Kisah Penjual Makanan Keliling Sukses Jadi Bos Kerupuk

Siswanto

Minggu, 07 Juni 2015 | 19:50 WIB
Kisah Penjual Makanan Keliling Sukses Jadi Bos Kerupuk
Uang rupiah [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

"Semua mesin saya rancang sendiri karena belum ada pabrik yang membuat mesin khusus untuk memproduksi kerupuk merah," kata dia.

Namun, musibah datang menghampiri Ramalius karena kompor meledak tempat usahanya terbakar pada 2006 menyebabkan seluruh alat produksinya ludes.

Tidak hanya peralatan, kaki Ramalius, juga sempat disambar api sehingga mengalami luka bakar ketika itu.

"Uang habis, oven dan semua peralatan produksi juga tidak bisa dipakai," katanya.

Karena ingin terus melanjutkan usahanya yang telah menghidupinya, Ramalius mencoba mencari pinjaman modal untuk mulai kembali.

Berdasarkan anjuran tetangga ia mengajukan permohonan bantuan modal usaha ke Lembaga Amil Zakat PT. Semen Padang.

"Alhamdulillah permohonan ditanggapi LAZ Semen Padang dibantu Rp10 juta yang langsung dibelikan alat alat, berupa mesin potong, alat pengaduk dan oven," kata dia.

Usai musibah, Ramalius kembali memulai produksi kerupuk merah dan produknya mendapatkan pasar yang cukup luas.

Setelah tiga tahun berjalan ia pun membeli satu mobil boks untuk memaksimalkan pemasaran sehingga usaha semakin berkembang.

"Karena ingin maju keuntungan sebagian saya tabung akhirnya bisa beli mobil boks untuk mengantar kerupuk, dulu hanya menunggu orang menjemput, dengan ada mobil pemasaran lebih mudah," paparnya.

Kini rata-rata sehari ia mampu memproduksi kerupuk merah hingga satu ton dibantu tujuh orang karyawan. Meski usahanya sudah besar, Ramalius tetap terlibat langsung dalam proses produksi demi menjaga kualitas.

Sambil terus mengaduk campuran adonan tepung tapioka, tepung kanji, garam dan pewarna makanan dalam gentong berwarna biru menggunakan sendok kayu berukuran satu meter, Ramalius mengawasi setiap proses pembuatan hingga menjemur.

Setelah adonan tercampur dengan sempurna beberapa pekerja mulai mempersiapkan oven besar berukuran 1x2 meter untuk memasak adonan itu dengan kayu bakar .

"Walaupun pengadukan sudah bagus pengapian tidak baik maka hasilnya akan jelek," kata dia.

Adonan berbentuk bubur itu dimasak dalam cetakan berbentuk batangan dengan panjang satu meter direbus selama tujuh jam dan setelah dingin didiamkan selama dua hari.

Setelah batangan kerupuk didinginkan selama dua hari dilanjutkan dengan memotong tipis menggunakan mesin yang ia ciptakan sendiri.

"Usai dipotong kerupuk akan dijemur memanfaatkan panas matahari di mana jika cuaca bagus bisa 45 ton sebulan diproduksi," katanya.

Setiap pagi proses kerja akan dimulai dari memotong batangan yang sudah didinginkan untuk dijemur, dilanjutkan dengan membuat adonan hingga memasaknya.

Ramalius mengakui produksi kerupuk bergantung cuaca karena harus dijemur, sebelumnya ia mencoba membuat mesin pengering tapi jebol, akhirnya saat ini kalau hujan akan menghambat pembuatan.

Saat ini untuk pemasaran, Ramalius sudah punya pasar sendiri bahkan ia mengaku kewalahan memenuhi permintaan.

"Pelanggan biasanya menelepon minta berapa lalu diantar dengan mobil boks, ada juga yang menjemput ke pabrik," kata dia.

Ia mengatakan kerupuknya dipasarkan di Padang, Dharmasraya hingga ke Jambi dan Bandung.

Sinergi Usaha

Memaksimalkan pemasaran kerupuknya, Ramalius menjalin kerja sama dengan produsen mi kuning di mana ia membantu memasarkan mi sebaliknya pengusaha mi juga menolong pemasaran kerupuknya.

"Kalau orang butuh mi, pasti perlu kerupuk sebagai pelengkap, berapa mi terjual sebanyak itu pula kerupuk diperlukan," ucapnya.

