Rupiah Melemah Tipis di Rp13.440

Suwarjono

Senin, 27 Juli 2015 | 12:59 WIB
Rupiah Melemah Tipis di Rp13.440
Rupiah Terus Melemah

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi Rp13.441 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.440 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS masih didorong oleh sentimen rencana bank sentral AS untuk menaikkan suku bunganya pada tahun ini.

"Fokus investor pasar uang pada pekan ini akan tertuju pada hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pada Kamis (30/7/2015) dini hari. Petunjuk waktu untuk the Fed menaikkan suku bunganya akan menjadi poin penting bagi pelaku pasar uang," katanya.

Ia menambahkan bahwa anjloknya harga minyak dunia juga menambah sentimen positif bagi dolar AS. Penurunan harga minyak dunia selalu terasosiasi dengan penguatan dolar AS. Bagi negara pengekspor komoditas seperti Indonesia, hal itu memperbesar peluang turunnya ekspor serta pasokan dolar AS di dalam negeri.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia menambahkan bahwa turunnya indeks manufaktur Tiongkok yang berimbas pada nilai tukarnya menambah sentimen negatif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Kendati demikian, ia mengharapkan adanya relaksasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membangkitkan industri perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank (IKNB) dengan tujuan direspon positif oleh pelaku pasar uang sehingga menahan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.

Pada akhir pekan lalu (Jumat, 24/7), OJK mengeluarkan 35 kebijakan dalam rangka menciptakan stimulus bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Kebijakan itu terdiri dari 12 kebijakan di sektor perbankan, 15 kebijakan di sektor pasar modal, empat kebijakan di sektor industri keuangan non bank (IKNB), dan empat kebijakan di bidang edukasi dan perlindungan konsumen.

"Diharapkan kebijakan yang dikeluarkan OJK dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik sehingga dapat menahan sentimen negatif yang datang dari eksternal," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2015 | 05:54 WIB

JK: Harga BBM Naik karena Pelemahan Rupiah

JK: Harga BBM Naik karena Pelemahan Rupiah

News | Sabtu, 28 Maret 2015 | 14:35 WIB

Soal Nilai Tukar Rupiah

Soal Nilai Tukar Rupiah

Foto | Rabu, 25 Maret 2015 | 20:01 WIB

Menguat, Rupiah Tinggalkan Level 13 Ribu per Dolar Amerika

Menguat, Rupiah Tinggalkan Level 13 Ribu per Dolar Amerika

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2015 | 10:52 WIB

Negara Jangan Sampai Dipermainkan oleh Spekulan Valuta Asing

Negara Jangan Sampai Dipermainkan oleh Spekulan Valuta Asing

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2015 | 09:51 WIB

Bank Dunia: Rupiah Melemah Bukan Karena Salah Kelola Ekonomi

Bank Dunia: Rupiah Melemah Bukan Karena Salah Kelola Ekonomi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2015 | 14:20 WIB

Jokowi Minta Pengusaha Gunakan Rupiah dalam Setiap Transaksi

Jokowi Minta Pengusaha Gunakan Rupiah dalam Setiap Transaksi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2015 | 13:44 WIB

Dolar Amerika Menguat, Mata Uang Tiga Negara Ini 'Tahan Banting'

Dolar Amerika Menguat, Mata Uang Tiga Negara Ini 'Tahan Banting'

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 14:27 WIB

Rupiah Melemah, Daya Saing Produk Ekspor Indonesia Meningkat

Rupiah Melemah, Daya Saing Produk Ekspor Indonesia Meningkat

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 06:32 WIB

Rupiah Masih Lebih Baik Dibandingkan Mata Uang Negara Lain

Rupiah Masih Lebih Baik Dibandingkan Mata Uang Negara Lain

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2015 | 05:39 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×