Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
Ilustrasi. Pengunjung melihat barang yang dijual saat berbelanja pada salah satu Pusat Perbelanjaan di Jakarta, Jumat (5/5/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah, wisatawan Singapura makin gencar belanja di Jakarta.
  • Kasus kriminal viral tak mengurangi minat turis asing berkunjung.
  • Daya beli dolar Singapura dorong sektor ritel dan wisata Jakarta.

Suara.com - Maraknya pemberitaan soal aksi kejahatan jalanan di Jakarta belakangan ini ternyata belum mampu mengurangi minat wisatawan asing untuk datang ke ibu kota. Alih-alih takut, banyak turis asal Singapura justru memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah untuk berburu barang murah dan wisata kuliner.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah video viral memperlihatkan aksi penjambretan yang menargetkan wisatawan asing di sejumlah titik Jakarta. Bahkan, muncul perbandingan antara Jakarta dan Gotham City, kota fiksi yang identik dengan tingkat kriminalitas tinggi dalam komik Batman.

Meski demikian, daya tarik ekonomi Jakarta masih jauh lebih kuat di mata sebagian wisatawan, terutama dari Singapura. Nilai tukar dolar Singapura yang menguat terhadap rupiah membuat biaya belanja, makan, hingga berwisata di Jakarta terasa jauh lebih murah dibandingkan beberapa tahun lalu.

Noraini Rahmat (52), wisatawan asal Singapura yang menghabiskan akhir pekan bersama dua saudarinya di Jakarta pada 22-25 Mei 2026, mengaku tidak terlalu terpengaruh oleh pemberitaan mengenai kejahatan jalanan.

"Tidak ada waktu untuk takut, terlalu banyak tempat belanja yang harus dikunjungi," ujarnya sambil berseloroh menukil straitstimes, Selasa (2/6/2026).

Noraini dan keluarganya menghabiskan waktu berburu busana muslim di pusat perbelanjaan Thamrin City, mengunjungi berbagai merek lokal populer, hingga mencicipi kuliner di kawasan Blok M. Mereka bahkan memaksimalkan jatah bagasi pesawat 30 kilogram untuk membawa pulang lapis legit dan berbagai camilan khas Indonesia.

Menurutnya, pelemahan rupiah membuat pengalaman berbelanja di Jakarta terasa semakin menguntungkan.

Sentimen serupa disampaikan Marcus Tan (38), wisatawan Singapura yang sengaja memperpanjang perjalanan liburannya selama tiga hari di Jakarta setelah berwisata ke Nusa Tenggara Timur.

"Seratus dolar Singapura bisa digunakan jauh lebih banyak di sini. Saya bisa belanja lebih banyak, makan lebih banyak, tetapi pengeluarannya tetap terasa lebih hemat dibandingkan di Singapura," kata Marcus.

Saat ini, satu dolar Singapura diperdagangkan di kisaran Rp13.800, mendekati level tertinggi terhadap mata uang Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan daya beli wisatawan Singapura selama berada di Indonesia.

Bahkan untuk sejumlah merek internasional yang juga tersedia di Singapura, Marcus menilai harga produk di Jakarta masih lebih murah setelah dikonversi ke mata uang negaranya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jakarta dan kepolisian terus berupaya meredam kekhawatiran publik terkait meningkatnya kasus kejahatan jalanan. Pada 22 Mei 2026, Polda Metro Jaya mengumumkan telah mengungkap 171 kasus kejahatan jalanan dan menangkap 103 tersangka sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menegaskan bahwa aksi penjambretan dan premanisme tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak citra Jakarta sebagai kota global.

Pemprov Jakarta bahkan tengah menyiapkan integrasi sistem kamera pengawas (CCTV) milik pemerintah, kepolisian, gedung swasta, hingga berbagai institusi lainnya dalam satu jaringan pemantauan terpadu guna mempercepat deteksi dan penanganan tindak kriminal.

Meski demikian, bagi sebagian wisatawan Singapura, faktor keamanan belum menjadi alasan untuk membatalkan perjalanan ke Jakarta.

Nur Syarifah (29), yang berlibur bersama lima temannya dan seorang anak berusia tiga tahun, mengaku tetap merasa nyaman berwisata di Jakarta. Kelompoknya mengunjungi berbagai restoran viral dan kafe populer di kawasan Kemang hingga Sudirman Central Business District (SCBD).

"Kami tidak akan datang jika benar-benar merasa kota ini berbahaya. Dibandingkan beberapa kota di Eropa yang terkenal dengan pencopet, Jakarta masih terasa cukup aman bagi kami," ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Singapura merupakan sumber wisatawan asing terbesar kedua bagi Indonesia setelah Malaysia. Sepanjang kuartal I-2026, lebih dari 320 ribu wisatawan Singapura tercatat berkunjung ke Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26 WIB

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:44 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi

Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:53 WIB

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:40 WIB

Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi

Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:38 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26 WIB

IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce

IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:16 WIB

Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram

Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:04 WIB

PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT

PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:59 WIB

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58 WIB

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:53 WIB