Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Rupiah Melemah, Harga Kerudung Impor Dari Cina Melonjak

Laban Laisila, Erick Tanjung

Selasa, 25 Agustus 2015 | 15:15 WIB
Rupiah Melemah, Harga Kerudung Impor Dari Cina Melonjak
Aneka kerudung yang dijual di Thamrin City, Jakarta (suara.com/Dinda Racmawati)

Suara.com - Melemahnya nilai tukar hingga menembus Rp14 ribu per dolar AS berdampak terhadap barang impor di Indonesia. Akibatnya, pedagang mengeluh kesulitan membeli komoditi dari luar negeri, seperti dari Cina.

Salah satu pedagang kerudung di Pusat Grosir dan Mall Thamrin City lantai 5, Fajar Akbar mengungkapkan, selain menjual kerudung buatan dalam negeri seperti dari Tasikmalaya, dia juga menjual kerudung impor dari Cina. Namun sejak nilai rukar rupiah melemah, harga kerudung impor yang dibeli melonjak naik.

"Harga kerudung dari Cina sekarang naik cukup tinggi sejak rupiah lemah ini. Biasanya saya beli satu kodi Rp190 ribu, kini naik menjadi Rp215 ribu dan ada yang Rp230 ribu," kata Fajar dalam perbincangan dengan Suara.com di Thamrin City, Selasa (25/8/2015).

Kenaikan harga ini juga berdampak pada keuntungan para pedagang yang terus menurun. Selain itu, barang-barang impor dari Cina tersebut juga sulit didapat, karena terbatas.

‎"Barang-barang dari Cina itu sekarang juga sulit didapat, stok barangnya sekarang terbatas.‎ Pedagang kecil seperti saya ini kalau beli barang impor itu sekarang hanya dikasih sedikit-sedikit saja oleh grosirnya," ujar pemuda 21 tahun ini.

‎Hal yang sama juga diungkapkan oleh Debit Farlen (28) pedagang kerudung lainnya, dia mengaku harga kerudung impor dari Cina sekarang lebih mahal dari biasanya.

Selain harga belinya ke produsen mahal, harga jual ecerannya tetap dan nggak bisa naik, sehingga keuntungannya kecil.

"Sekarang saya sulit untuk mendapatkan kerudung impor Cina, karena harganya mahal dan barangnya langka. Selain itu penjualannya ke pelanggan tidak bisa, jadi keuntungannya kecil," tuturnya.

Kendati demikian, untuk harga kerudung produksi dalam negeri belum ada kenaikan.

"Kalau barang (kerudung) bikin sendiri dari konfeksi harganya masih sama, nggak terlalu berpengaruh. Cuma memang pasar sekarang sepi. Pelanggan yang belanja jadi sepi dari biasanya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Protes Pedagang Daging

Aksi Protes Pedagang Daging

Foto | Senin, 10 Agustus 2015 | 17:57 WIB

Tangani Kelangkaan Daging, Pemprov DKI Operasi Pasar

Tangani Kelangkaan Daging, Pemprov DKI Operasi Pasar

News | Senin, 10 Agustus 2015 | 11:04 WIB

Tak Ada Daging Hari Ini

Tak Ada Daging Hari Ini

Foto | Minggu, 09 Agustus 2015 | 13:24 WIB

Lebaran Sebentar Lagi, Omzet Pedagang Bedug Malah Turun

Lebaran Sebentar Lagi, Omzet Pedagang Bedug Malah Turun

Ramadan | Minggu, 12 Juli 2015 | 22:15 WIB

Terkini

BRI Perkuat Ekosistem Digital Bisnis lewat Pembaruan Qlola New Skin

BRI Perkuat Ekosistem Digital Bisnis lewat Pembaruan Qlola New Skin

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah

Kali Bekasi Kembali Hitam dan Berbusa, Diduga Tercemar Limbah

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Tembus Rp69.200 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Tembus Rp69.200 per Kg

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Qlola New Skin Resmi Diperkenalkan, BRI Tingkatkan Pengalaman Digital Nasabah Bisnis

Qlola New Skin Resmi Diperkenalkan, BRI Tingkatkan Pengalaman Digital Nasabah Bisnis

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

BRI Perkenalkan Qlola New Skin, Dorong Efisiensi Pengelolaan Keuangan Bisnis

BRI Perkenalkan Qlola New Skin, Dorong Efisiensi Pengelolaan Keuangan Bisnis

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:53 WIB

Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku

Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Tampilan Baru Qlola by BRI Hadir, Kelola Transaksi Bisnis Makin Terintegrasi

Tampilan Baru Qlola by BRI Hadir, Kelola Transaksi Bisnis Makin Terintegrasi

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

×