Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Jokowi Butuh "Playmaker" di Tim Ekonomi Kabinet

Suwarjono

Senin, 29 Juni 2015 | 20:08 WIB
Jokowi Butuh "Playmaker" di Tim Ekonomi Kabinet
Jokowi dan Jusuf Kalla

Suara.com - Sepuluh pengamat ekonomi siang tadi bertemu Presiden Joko Widodo untuk membicarakan kondisi terkini perekonomian nasional yang salah satunya mengenai konsep desain ekonomi dari Presiden.

Para ekonom yang bertemu Presiden adalah Arif Budimanta, Iman Sugema, Hendri Saparini, Djisman Simanjuntak, Anton Gunawan, Destry Damayanti, Prasetyantoko, Poltak Hotradero, Tony, Lin Che Wei dan Raden Pardede.

Usai bertemu Jokowi, sejumlah pakar menyampaikan isi pertemuan. “Saya menduga ini pertemuan rutin, Presiden akan menerima input dari berbagai pihak. Salah satu yang disampaikan, Presiden punya konsep untuk desain ekonomi, saya kira kita tidak memberikan input secara detail. Kita berbicara perekonomian secara umum ," kata ekonom Universitas Atmajaya Agustinus Prasetyantoko di Istana Merdeka Jakarta, Senin (29/6/2015).

Ia mengatakan Presiden mendengarkan pandangan dan masukan dari para ekonom yang diminta hadir dalam pertemuan yang juga hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

Ia mengatakan Presiden memahami langkah-langkah yang harus diambil untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan.

"Semester kedua ada percepatan kita harapkan ekonomi kita, pemerintah mengerti apa yang dilakukan, presiden cek langsung, kita harapkan itu menjadi kebijakan yang sifatnya institusional," kata dia.

Sementara itu ekonom Universitas Gajah Mada Tony Prasetiantono mengatakan Presiden juga menyadari ada kekurangan tim ekonomi pada kabinetnya.

"Kita perlu menteri-menteri yang aksentuatif. Presiden, saya surprise juga presiden menyadari (hal itu)," kata Tony.

Ia menambahkan, "Kalau saya merasa rupiah melemah disebabkan karena rendahnya kepercayaan pasar pada kabinet atau ekspektasinya tak tercapai meskinya rupiah tak selemah sekarang. Memang ada pelemahan karena Amerika tapi memang ada faktor x yang fundamental."

Tony mengatakan sentimen pasar harus direbut pemerintah melalui sejumlah langkah.

"Kalau dibandingkan 98 ekonomi kita lebih baik. Dibanding 98 hampir semua bank collapse. Jadi sebetulnya dari sisi fundamental kita bisa ekspektasi tapi yang lemah confident atau trust kepada tim ekonomi," paparnya.

Menurut Tony, Presiden membutuhkan playmaker dalam tim ekonomi kabinetnya. "Jadi kita butuh playmaker. Beliau menyadari dan saya sangat suprise," paparnya.

"Sekali lagi ekonomi itu tak hanya data statistik. Sentimen inilah yang harus direbut. Ekonomi kan ada faktor sentimen. Ketika kita lagi gembira kita belanja sekarang ketika tidak gembira ya belanja direm. Sekarang ini konsumsi rokok saja direm," kata Tony. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2014 | 00:58 WIB

Investor Masih Wait and See untuk Investasi ke Indonesia

Investor Masih Wait and See untuk Investasi ke Indonesia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 20:01 WIB

Lima Faktor Penyebab Indonesia Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Lima Faktor Penyebab Indonesia Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 15:56 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×