Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Imbas Perlambatan Ekonomi Cina, Pasar Global Terpuruk

Suwarjono | Suara.com

Rabu, 02 September 2015 | 08:18 WIB
Imbas Perlambatan Ekonomi Cina, Pasar Global Terpuruk
Seorang investor saham tampak mengamati informasi papan elektronik di bursa saham di Fuyang, Provinsi Anhui, Cina, Jumat (21/8/2015) lalu. [Reuters/China Daily]

Suara.com - Pasar saham global anjlok lebih lanjut pada Selasa karena lebih banyak bukti muncul tentang pelambatan ekonomi Cina, memicu aksi jual besar mulai dari Tokyo hingga New York dan memicu pemotongan perkiraan pertumbuhan dunia.

Penurunan tiga persen pada saham-saham di Wall Street mengakhiri hari suram untuk para investor, yang membuang saham-saham terbesar, sebagian besar bank-bank dan perusahaan teknologi unggulan dan menuju keselamatan di obligasi.

Pemicu untuk hari-hari bergejolak itu datang dari data resmi baru yang menunjukkan kegiatan industri di Cina sedang melambat.

Indeks pembelian manajer (PMI) resmi untuk kegiatan manufaktur datang di 49,7 pada bulan lalu, terendah selama tiga tahun dan menunjukkan kontraksi dalam aktivitas pabrik.

Itu menambah kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Tiongkok -- ekonomi terbesar kedua di dunia -- dan bagaimana pelambatan ituakan mempengaruhi seluruh dunia.

Menambahkan suaranya kepada para ekonom sektor swasta yang telah memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan dunia, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan pertumbuhan mungkin akan lebih lemah daripada estimasi 3,3 persen yang IMF buat hanya dua bulan lalu.

Berbicara di Indonesia, ia memperingatkan bahwa negara-negara berkembang "harus waspada menangani potensi pengaruh dari pelambatan Cina dan pengetatan kondisi keuangan global." Dan seorang pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan fokus utama Washington di pertemuan para kepala ekonomi G20 di Ankara akhir pekan ini, akan menekan tindakan guna meningkatkan permintaan global, dan mendesak pihak berwenang Beijing mengomunikasikan lebih baik kebijakan-kebijakan mereka untuk menopang perekonomian dan pasar.

Pasar saham Shanghai kehilangan 1,23 persen dan Hong Kong merosot 2,24 persen setelah rilis angka PMI resmi Tiongkok.

Tokyo terguncang lebih berat, kehilangan 3,84 persen, mengumpan kerugian di Eropa yang turun 3,03 persen di London, 2,38 persen di Frankfurt dan 2,40 persen di Paris.

Di seberang Atlantik, S&P 500 menyerah 2,96 persen dan Dow sedikit berkurang.

"Pasar ekuitas memulai bulan baru dalam merah setelah lebih banyak lagi data manufaktur Cina yang mengecewakan, meningkatkan kekhawatiran tentang pelambatan di ekonomi nomor dua dunia itu," kata analis Mike van Dulken di Accendo Markets.

"Pasar berada dalam situasi di mana hanya bisa melihat alasan untuk jatuh. Kami beradaptasi dengan dunia di mana pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih lambat daripada yang diyakini dalam beberapa bulan terakhir, karena pukulan dari Cina dan negara-negara berkembang," kata Gregori Volokhine dari Meeschaert Financial Services.

Data Cina lebih lanjut berdampak ke pasar minyak, yang berbalik arah dan melihat harga jatuh di London sebesar 8,5 persen setelah tiga keuntungan berturut-turut.

"Indeks manufaktur (Tiongkok) masih menunjukkan bahwa perekonomian dalam proses mencari posisi terbawahnya," kata Wu Kan, fund manager pada JK Life Insurance yang berbasis di Shanghai.

Pukulan pada industri Jerman Claus Vistesen, kepala ekonom zona euro di Pantheon Macroeconomics, mengatakan masalah Cina akan berdampak pada Jerman, ekonomi terbesar dan terkuat di Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bursa Saham di Cina Positif, Yuan Menguat

Bursa Saham di Cina Positif, Yuan Menguat

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 09:00 WIB

Pagi Ini IHSG Menguat 57,96 Poin

Pagi Ini IHSG Menguat 57,96 Poin

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 10:17 WIB

Saham Anjlok, BEI Rapat Koordinasi dengan OJK

Saham Anjlok, BEI Rapat Koordinasi dengan OJK

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2015 | 14:38 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Melorot

Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Melorot

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 10:19 WIB

Terkini

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:04 WIB

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:57 WIB

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:51 WIB

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:23 WIB

Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak

Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:10 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:36 WIB

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:06 WIB

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:46 WIB