Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jokowi Butuh "Playmaker" di Tim Ekonomi Kabinet

Suwarjono

Senin, 29 Juni 2015 | 20:08 WIB
Jokowi Butuh "Playmaker" di Tim Ekonomi Kabinet
Jokowi dan Jusuf Kalla

Suara.com - Sepuluh pengamat ekonomi siang tadi bertemu Presiden Joko Widodo untuk membicarakan kondisi terkini perekonomian nasional yang salah satunya mengenai konsep desain ekonomi dari Presiden.

Para ekonom yang bertemu Presiden adalah Arif Budimanta, Iman Sugema, Hendri Saparini, Djisman Simanjuntak, Anton Gunawan, Destry Damayanti, Prasetyantoko, Poltak Hotradero, Tony, Lin Che Wei dan Raden Pardede.

Usai bertemu Jokowi, sejumlah pakar menyampaikan isi pertemuan. “Saya menduga ini pertemuan rutin, Presiden akan menerima input dari berbagai pihak. Salah satu yang disampaikan, Presiden punya konsep untuk desain ekonomi, saya kira kita tidak memberikan input secara detail. Kita berbicara perekonomian secara umum ," kata ekonom Universitas Atmajaya Agustinus Prasetyantoko di Istana Merdeka Jakarta, Senin (29/6/2015).

Ia mengatakan Presiden mendengarkan pandangan dan masukan dari para ekonom yang diminta hadir dalam pertemuan yang juga hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

Ia mengatakan Presiden memahami langkah-langkah yang harus diambil untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan.

"Semester kedua ada percepatan kita harapkan ekonomi kita, pemerintah mengerti apa yang dilakukan, presiden cek langsung, kita harapkan itu menjadi kebijakan yang sifatnya institusional," kata dia.

Sementara itu ekonom Universitas Gajah Mada Tony Prasetiantono mengatakan Presiden juga menyadari ada kekurangan tim ekonomi pada kabinetnya.

"Kita perlu menteri-menteri yang aksentuatif. Presiden, saya surprise juga presiden menyadari (hal itu)," kata Tony.

Ia menambahkan, "Kalau saya merasa rupiah melemah disebabkan karena rendahnya kepercayaan pasar pada kabinet atau ekspektasinya tak tercapai meskinya rupiah tak selemah sekarang. Memang ada pelemahan karena Amerika tapi memang ada faktor x yang fundamental."

Tony mengatakan sentimen pasar harus direbut pemerintah melalui sejumlah langkah.

"Kalau dibandingkan 98 ekonomi kita lebih baik. Dibanding 98 hampir semua bank collapse. Jadi sebetulnya dari sisi fundamental kita bisa ekspektasi tapi yang lemah confident atau trust kepada tim ekonomi," paparnya.

Menurut Tony, Presiden membutuhkan playmaker dalam tim ekonomi kabinetnya. "Jadi kita butuh playmaker. Beliau menyadari dan saya sangat suprise," paparnya.

"Sekali lagi ekonomi itu tak hanya data statistik. Sentimen inilah yang harus direbut. Ekonomi kan ada faktor sentimen. Ketika kita lagi gembira kita belanja sekarang ketika tidak gembira ya belanja direm. Sekarang ini konsumsi rokok saja direm," kata Tony. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2014 | 00:58 WIB

Investor Masih Wait and See untuk Investasi ke Indonesia

Investor Masih Wait and See untuk Investasi ke Indonesia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 20:01 WIB

Lima Faktor Penyebab Indonesia Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Lima Faktor Penyebab Indonesia Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 15:56 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB