Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Selama Ini Beli Beras Ngutang ke Bank

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 01 Juni 2015 | 14:16 WIB
Pemerintah Selama Ini Beli Beras Ngutang ke Bank
Pedagang beras di Pasar Rumput, Jakarta Pusat, Kamis (21/5). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Direktur Pelayanan Publik Perum Badan Urusan Logistik Lely Pelitasari mengungkapkan bahwa sejak Bulog didirikan pada 1967, tidak pernah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Lely mengatakan dalam membeli beras petani, selama ini mengandalkan kredit komersial.

“Jadi sejak Bulog didirikan kalau beli beras dari petani itu kita menggunakan kredit komersial, tidak ada dalam ada anggaran pembelian beras di APBN. Jadi nanti kalau beras itu jadi beras raskin, nanti baru dibayar oleh pemerintah. Jadi yang dibayar pemerintah kepada Bulog itu subsidi,” kata Lely saat ditemui dalam diskusi Pangan Kita di Jakarta, Senin (1/6/2015).

Lely menjelaskan selama ini jika Bulog ingin membeli beras di petani, Bulog hanya bermodalkan surat dari pemerintah bahwa kredit yang diambil oleh Bulog ini telah dijamin.

“Jadi kita ketika mau mengajukan kredit komersial itu kita hanya memegang surat jaminan dari pemerintah, kalau kredit tersebut dijamin oleh pemerintah. Jadi ya kita memang dari dulu kalau untuk pembelian beras selama ini tidak ada dalam anggaran APBN,” katanya.

Menanggapi kondisi seperti ini, pengamat ekonomi dari lembaga Indef, Enny Sri Hartati, mengatakan posisi Bulog yang ternyata mengandalkan kredit komersial dalam menyerap beras petani akan sulit untuk meningkatkan stok beras nasional. Pasalnya, harus menunggu kredit disetujui dulu oleh pemerintah, sedangkan hasil panen terus menumpuk di petani.

“Lah ini urusannya jadi panjang lagi. Selama ini saja Bulog belum berjalan secara efektif, apalagi kalau pembelian berasnya harus mengandalkan kredit komersial. Ini, kan urusannya jadi panjang lagi. Jadi ini perlu diperbaiki oleh pemerintah, misalnya dengan membentuk menjadi lembaga independen,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah membentuk lembaga independen, lembaga ini nanti dapat mengurus pengadaan dan memenuhi target pengusaan yang dilakukan Bulog.

“Kalau melalui APBN, mekanismenya akan terlambat terus. Kan musim panen, suklus pangan enggak bisa ngikutin siklus APBN. Jadi bentuk lembaga independen, pemerintah memberikan penyertaan modalnya di sana ini kan lebih efektif. Kan kalau mau kredit komersial harus nunggu APBN dulu, kapan beli berasnya. Ini yang harus diperhatikan,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Diminta Ubah Bulog Jadi LPNK

Presiden Jokowi Diminta Ubah Bulog Jadi LPNK

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2015 | 13:43 WIB

Cegah Inflasi, Jokowi Rombak Fungsi Bulog

Cegah Inflasi, Jokowi Rombak Fungsi Bulog

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2015 | 15:51 WIB

10 Tahun Impor Pangan 346 Persen, Bagaimana Swasembada Pangan?

10 Tahun Impor Pangan 346 Persen, Bagaimana Swasembada Pangan?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 14:09 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×