Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

Stok Beras Aman Jelang Ramadan

Ardi Mandiri | Suara.com

Sabtu, 30 Mei 2015 | 15:18 WIB
Stok Beras Aman Jelang Ramadan
Aktivitas pedagang beras di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah menjamin ketersediaan atau stok beras menjelang bulan puasa pada pertengahan Juni 2015 dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan menjelang Ramadhan, pasokan kebutuhan pokok berupa beras untuk masyarakat masih mencukupi. Stok beras saat ini sebanyak 6,97 juta ton per 22 Mei 2015.

"Itu masih belum kita lihat produksi (Mei-Juli 2015)," katanya.

Srie menjelaskan, stok sebanyak 6,97 juta ton itu terbagi dari stok Perum Bulog sebanyak 1,32 juta ton, stok indikatif penggilingan sebanyak 5,4 juta ton dan stok indikatif di 165 pasar sebanyak 246.000 ton.

Sementara itu, kebutuhan masyarakat saat ini diperkirakan sebanyak 8,1 juta ton. Itu artinya Indonesia mengalami defisit pasokan beras. Namun jumlah stok dipastikan akan bertambah jika produksi Mei hingga Juli 2015 sudah diketahui.

Menurut Srie, pada Mei hingga Juli 2015 yang merupakan masa panen, akan ada tambahan pasokan sebanyak 3,14 juta ton, sehingga total stok beras sampai Juli 2015 nanti diperkirakan sebanyak 10,11 juta ton.

Dengan kebutuhan sekitar 8,19 juta ton hingga Juli 2015, sementara pasokan hingga periode yang sama sebanyak 10,11 juta ton maka akan ada surplus sebesar 1,92 juta ton.

Harga Stabil Berdasarkan data Laporan Pemantauan Harga dan Pasokan di Pasar Induk, Jakarta, harga beras untuk jenis tertentu masih stabil. Namun juga ada kenaikan untuk jenis lainnya.

Untuk harga per 26 Mei 2015, harga semua beras jenis Muncul stabil jika dibandingkan pekan sebelumnya. Untuk beras Muncul I Rp9.600 per kilogram (kg), Muncul II Rp8.800 per kg dan Muncul III Rp8.150 per kg. Beras IR64 I juga stabil dengan harga Rp9.200 per kg.

Sementara untuk beras IR64 II dan III mengalami kenaikan harga berkisar 1,32 hingga 2,41 persen jika dibandingkan minggu lalu, IR64 II naik menjadi Rp8.500 per kg dari pekan sebelumnya yang sebesar Rp8.300 per kilo, dan IR64 III naik menjadi Rp7.700 per kg dari sebelumnya Rp7.600 per kg.

Sementara itu, pasokan rata-rata beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) hingga 25 Mei 2015 tercatat sebanyak 2.636 ton. Pasokan tersebut naik 21,98 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penyaluran rata-rata beras ke pasar-pasar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan antarpulau sebesar 2.679 ton, yang naik 13,52 persen jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 2.360 ton.

Untuk stok beras di PIBC sebesar 44.373 yang naik 47,91 persen dari stok normal sebesar 30.000 ton. Dengan stok tersebut, akan mencukupi untuk kebutuhan beras DKI Jakarta selama kurang lebih 14 hari kedepan.

Sementara realisasi perdagangan beras antarpulau di PIBC pada waktu yang sama sebesar 15.261 ton, naik sebesar 30,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 11.653 ton.

Jangan Khawatir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan stok pangan khususnya beras pada Januari hingga April 2015 sebanyak 32 juta ton produksi. Jika dibagi per bulan, maka rata-rata memenuhi kebutuhan enam hingga tujuh bulan ke depan.

Dengan demikian, lanjut dia, hal itu dapat menutupi kebutuhan pada masa Ramadhan hingga setelah hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

"Jadi tidak perlu khawatir, karena stok yang ada bisa menutupi enam hingga tujuh bulan ke depan atau sampai Lebaran," katanya.

Mentan juga mengatakan, saat ini stok beras yang tersimpan di Bulog mencapai 1,3 juta ton. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus fokus untuk menanam, yang diyakini mampu mencukupi kebutuhan beras dalam negeri.

"Posisi beras aman, kita belum memikirkan untuk impor. Impor menjadi alternatif terakhir, kita tanam ikhtiar dan berdoa," kata menteri.

Terkait harga beras yang cukup tinggi, menurut Menteri, di beberapa wilayah harga gabah masih berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) seperti di Sabang sampai Merauke harga beras mencapai Rp6.700 per kg.

Ia mengatakan perlu dilakukan perubahan strategi. Selama ini Bulog hadir di penggilingan sehingga harga beras menguntungkan pedagang sebesar 50 hingga 100 persen. Sedangkan petani mendapatkan untung hanya 10 sampai 20 persen.

"Strateginya harus diubah, Bulog harus hadir di tengah petani, agar petani merasakan kehadiran Bulog," katanya.

Menteri juga minta Bulog agar kreatif dalam menghadapi regulasi terkait kadar air dengan menggunakan alat pengering, sehingga beras dari petani dapat diserah dengan harga yang lebih menyejahterakan petani.

Perum Bulog juga memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran 2015 cukup dan aman.

"Stok Bulog jelang puasa dan Lebaran, Alhamdulillah aman. Saat ini stok beras cukup untuk kebutuhan lima setengah bulan ke depan," kata Sekretaris Perum Bulog Djoni Nur Ashari.

Menurut dia, saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 1,3 juta ton yang mencukupi kebutuhan selama lima bulan ke depan. Ada pun pengadaan beras dalam negeri oleh perusahaan pelat merah itu mencapai rata-rata 25.000 ton per hari atau total sebanyak 1,1 juta ton dari target 2,75 juta ton tahun ini.

"Diharapkan stok terus bertambah karena panen juga masih akan terus berlangsung," katanya.

Terkait pengamanan harga beras menjelang Ramadhan dan Lebaran 2015, Djoni mengatakan pihaknya siap melakukan operasi pasar (OP) bila diperlukan.

"Nanti lihat tren harga seperti apa, kami siap lakukan OP kalau diperlukan," kata Djoni. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sanksi Bagi Pelaku Intimidasi Terhadap Pelapor Beras Plastik

Sanksi Bagi Pelaku Intimidasi Terhadap Pelapor Beras Plastik

Surat Pembaca | Jum'at, 29 Mei 2015 | 09:58 WIB

Ada Beras Dicampur Perwarna Putih, Polda Metro Operasi Pasar

Ada Beras Dicampur Perwarna Putih, Polda Metro Operasi Pasar

News | Kamis, 28 Mei 2015 | 16:28 WIB

Ada Beras Pewarna, Ahok Ancam Usir Penjual dari Pasar

Ada Beras Pewarna, Ahok Ancam Usir Penjual dari Pasar

News | Kamis, 28 Mei 2015 | 10:55 WIB

Kementan Buat Tim Khusus Untuk Antipasi Kemarau Panjang

Kementan Buat Tim Khusus Untuk Antipasi Kemarau Panjang

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2015 | 08:41 WIB

Terkini

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:04 WIB

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB