Minim Sentimen Positif, Rupiah Kembali Melemah

Suwarjono

Selasa, 28 Juli 2015 | 10:40 WIB
Minim Sentimen Positif, Rupiah Kembali Melemah
Rupiah Terus Melemah

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp13.430 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.414 per dolar AS.

"Mata uang rupiah kembali bergerak melemah bersamaan dengan nilai tukar di kawasan Asia. Minimnya sentimen positif menjadi salah satu pemicu pelaku pasar uang di dalam negeri enggan mentransaksikan rupiah," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.

Menurut dia, maraknya pemberitaan mengenai ekonomi Tiongkok yang berpotensi terkoreksi pada kuartal kedua 2015 memicu harga-harga komoditas terus mengalami pelemahan. Pelemahan harga komoditas itu akan menuurunkan pasokan dolar AS di dalam negeri karena Tiongkok merupakan salah satu rekan dagang utama Indonesia.

"Meski mata uang rupiah melemah tipis, namun tetap harus diantisipasi adanya potensi tekanan lanjutan karena di tengah maraknya sentimen negatif terutama dari global akan mendorong permintaan investor terhadap aset-aset mata uang 'safe-haven' meningkat," katanya.

Ia mengharapkan bahwa Bank Indonesia (BI) dapat menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah agar tidak terlalu bergejolak terhadap dolar AS karena dapat menambah pengaruh buruk bagi laju ekonomi nasional ke depannya.

Sementara itu, Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa mata uang rupiah masih cukup kompetitif terhadap mata uang lainnya. Meski rupiah melemah tertekan terhadap dolar AS, namun rupiah relatif stabil terhadap mata uang euro dan dolar AS.

Ia mengharapkan bahwa data ekonomi Indonesia yang sedianya akan dirilis pada awal Agustus nanti mencatatkan hasil yang positif sehingga dapat mengimbangi sentimen negatif yang datang dari eksternal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB

Rupiah Melemah Tipis di Rp13.440

Rupiah Melemah Tipis di Rp13.440

Bisnis | Senin, 27 Juli 2015 | 12:59 WIB

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2015 | 05:54 WIB

JK: Harga BBM Naik karena Pelemahan Rupiah

JK: Harga BBM Naik karena Pelemahan Rupiah

News | Sabtu, 28 Maret 2015 | 14:35 WIB

Soal Nilai Tukar Rupiah

Soal Nilai Tukar Rupiah

Foto | Rabu, 25 Maret 2015 | 20:01 WIB

Menguat, Rupiah Tinggalkan Level 13 Ribu per Dolar Amerika

Menguat, Rupiah Tinggalkan Level 13 Ribu per Dolar Amerika

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2015 | 10:52 WIB

Negara Jangan Sampai Dipermainkan oleh Spekulan Valuta Asing

Negara Jangan Sampai Dipermainkan oleh Spekulan Valuta Asing

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2015 | 09:51 WIB

Bank Dunia: Rupiah Melemah Bukan Karena Salah Kelola Ekonomi

Bank Dunia: Rupiah Melemah Bukan Karena Salah Kelola Ekonomi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2015 | 14:20 WIB

Jokowi Minta Pengusaha Gunakan Rupiah dalam Setiap Transaksi

Jokowi Minta Pengusaha Gunakan Rupiah dalam Setiap Transaksi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2015 | 13:44 WIB

Dolar Amerika Menguat, Mata Uang Tiga Negara Ini 'Tahan Banting'

Dolar Amerika Menguat, Mata Uang Tiga Negara Ini 'Tahan Banting'

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 14:27 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×