Krisis Pangan Lanjut 2016 Bila Pemerintah Tak Pakai Data Lapangan

Siswanto, Bagus Santosa

Minggu, 13 September 2015 | 13:48 WIB
Krisis Pangan Lanjut 2016 Bila Pemerintah Tak Pakai Data Lapangan
Petani membajak sawah di areal persawahan tanpa jaringan irigasi (sawah tadah hujan). (Antara/Asep Fathulrahman)

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia Dwi Andreas Santosa mengatakan krisis pangan akan berlanjut ke 2016 kalau pemerintah tak menghitung di sektor kebijakan pertanian dan pangan tanpa didasari fakta lapangan serta ancaman kekeringan akibat el nino, apalagi lebih percaya pada Angka Ramalan I Juli 2015 dari Kementerian Pertanian dan BPS.

"Bila pemerintah bergeming dengan data dan kebijakan yang ada maka akan terjadi krisis pangan yang mengkhawatirkan mulai akhir tahun 2015," kata Dwi dalam diskusi bertajuk Senator Kita di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2015).

Dwi Andreas memprediksi stok beras nasional pada akhir 2015 akan berada di posisi terendah dalam empat tahun terakhir dengan angka 4,5 juta ton atau turun satu juta ton dibanding 2014.

"Dan, diperkirakan krisis pangan akan berlanjut di tahun 2016," tuturnya.

Dia menambahkan dalam Angka Ramalan I Juli 2015 dari Kementerian Pertanian dan BPS memperkirakan produksi padi tahun 2015 meningkat 6,64 persen dari 70,85 juta ton gabah kering giling di tahun 2014 menjadi 75,55 juta ton gabah kering giling atau kenaikan sebesar 4,70 ton gabah kering giling yang setara tiga juta ton beras. Selain padi, produksi jagung dan kedelai juga meningkat, masing-masing 8,72 persen dan 4,59 persen.

"Kenaikan produksi tiga komoditas secara bersamaan tersebut tidak pernah terjadi selama belasan tahun. Angka ramalan tersebut dinyatakan sudah memperhitungkan ancaman kekeringan akibat el nino," ujarnya.

Akibat Angka Ramalan I Juli 2015, Menteri Pertanian merekomendasikan menyetop impor beras di tahun 2015 karena surplus beras yang besar dan menyetop impor tambahan jagung sebesar 1,35 juta ton karena perkiraan peningkatan jagung sebesar 1,66 juta ton.

"Namun, fakta di lapangan tidak demikian," kata Guru Besar Fakultas Pertanian IPB.

Berdasarkan laporan dari jaringan tani yang tergabung dalam AB2TI, Dwi menyebutkan terjadi penurunan produksi di banyak tempat. Produksi tiga komoditas itu, sambungnya, diperkirakan sama atau bahkan turun dibanding 2014.

"Jika hal itu benar, maka akan menjadi skandal mark up data produksi pertanian nasional, karena biasanya data ARAM tidak terlalu berbeda dengan angka tetap," ujar dia.

Karena perbedaan data produksi yang tidak akurat dan tata kelola pangan yang buruk ini, Dwi menyebut hal ini yang membuat gejolak harga pangan. Mulai dari beras di Januari-Maret 2015, bawang merah Februari-Juni, dan dua bulan kemudian tiba-tiba jatuh harga tomat. Serta, harga daging sapi dan ayam yang juga memuncak pada Agustus 2015.

"Harga hampir semua komoditas pangan saat ini pun bertahan tinggi," kata mantan Pokja Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stok Beras Bulog Cukup untuk Pembagian Rastra 13 dan 14

Stok Beras Bulog Cukup untuk Pembagian Rastra 13 dan 14

News | Sabtu, 12 September 2015 | 22:15 WIB

Heboh Penemuan Beras Palsu dari Kertas

Heboh Penemuan Beras Palsu dari Kertas

News | Senin, 07 September 2015 | 07:16 WIB

Meski Dilanda El Nino, Bulog Yakin Serapan Beras Tak Terganggu

Meski Dilanda El Nino, Bulog Yakin Serapan Beras Tak Terganggu

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 17:39 WIB

El Nino, 111 Ribu Hektar Sawah Kering, 8.900 Hektar Gagal Panen

El Nino, 111 Ribu Hektar Sawah Kering, 8.900 Hektar Gagal Panen

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2015 | 16:37 WIB

Meski Produksi Beras Menurun, Pemerintah Belum Buka Opsi Impor

Meski Produksi Beras Menurun, Pemerintah Belum Buka Opsi Impor

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2015 | 16:03 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×