Dua Tahun Lagi Indonesia Masuk Barisan Raksasa Ekonomi Asia

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 17 April 2015 | 19:36 WIB
Dua Tahun Lagi Indonesia Masuk Barisan Raksasa Ekonomi Asia
Sejumlah pencari kerja sedang mengisi formulir dalam sebuah arena bursa kerja di Jakarta (Reuters/Beawiharta).

Suara.com - Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara dengan perekonomian bernilai triliunan dolar Amerika Serikat dalam dua tahun, bergabung dengan Cina, Jepang, India, Australia, dan Korea Selatan.

"Perekonomian Indonesia punya kapasitas besar untuk bertumbuh dalam jangka panjang, dengan pertumbuhan sekitar 5,4 persen per tahun selama periode 2016 sampai 2020," kata Rajiv Biswas, ekonom senior pada lembaga riset IHS kawasan Asia Pasifik.

Pertumbuhan ini akan mengangkat pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Indonesia yang saat ini sebesar 870 miliar dolar menjadi 1,14 triliun dolar pada 2017. Jika tren ini terus berlanjut, maka pada 2023 GDP Indonesia akan naik dua kali lipat menjadi 2,1 triliun dolar pada 2023, melewati Australia dengan GDP 1,52 triliun dolar.

"Dalam skala global perekonomian Indonesia akan lebih besar dari Rusia, Spanyol, atau Belanda pada 2023," imbuh Biswas.

Ia mengatakan bahwa faktor pendorong perekonomian Indonesia adalah stabilnya konsumsi pasar domestik - dengan pertumbuhan kelas menengah yang pesat -, meski harga komoditas terus turun dan kebijakan moneter ketat.

Naikan Pamor di Pergaulan Internasional

Perekonomian Indonesia yang akan bertumbuh pesat pada satu dekade mendatang akan punya dampak geopolitik signifikan. Suara Indonesia akan lebih didengar oleh dunia internasinoal dan institusi-institusi ekonomi dunia, termasuk di dalamnya G20, IMF, Bank Dunia, dan PBB.

"Bangkitnya GDP Indonesia akan menciptakan perdagangan bilateral dan membuka peluang investasi di berbagai segmen pasar, industri, sumber daya alam, manufaktur, dan jasa," kata Biswas.

GDP per kapita Indonesia juga diperkirakan meningkat menjadi 8.700 dolar AS pada 2025 dari saat ini yang hanya 3.400 dolar. Naiknya GDP per kapita akan menjadikan Indonesia pasar yang berkembang paling pesat di dunia.

Tantangan

Meski demikian, Biswas meningatkan bahwa ada beberapa tantangan utama yang harus dibereskan oleh pemerintah. Masalah-masalah itu antara lain meningkatkan iklim bisnis dan penciptaan lapangan kerja.

"Struktur demografi Indonesia yang penuh dengan kaum muda, berarti bahwa sekitar 2,4 juta orang akan masuk ke usia kerja setiap tahun dalam satu dekade ke depan. Itu membutuhkan pertumbuhan lapangan kerja yang cepat untuk para pencari kerja usia muda dan untuk mengurangi risiko konflik sosial," ujar dia.

Pemerintah juga harus bekerja keras untuk tidak lagi bertumpu pada ekspor komoditas dan menciptakan peluang ekonomi lain yang lebih beragam. Hal ini perlu dilakukan mengingat terus turunnya harga komoditas ekspor utama Indonesia sejak 2011, termasuk batu bara.

"Karenanya prioritas kunci Indonesia adalah untuk mendiversifikasi ekspor ke arah manufaktur, yang akan membantu menciptakan pertumbuhan lapangan kerja dan rantai pasokan domestik yang terkait dengan industri tersebut," pungkas Biswas. (CNBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI