Gejolak Ekonomi Mereda Jika AS Pastikan Suku Bunga Acuan

Liberty Jemadu

Rabu, 26 Agustus 2015 | 04:10 WIB
Gejolak Ekonomi Mereda Jika AS Pastikan Suku Bunga Acuan
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan gejolak ekonomi yang sedang terjadi di dunia saat ini diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengeluarkan keputusan terkait penyesuaian suku bunga acuan.

"Kita lihat sampai September ini, sampai pertemuan FOMC (Federal Open Market Comittee). Makanya tugas kita menjaga, semoga dalam gejolak ini, kita bisa menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Menkeu kembali menegaskan saat ini kondisi stabilitas ekonomi masih terkendali dan seluruh indikator makro menunjukkan belum ada tanda-tanda terjadinya krisis, berbeda ketika terjadi krisis finansial pada 1998.

"Pertumbuhan kita masih positif di semester satu, masih 4,7 persen, neraca perdagangan juga surplus, current account turun defisitnya. Jadi kondisi makro masih bagus, belum lagi perbankan, NPL dan CAR dalam kondisi sehat. Kondisinya sama sekali berbeda dengan 1998," ujarnya.

Terkait keputusan Bank Sentral Cina (The People's Bank of China/PBoC) yang terbaru memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, Menkeu mengatakan hal tersebut tidak berpengaruh secara langsung kepada perekonomian Indonesia.

Menurut dia, aksi terbaru PBoC tersebut lebih berdampak pada situasi internal Cina yang ingin mendorong sektor konsumsi masyarakat untuk meningkatkan kinerja perekonomian yang sempat mengalami kelesuan.

"Kalau cut rate menurut saya lebih ke internal dan mendorong pertumbuhan. Tapi yang berpengaruh keluar kalau dia melakukan devaluasi, dan dia (kemungkinan) masih terus melakukan devaluasi, karena Yuan masih overvalued," ujarnya.

Meskipun dalam beberapa hari terakhir, kurs rupiah dan bursa saham mengalami tekanan akibat pengaruh global, namun pada Selasa sore, sempat mengalami penguatan atau mendapatkan respon positif dari para pelaku pasar.

Hal tersebut terlihat dari nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta yang bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp14.024 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp14.049 per dolar AS.

Langkah Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah salah satunya dengan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder cukup membantu mata uang rupiah untuk bergerak positif terhadap dolar AS.

"Kebijakan BI itu menjaga volatilitas mata uang rupiah sehingga pergerakannya menjadi terbatas, cenderung positif," kata Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong.

Menurut dia, meski kebijakan Bank Indonesia itu bersifat jangka pendek, namun dapat membantu mengurangi kekhawatiran pasar dan pelaku usaha di dalam negeri di tengah sifat penguatan dolar AS yang sudah mengglobal.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat sebesar 64,77 poin atau 1,56 persen menjadi 4.228,50 menyusul pelaku pasar yang kembali melakukan aksi beli.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menjelaskan bahwa pelaku pasar yang kembali melakukan aksi beli terhadap beberapa saham BUMN dan saham emiten lainnya telah menopang IHSG BEI agar tidak terus terpuruk.

"Kondisi jenuh jual (oversold) akhirnya mendorong aksi beli investor sehingga IHSG terhindar dari kejatuhan lebih lanjut," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Pemda Nganggur di Bank, Ini Sanksi dari Pemerintah Pusat

Dana Pemda Nganggur di Bank, Ini Sanksi dari Pemerintah Pusat

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 18:41 WIB

Belum Revisi APBN, Pemerintah Tunggu Tren Penurunan Harga Minyak

Belum Revisi APBN, Pemerintah Tunggu Tren Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 13:29 WIB

Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:05 WIB

Pimpin Upacara HUT RI, Menkeu: Semoga Jadi Negara Maju

Pimpin Upacara HUT RI, Menkeu: Semoga Jadi Negara Maju

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2015 | 13:31 WIB

Jokowi Diharapkan Waspadai Gejolak Ekonomi di Yunani dan Cina

Jokowi Diharapkan Waspadai Gejolak Ekonomi di Yunani dan Cina

News | Senin, 13 Juli 2015 | 07:59 WIB

Terkini

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×