Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gubernur BI: Inflasi Indonesia Tertinggi di ASEAN

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 27 Mei 2015 | 14:17 WIB
Gubernur BI: Inflasi Indonesia Tertinggi di ASEAN
Dewan Gubernur BI yang dipimpin oleh Agus Martowardojo mengumumkan suku bunga acuan (BI Rate) di Jakarta, Selasa (17/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan laju inflasi Indonesia pada April 2015 mencapai 6,79 persen. Tingginya inflasi merupakan lanjutan dari kenaikan bahan bakar minyak pada Maret 2015.

Menurut Agus laju inflasi tahun ini masih relatif terkendali dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 8,36 persen. BI mengklaim realisai tersebut sebagai pencapaian pemerintah yang luar biasa di tengah kebijakan subsidi bahan bakar minyak akhir 2014. Laju inflasi tahun lalu memang dijaga ke level rendah dibanding realisasi 2013 sebesar 8,38 persen.

"Ini pencapaian yang luar biasa. Pasalnya pencapaian tersebut merupakan keberhasilan di tengah tekanan perubahan kebijakan subsidi bahan bakar minyak pada tahun lalu," katanya dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Kendati laju inflasi diklaim cukup terkendali pada bulan keempat 2015, Agus mengakui dibandingkan dengan negara-negara regional ASEAN, seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand, inflasi di Indonesia masih tinggi.

"Kendati terkendali, inflasi ini lebih tinggi dibandingkan inflasi di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina," katanya.

Agus mengungkapkan pada April 2015, inflasi Filipina sebesar 2,2 persen, Malaysia, 0,39 persen sedangkan Thailand justru mengalami deflasi 1 persen dan Singapura deflasi 0,3 persen.

"Kita harus mengupayakan koordinasi di tingkat pusat dan daerah untuk mencapai sasaran inflasi 4 plus minus satu persen 2015-2017 dan 3,5 persen plus minus satu persen di 2018," kata dia.

Meski demikian, Agus optimistis bahwa sasaran inflasi tahun ini sebesar empat plus minus satu persen dapat tercapai. Salah satu cara yang akan digunakan adalah dengan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia.

“Itu akan dapat mengurangi lonjakan inflasi yang sering terjadi kalau ada penyesuaian harga BBM saat fiskal tertekan,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekan Inflasi, Jokowi Serukan Gerakan Menanam Cabai

Tekan Inflasi, Jokowi Serukan Gerakan Menanam Cabai

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2015 | 12:22 WIB

2014, BI Catatkan Surplus Rp41 Triliun

2014, BI Catatkan Surplus Rp41 Triliun

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 18:25 WIB

2014, Aset Bank Indonesia Naik Rp164 Triliun

2014, Aset Bank Indonesia Naik Rp164 Triliun

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 18:20 WIB

BI Tegaskan Tidak Ada Intervensi Pemerintah

BI Tegaskan Tidak Ada Intervensi Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2015 | 11:44 WIB

Pemerintah Mulai Waspadai Lonjakan Inflasi Jelang Lebaran

Pemerintah Mulai Waspadai Lonjakan Inflasi Jelang Lebaran

Bisnis | Senin, 04 Mei 2015 | 22:09 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB