Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Menkeu: Laju Inflasi pada Ramadan Terkendali

Ardi Mandiri

Selasa, 14 Juli 2015 | 06:42 WIB
Menkeu: Laju Inflasi pada Ramadan Terkendali
Menkeu

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memprediksi bulan Ramadan tidak akan menyumbang inflasi yang tinggi, karena pemerintah telah berupaya mengendalikan harga komoditas pokok sejak dua bulan lalu.

"Ini masih pertengahan bulan, tapi kalau melihat inflasi Juni ada indikasi bahwa inflasi Ramadan dan Lebaran akan jadi yang mungkin terendah dalam lima tahun terakhir," katanya di Jakarta, Senin (!3/7/2015).

Menkeu mengatakan belum mengetahui perkiraan inflasi pada Juli 2015, namun proyeksinya relatif rendah karena pemerintah telah menjaga agar harga tidak melambung tinggi, dengan merumuskan kebijakan pengendalian harga.

"Ini indikasinya berarti kita bisa mengendalikan selama Ramadan dan Lebaran. Karena kebutuhan pangan jika tidak disertai 'demand' memadai akan ada kenaikan harga. Bulan lalu, kita sudah lakukan operasi pasar," ujarnya.

Menkeu mengklaim upaya itu efektif untuk meredam inflasi, apalagi meskipun ada tren pelemahan konsumsi rumah tangga, namun biasanya masyarakat tetap berbelanja pada event Ramadan dan Lebaran.

"Ramadan dan Lebaran itu pola yang tidak biasa, artinya setiap Lebaran apapun kondisi ekonominya, selalu ada lonjakan permintaan. Artinya pemerintah mampu mengendalikan lonjakan permintaan yang sifatnya sesaat," jelasnya.

Dengan tingkat inflasi tahun kalender Januari-Juni 2015 yang masih tercatat 0,96 persen, Menkeu pun menyakini laju inflasi pada akhir tahun berada pada perkiraan 4,0 persen-4,5 persen atau lebih rendah dari asumsi APBN-Perubahan 5,0 persen.

Sebelumnya, pada Juni 2015 tercatat inflasi sebesar 0,54 persen yang sebagian besar disumbangkan oleh naiknya komoditas bahan makanan, seperti cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras dan beras.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menambahkan pada periode Juli menjelang Lebaran, pemerintah harus menyiagakan pasokan lebih banyak untuk bahan makanan agar tidak terjadi inflasi tinggi.

"Cabai masih dominan, kemudian tepung terigu dan minyak goreng (mengalami harga tinggi pada Juli). Kalau (menjelang) lebaran, ayam dan sapi juga harus dijaga pasokannya meskipun pengadaannya tidak mudah," katanya.

Sasmito memprediksikan pada periode setelah Lebaran, ada kemungkinan inflasi mulai melandai, karena setelah itu masyarakat mulai mengerem konsumsinya, sehingga inflasi diperkirakan angkanya tidak jauh dari inflasi Juni 2015.

"Untungnya Lebaran berada ditengah bulan, karena setelah itu dampak inflasi mulai turun hingga akhir Juli. Mungkin tahun ajaran baru sedikit mendorong (inflasi), karena ada tarif uang sekolah serta tarif angkutan darat maupun udara," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS: Mau Lebaran, Picu Inflasi

BPS: Mau Lebaran, Picu Inflasi

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2015 | 13:10 WIB

BPS Catat Inflasi Juni 2015 0,54 Persen

BPS Catat Inflasi Juni 2015 0,54 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2015 | 12:34 WIB

BPS: Inflasi Bulan Mei 0,5 Persen, Tertinggi Dalam 7 Tahun

BPS: Inflasi Bulan Mei 0,5 Persen, Tertinggi Dalam 7 Tahun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2015 | 16:11 WIB

Gubernur BI: Inflasi Indonesia Tertinggi di ASEAN

Gubernur BI: Inflasi Indonesia Tertinggi di ASEAN

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2015 | 14:17 WIB

Terkini

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB