Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menkeu Klaim Investor Jepang Percaya "Samurai Bonds"

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 04 Agustus 2015 | 21:37 WIB
Menkeu Klaim Investor Jepang Percaya "Samurai Bonds"
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengklaim investor asal Jepang memiliki kepercayaan pada instrumen surat utang berdenominasi Yen atau Samurai Bonds. Ini baru saja diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.

"Investor Jepang sudah semakin nyaman dengan 'bonds' kita, itu bagus," katanya di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Menkeu mengatakan salah satu indikasinya adalah dua seri obligasi Samurai Bonds yang diterbitkan tanpa jaminan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) mempunyai jumlah permintaan yang tinggi.

"Yang membuat kita suprise dalam artian positif, kita tadinya mau penerbitan 20 persen tanpa 'guaranteed' tapi ternyata demand-nya sampai 45 persen. Investor sudah percaya dengan bonds tanpa harus dijamin oleh JBIC," ujar dia.

Pemerintah Indonesia telah menerbitkan tiga seri Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bonds) yaitu RIJPY0818, RIJPY0820 dan RIJPY0825 sebesar 100 miliar Yen, Senin kemarin. Samurai Bonds ini diterbitkan dengan format "private placement" (shibosai) pada 13 Agustus 2015 dengan target Japanese Qualified Institutional Investors atau investor asal Jepang yang memiliki kepercayaan kepada pasar obligasi Indonesia.

Untuk seri RIJPY0818 dan RIJPY0820 merupakan penerbitan pertama kali tanpa Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Guaranteed dengan diversifikasi investor yang luas di pasar surat utang Jepang. Nominal penerbitan seri RIJPY0818 adalah 22,5 miliar Yen dengan tenor tiga tahun, tingkat kupon 1,08 persen serta tanggal jatuh tempo 13 Agustus 2018. Sedangkan nominal penerbitan seri RIJPY0820 adalah 22,5 miliar Yen dengan tenor lima tahun, tingkat kupon 1,38 persen serta tanggal jatuh tempo 13 Agustus 2020.

Sementara, seri RIJPY0825 diterbitkan melalui skema program Guarantee and Acquisition Toward Tokyo Market Enhancement (GATE) dari JBIC yang sebelumnya telah dimulai sejak awal penerbitan Samurai Bonds pada April 2010.

Nominal penerbitan Samurai Bonds seri RIJPY0825 adalah sebesar 55 miliar Yen dengan tenor selama sepuluh tahun, tingkat kupon 0,91 persen, serta tanggal jatuh tempo pada 13 Agustus 2025. Penerbitan Samurai Bonds memperoleh respon investor Jepang yang cukup besar dengan porsi permintaan terbesar umumnya berasal dari sektor perbankan pusat dan daerah, asuransi jiwa dan asuransi non jiwa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Menku Selalu Ngambek Kalau Ditanya Soal Rupiah

Ini Alasan Menku Selalu Ngambek Kalau Ditanya Soal Rupiah

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 18:10 WIB

Rupiah Melemah, Menkeu Jamin Kondisi Fiskal Terjaga

Rupiah Melemah, Menkeu Jamin Kondisi Fiskal Terjaga

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 16:48 WIB

Korupsi "Dwelling Time", Menkeu Tantang Polisi Periksa Bea Cukai

Korupsi "Dwelling Time", Menkeu Tantang Polisi Periksa Bea Cukai

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 15:54 WIB

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB

Menkeu Optimistis Penyerapan Belanja Naik di Semester II

Menkeu Optimistis Penyerapan Belanja Naik di Semester II

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2015 | 05:20 WIB

Menkeu: Realisasi Penerimaan Pajak Baru 37,3 Persen

Menkeu: Realisasi Penerimaan Pajak Baru 37,3 Persen

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2015 | 03:16 WIB

Bunga KUR Diturunkan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp900 Miliar

Bunga KUR Diturunkan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp900 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2015 | 13:46 WIB

BPK Temukan 30 Masalah LKPP 2014, Ini Aksi Menkeu

BPK Temukan 30 Masalah LKPP 2014, Ini Aksi Menkeu

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2015 | 13:29 WIB

Pertanggungjawaban APBN 2014

Pertanggungjawaban APBN 2014

Foto | Kamis, 25 Juni 2015 | 15:20 WIB

Menkeu Akui Adanya Kemungkinan Target Pajak Tak Tercapai

Menkeu Akui Adanya Kemungkinan Target Pajak Tak Tercapai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2015 | 03:29 WIB

Terkini

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB