Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Pakar: Mohon Maaf, Kedaulatan Pangan Jokowi Masih Wacana

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 25 Mei 2015 | 16:09 WIB
Pakar: Mohon Maaf, Kedaulatan Pangan Jokowi Masih Wacana
Petani mengalami kekeringan di Kampung Cijulang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (11/9). [Antara/Adeng Bustomi]

Suara.com - Presiden Joko Widodo menargetkan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Indonesia sudah bisa mencapai kedaulatan pangan. Tapi kenyataannya, sekarang bangsa ini justru masuk dalam fase krisis pangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Institute Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso dalam diskusi Pangan Kita di Jakarta, Senin (25/5/2015).

Dwi menilai program Nawa Cita pemerintah baru sebatas wacana.

“Mohon maaf, kedaulatan pangan sampai sekarang masih wacana dan sangat indah untuk diucapkan. Dalam kenyataannya sampai sekarang masih jauh dari program-program yang dicanangkan tersebut. Ini akan menjadi sebuah problem,” kata dia.

Itu sebabnya, Dwi meminta pemerintah segera membangun infrastruktur dan memperbaiki sektor hulu agar kedaulatan pangan benar-benar tercapai.

“Pembangunan hulu memang sudah dilakukan tapi masih ada yang miss. Misalnya, pembangunan bendungan yang rencananya akan dibangun di Bogor. Ketika kita membangun bendungan nanti airnya dari mana? Karena di atasnya rusak. Harusnya di atasnya dibangun dulu, taman-taman dulu. Ketika membangun bendungan, harus memperhatikan infrastruktur lainnya. Airnya darimana kalau di atas bendungan rusak. Jadi harus dibangun fasilitas lain, khawatir bendungan tidak bisa digunakan. Jadi harus ada perencanaan sangat matang,” katanya.

Dwi mengatakan perencanaan yang kurang matang malah menimbulkan masalah baru. Hal ini, katanya, akan terus menjadi penghambat pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan dan menyelesaikan krisis pangan.

“Nanti, kan kalau sudah dibangun bendungan airnya keluar atau tidak malah jadi masalah baru lagi. Nanti Kementerian Pertanian jadi bingung lagi. Jadi ke depan komunikasi dan perencanaan yang baik harus dipersiapkan dengan matang. Agar pemerintah tidak terus berkutat mengurusi masalah yang itu-itu saja,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Harga Pangan Diminta Transparan dan Sinergis

Tim Harga Pangan Diminta Transparan dan Sinergis

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2015 | 13:37 WIB

Pertemuan 100 Ahli Pangan

Pertemuan 100 Ahli Pangan

Foto | Senin, 30 Maret 2015 | 12:11 WIB

Alih Fungsi Sawah Jadi Permukiman Akan Dibatasi

Alih Fungsi Sawah Jadi Permukiman Akan Dibatasi

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2015 | 14:48 WIB

Swasembada Pangan Bisa Dicapai dengan Sejumlah Syarat

Swasembada Pangan Bisa Dicapai dengan Sejumlah Syarat

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2015 | 13:42 WIB

Terkini

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB