Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Melemah Lagi Rp13.505 di Sesi Penutupan Rabu Sore

Laban Laisila

Rabu, 05 Agustus 2015 | 17:48 WIB
Rupiah Melemah Lagi Rp13.505 di Sesi Penutupan Rabu Sore
Suasana di salah satu gerai money changer di Jakarta, Kamis (23/7).[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore, (5/8/2015), bergerak melemah sebesar 40 poin menjadi Rp13.505 dibandingkan sebelumnya Rp13.465 per dolar AS.

"Kinerja ekonomi nasional pada triwulan II 2015 yang masih melambat memberikan reaksi negatif pelaku pasar uang di dalam negeri sehingga nilai tukar rupiah mengalami koreksi terhadap dolar AS," ujar analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, ekonomi Indonesia triwulan II-2015 terhadap triwulan II-2014 (year on year) tumbuh 4,67 persen, melambat dibanding capaian triwulan II-2014 yang tumbuh 5,03 persen dan triwulan I-2015 tumbuh 4,72 persen.

Di sisi lain, lanjut dia, masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap rencana bank sentral AS (the Fed) yang akan menaikan suku bunga (Fed fund rate) pada tahun ini masih menjadi salah satu faktor penahan bagi mata uang rupiah untuk bergerak menguat.

Kendati demikian, menurut Rully Arya Wisnubroto, mata uang rupiah masih berpeluang kembali bergerak ke area positif menyusul adanya harapan yang tinggi terhadap peneyerapan belanja modal pemerintah yang akan maksimal pada semester II tahun ini.

"Belanja pemerintah secara sektoral mulai ada perbaikan, diharapkan menopang perekonomian Indonesia ke depan. Situasi itu akan mengembalikan kepercayaan pasar keuangan terhadap pemerintah," katanya.

Rully Arya Wisnubroto mengatakan, bahwa Bank Indonesia juga masih terus berjaga serta memantau perkembangan nilai tukar rupiah di pasar dan siap melakukan intervensi terukur dalam rangka menjaga stabilitas kurs rupiah.

"BI masih terus menjaga pasar sehingga rupiah sejauh ini fluktuasinya masih dalam kondisi yang stabil," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.517 dibandingkan sebelumnya Rp13.495 per dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Menku Selalu Ngambek Kalau Ditanya Soal Rupiah

Ini Alasan Menku Selalu Ngambek Kalau Ditanya Soal Rupiah

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 18:10 WIB

Rupiah Melemah, Menkeu Jamin Kondisi Fiskal Terjaga

Rupiah Melemah, Menkeu Jamin Kondisi Fiskal Terjaga

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 16:48 WIB

BI Akan Intervensi Rupiah karena Terus Melemah

BI Akan Intervensi Rupiah karena Terus Melemah

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 22:30 WIB

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 10:47 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×