978 per dolar AS.

Tekanan tersebut juga terjadi ketika pasar global kembali menghadapi penguatan dolar AS. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, kembali tertekan. Reuters mencatat imbal hasil Treasury AS 10 tahun telah mencapai 5,27%, level tertinggi dalam 19 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Sorot Analisis Kapolri, Pengamat Minta Keamanan Ruang Digital Masuk Kebijakan Pertahanan Negara

Sorot Analisis Kapolri, Pengamat Minta Keamanan Ruang Digital Masuk Kebijakan Pertahanan Negara

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:27 WIB

Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi

Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 17:27 WIB

Bedak Marcks Ada Berapa Shade? Kenali Pilihannya Sesuai Warna Kulit

Bedak Marcks Ada Berapa Shade? Kenali Pilihannya Sesuai Warna Kulit

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:25 WIB

Apakah Sepatu Skechers Arch Fit Bisa untuk Lari? Ini Penjelasannya

Apakah Sepatu Skechers Arch Fit Bisa untuk Lari? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:23 WIB

Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia: Baterai 6.000 mAh, Fitur AI, dan Update 6 Tahun

Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia: Baterai 6.000 mAh, Fitur AI, dan Update 6 Tahun

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:20 WIB

Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya

Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:17 WIB

Tragis! Afghanistan Tersingkir dari Asian Games 2026 Tanpa Bertanding karena Lapangan Banjir

Tragis! Afghanistan Tersingkir dari Asian Games 2026 Tanpa Bertanding karena Lapangan Banjir

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 17:16 WIB

Essence Toner Wardah untuk Apa? Ini Variannya, Fungsi, dan Review Pengguna

Essence Toner Wardah untuk Apa? Ini Variannya, Fungsi, dan Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:15 WIB

Duduk Perkara Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Bukan karena Positif Doping

Duduk Perkara Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Bukan karena Positif Doping

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 17:08 WIB

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:06 WIB

×