Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Dua Tahun Lagi Indonesia Masuk Barisan Raksasa Ekonomi Asia

Liberty Jemadu

Jum'at, 17 April 2015 | 19:36 WIB
Dua Tahun Lagi Indonesia Masuk Barisan Raksasa Ekonomi Asia
Sejumlah pencari kerja sedang mengisi formulir dalam sebuah arena bursa kerja di Jakarta (Reuters/Beawiharta).

Suara.com - Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara dengan perekonomian bernilai triliunan dolar Amerika Serikat dalam dua tahun, bergabung dengan Cina, Jepang, India, Australia, dan Korea Selatan.

"Perekonomian Indonesia punya kapasitas besar untuk bertumbuh dalam jangka panjang, dengan pertumbuhan sekitar 5,4 persen per tahun selama periode 2016 sampai 2020," kata Rajiv Biswas, ekonom senior pada lembaga riset IHS kawasan Asia Pasifik.

Pertumbuhan ini akan mengangkat pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Indonesia yang saat ini sebesar 870 miliar dolar menjadi 1,14 triliun dolar pada 2017. Jika tren ini terus berlanjut, maka pada 2023 GDP Indonesia akan naik dua kali lipat menjadi 2,1 triliun dolar pada 2023, melewati Australia dengan GDP 1,52 triliun dolar.

"Dalam skala global perekonomian Indonesia akan lebih besar dari Rusia, Spanyol, atau Belanda pada 2023," imbuh Biswas.

Ia mengatakan bahwa faktor pendorong perekonomian Indonesia adalah stabilnya konsumsi pasar domestik - dengan pertumbuhan kelas menengah yang pesat -, meski harga komoditas terus turun dan kebijakan moneter ketat.

Naikan Pamor di Pergaulan Internasional

Perekonomian Indonesia yang akan bertumbuh pesat pada satu dekade mendatang akan punya dampak geopolitik signifikan. Suara Indonesia akan lebih didengar oleh dunia internasinoal dan institusi-institusi ekonomi dunia, termasuk di dalamnya G20, IMF, Bank Dunia, dan PBB.

"Bangkitnya GDP Indonesia akan menciptakan perdagangan bilateral dan membuka peluang investasi di berbagai segmen pasar, industri, sumber daya alam, manufaktur, dan jasa," kata Biswas.

GDP per kapita Indonesia juga diperkirakan meningkat menjadi 8.700 dolar AS pada 2025 dari saat ini yang hanya 3.400 dolar. Naiknya GDP per kapita akan menjadikan Indonesia pasar yang berkembang paling pesat di dunia.

Tantangan

Meski demikian, Biswas meningatkan bahwa ada beberapa tantangan utama yang harus dibereskan oleh pemerintah. Masalah-masalah itu antara lain meningkatkan iklim bisnis dan penciptaan lapangan kerja.

"Struktur demografi Indonesia yang penuh dengan kaum muda, berarti bahwa sekitar 2,4 juta orang akan masuk ke usia kerja setiap tahun dalam satu dekade ke depan. Itu membutuhkan pertumbuhan lapangan kerja yang cepat untuk para pencari kerja usia muda dan untuk mengurangi risiko konflik sosial," ujar dia.

Pemerintah juga harus bekerja keras untuk tidak lagi bertumpu pada ekspor komoditas dan menciptakan peluang ekonomi lain yang lebih beragam. Hal ini perlu dilakukan mengingat terus turunnya harga komoditas ekspor utama Indonesia sejak 2011, termasuk batu bara.

"Karenanya prioritas kunci Indonesia adalah untuk mendiversifikasi ekspor ke arah manufaktur, yang akan membantu menciptakan pertumbuhan lapangan kerja dan rantai pasokan domestik yang terkait dengan industri tersebut," pungkas Biswas. (CNBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kadin: Ada 32 RUU yang Bisa Perbaiki Iklim Bisnis

Kadin: Ada 32 RUU yang Bisa Perbaiki Iklim Bisnis

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 16:29 WIB

Golkar: Perekonomian Makro Indonesia Masih Rentan

Golkar: Perekonomian Makro Indonesia Masih Rentan

Bisnis | Kamis, 20 November 2014 | 07:39 WIB

Perekonomian Indonesia 2015 Dipengaruhi Dua Negara Ini

Perekonomian Indonesia 2015 Dipengaruhi Dua Negara Ini

Bisnis | Kamis, 04 September 2014 | 14:20 WIB

Sektor Perindustrian Topang Perekonomian Indonesia

Sektor Perindustrian Topang Perekonomian Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 September 2014 | 14:42 WIB

Mantan PM Jepang Puji Perekonomian Indonesia

Mantan PM Jepang Puji Perekonomian Indonesia

Bisnis | Senin, 01 September 2014 | 13:00 WIB

Jumlah Kelas Menengah di Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Jumlah Kelas Menengah di Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 12:51 WIB

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2014 | 00:58 WIB

Kinerja Perekonomian Indonesia Jadi Buah Bibir Dunia

Kinerja Perekonomian Indonesia Jadi Buah Bibir Dunia

Bisnis | Senin, 26 Mei 2014 | 10:50 WIB

Terkini

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

×