Pasar Tanggul di Solo Akan Dijadikan Percontohan Nasional

Arsito Hidayatullah

Selasa, 21 Juli 2015 | 20:45 WIB
Pasar Tanggul di Solo Akan Dijadikan Percontohan Nasional
Presiden Joko Widodo didampingi Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat menyambangi Pasar Klithikan, Solo, Sabtu (18/7/2015). [Suara.com/Labib Zamani]

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menjadikan Pasar Tanggul di kawasan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, sebagai percontohan nasional penataan pasar tradisional di Indonesia.

Menurut Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Pasar Tanggul merupakan pasar tradisional di Solo yang dilengkapi dengan tangga berjalan. Fasilitas itu diharapkan memudahkan masyarakat untuk mengakses pasar tersebut.

Di samping itu, tujuan diberikannya tangga berjalan tersebut adalah juga untuk memudahkan kaum difabel apabila hendak masuk ke pasar.

"Beberapa waktu lalu, tim dari Kemendag melakukan kunjungan ke Solo untuk melihat secara langsung bangunan pasar," terang sosok yang akrab disapa Rudy itu, Selasa (21/7/2015).

Meski dilengkapi fasilitas modern, lanjut Rudy, tidak menghilangkan kesan awal Pasar Tanggul sebagai pasar tradisional. Sementara, selain dilengkapi tangga berjalan, penataan zonasi di pasar itu juga disesuaikan dengan dagangan para penjual, sehingga membuatnya terlihat nyaman.

Rencananya, pembangunan pasar tradisional dengan konsep modern ini juga akan dilakukan di tiga pasar di Solo, yakni Pasar Sangkrah, Pasar Sidodadi Kleco dan Pasar Jebres. Ketiga pasar tersebut berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Pembuatan detail engineering design (DED) akan kami anggarakan melalui APBD Perubahan 2015," imbuh Rudy.

Disebutkan, Pasar Tanggul dibangun di atas tanah seluas 1.400 meter persegi, dilakukan secara bertahap. Pembangunan menelan anggaran sebesar Rp14,6 miliar, yang berasal dari APBD Solo sebesar sekitar Rp9 miliar dan selebihnya dari APBD Provinsi Jawa Tengah (Rp5 miliar).

Dibangun dengan dua lantai, pasar ini memiliki sebanyak 299 unit kios dan los. Masing-masing terbagi atas 18 kios dan 128 los di lantai atas, serta 27 kios dan 126 los di lantai bawah, dengan jumlah pedagang 399 orang.

"Tangga berjalan ini merupakan kelebihan untuk Pasar Tanggul. Karena tidak perlu jalan kaki, cukup menumpang tangga berjalan itu, langsung sampai atas," imbuh Sekjen Paguyuban Pasamuan Pasar Tradisional Solo (Papatsuta), Wiharto pula. [Labib Zamani]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Tradisional Akan Terapkan Sistem Perdagangan Elektronik

Pasar Tradisional Akan Terapkan Sistem Perdagangan Elektronik

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2014 | 12:51 WIB

Pasar-pasar Tradisional Terbaik di Dunia

Pasar-pasar Tradisional Terbaik di Dunia

Lifestyle | Rabu, 27 Agustus 2014 | 14:48 WIB

Pasar Tradisional Diminta Pasang Papan Harga

Pasar Tradisional Diminta Pasang Papan Harga

Bisnis | Minggu, 06 Juli 2014 | 12:49 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×