Ia bahkan mengaku belum sanggup memenuhi tingginya permintaan karena masih banyak yang belum terlayani.

"Kerupuk yang dibuat hari ini sudah dipesan dua minggu lalu, kalau pesan sekarang baru dua pekan ke depan diantar," kata dia.

Untuk bahan baku saat ini ia juga sudah bekerja sama dengan pabrik yang ada di Medan yang langsung mengantarkan ke pabrik miliknya.

"Dulu susah karena membeli sendiri ke pasar, sekarang sudah ada yang mengantar, setiap bulan sekitar 45 ton tepung diantar," katanya.

Terkait suka duka dalam menjalankan usaha Ramalius menceritakan yang paling sulit mengelola karyawan.

"Sulit ditebak apa maunya, kalau ingin gaji besar diberi borongan, tapi juga tidak maksimal, kalau harian kurang giat bekerja," kata dia.

Akhirnya, ia mencoba membangun komunikasi dengan karyawan agar paham apa yang diinginkan.

Belajar dari pengalamannya mengelola usaha ia menemukan satu kunci yaitu menjaga kualitas barang agar tetap konsisten.

"Kalau barang tidak bagus, orang tidak mau lagi membeli, pembeli akan memilih mana kerupuk yang bagus," ujarnya.

Untuk itu, ia selalu disiplin mengawasi setiap proses apalagi jika produksi sudah banyak peluang hasil tidak bagus juga besar.

Ke depan, ia punya rencana untuk memperluas usahanya dengan membuat pabrik baru agar produksi lebih meningkat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wow, CEO Ini Tetapkan Upah Minimum Rp70 Juta per Bulan

Wow, CEO Ini Tetapkan Upah Minimum Rp70 Juta per Bulan

Lifestyle | Rabu, 15 April 2015 | 10:05 WIB

Bermodal Rp20 Juta, Lampu Hias Light Craft Merambah Pasar Dunia

Bermodal Rp20 Juta, Lampu Hias Light Craft Merambah Pasar Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2015 | 21:53 WIB

Ini yang Terjadi Ketika Tunawisma Mendapat Rezeki Nomplok

Ini yang Terjadi Ketika Tunawisma Mendapat Rezeki Nomplok

News | Kamis, 25 Desember 2014 | 21:49 WIB

Jualan Burger, Bule Ini Minta Pembeli Doakan Kesembuhan Istrinya

Jualan Burger, Bule Ini Minta Pembeli Doakan Kesembuhan Istrinya

Lifestyle | Jum'at, 26 September 2014 | 18:14 WIB

Terkini

Belanja di USS Downtown Market 2026 Bisa Dapat Cashback Rp1 Juta dari BRI

Belanja di USS Downtown Market 2026 Bisa Dapat Cashback Rp1 Juta dari BRI

Bri | Minggu, 06 September 2026 | 12:46 WIB

Dari Tiara Andini hingga Aksi Unik Wagub Jatim, Inilah Rangkuman Konser 40 Tahun Kahitna

Dari Tiara Andini hingga Aksi Unik Wagub Jatim, Inilah Rangkuman Konser 40 Tahun Kahitna

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 12:45 WIB

Belanja Produk Premium Tak Cuma Soal Harga, Ini Cara Memilih yang Benar

Belanja Produk Premium Tak Cuma Soal Harga, Ini Cara Memilih yang Benar

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:40 WIB

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:36 WIB

Hujan Abu Anak Krakatau Meluas Hingga Jabar, Material Pasir Halus Ditemukan Warga Bandung

Hujan Abu Anak Krakatau Meluas Hingga Jabar, Material Pasir Halus Ditemukan Warga Bandung

Jabar | Minggu, 06 September 2026 | 12:31 WIB

5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau

5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau

Batam | Minggu, 06 September 2026 | 12:25 WIB

Erupsi Anak Krakatau Meluas: Penerbangan di Soekarno-Hatta, Halim, dan Radin Inten II Terganggu

Erupsi Anak Krakatau Meluas: Penerbangan di Soekarno-Hatta, Halim, dan Radin Inten II Terganggu

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 12:21 WIB

Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses

Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:20 WIB

Bertambah, 19 Penerbangan Bandara Pekanbaru Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bertambah, 19 Penerbangan Bandara Pekanbaru Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 12:18 WIB

Kipas Angin Berdiri yang Bagus dan Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Kipas Angin Berdiri yang Bagus dan Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:15 WIB

×