Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 11 Juli 2014 | 00:58 WIB
Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings dalam rilis terbaru mengingatkan pemerintahan baru hasil pemilihan umum untuk meneruskan reformasi struktural, agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkelanjutan.

"Reformasi struktural untuk mendorong produktivitas, termasuk menciptakan lingkungan bisnis dengan menghilangkan hambatan birokrasi serta membenahi infrastruktur, agar pertumbuhan ekonomi kembali ke masa sebelum 2008 yaitu di atas enam persen," bunyi pernyataan Fitch yang diterima di Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Fitch memaparkan reformasi struktural dalam jangka panjang dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, namun saat ini Indonesia harus mengatasi gangguan turbulensi dan tekanan eksternal agar stabilisasi ekonomi tetap terjaga.

"Fitch percaya dengan prospek Indonesia yang akan mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, melalui prioritas maupun kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilisasi ekonomi dalam jangka pendek," bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Saat ini, ekonomi Indonesia masih rentan karena defisit transaksi berjalan sempat mengalami pelebaran, masih tergantung dari harga komoditas di pasar internasional yang melemahkan sektor ekspor dan pasar keuangan yang dangkal.

Pelemahan nilai tukar rupiah ikut menyebabkan tingginya nilai impor minyak, yang menyebabkan pemerintah harus meningkatkan defisit anggaran dalam APBN-Perubahan dari sebelumnya 1,7 persen menjadi 2,4 persen terhadap PDB.

"Fitch percaya upaya mengatasi beban belanja subsidi tidak akan tercapai, tanpa adanya revisi harga BBM. Risiko dari kebijakan ketat The Fed, berpotensi meningkatkan gejolak di pasar keuangan, selain dampak fiskal karena peningkatan belanja subsidi," ujar rilis itu.

Pemerintah dan Bank Indonesia telah berupaya melakukan kebijakan fiskal dan moneter ketat, yang terlihat dari turunnya defisit neraca perdagangan hingga 2,4 juta dolar AS dari sebelumnya 9,1 juta dolar AS pada September 2013.

Selain itu, cadangan devisa meningkat 8,3 persen year to date hingga mencapai kisaran 108 juta dolar AS pada Juli 2014. Kebijakan moneter ketat terlihat dari inflasi yang turun 6,7 persen year on year, dan perlambatan pertumbuhan kredit hingga 17,4 persen.

Fitch mencatat kemampuan dua kandidat calon presiden dalam melaksanakan kebijakan di tingkat nasional belum teruji, namun ditunggu adanya implementasi kebijakan ekonomi dari pemerintahan baru yang berpengaruh langsung terhadap peringkat utang Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI