Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementerian ESDM Akan Putuskan Soal Blok Masela pada 10 Oktober

Liberty Jemadu

Kamis, 24 September 2015 | 01:46 WIB
Kementerian ESDM Akan Putuskan Soal Blok Masela pada 10 Oktober
Menteri ESDM Sudirman Said. (Antara/Vitalis Yogi)

Suara.com -
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said akan mengeluarkan keputusan tentang revisi rencana pengembangan pertama Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafura, Maluku pada 10 Oktober 2015.

Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamuji pada jumpa pers di Jakarta, Rabu mengatakan, pihaknya akan mengkaji revisi rencana pengembangan (plan of development/POD) pertama Blok Masela itu secara komprehensif.

"Pada 10 Oktober 2015, Menteri ESDM akan mengeluarkan keputusannya soal Masela yang paling menguntungkan bagi negara," katanya usai rapat membahas Blok Masela yang dipimpin Menteri ESDM.

Menurut Teguh, sesuai regulasi, kewenangan penuh untuk memutuskan revisi POD tersebut berada di tangan Menteri ESDM.

Di tempat yang sama, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, pada 10 September 2015, pihaknya sudah memberikan rekomendasi revisi POD pertama Masela ke Menteri ESDM.

Dalam revisi tersebut terdapat perubahan kapasitas kilang LNG terapung (floating LNG/FLNG) dari sebelumnya 2,5 juta menjadi 7,5 juta ton per tahun. Kapasitas FLNG 2,5 juta ton tersebut tercantum dalam POD pertama yang disetujui Menteri ESDM pada Desember 2010.

Peningkatan kapasitas kilang FLNG tersebut diajukan menyusul ditemukan tambahan cadangan Lapangan Abadi menjadi 10,7 triliun kaki kubik (TCF) setelah pemboran Sumur Abadi 8, 9, dan 10 pada 2013-2014.

Atas dasar temuan tambahan cadangan tersebut, operator Masela, Inpex Masela Ltd mengusulkan ke SKK Migas untuk meningkatkan FLNG menjadi 7,5 juta ton per tahun.

"SKK Migas lalu lakukan review atas usulan operator itu dan merekomendasikan ke Menteri ESDM dengan pilihan FLNG 7,5 juta ton per tahun," ujar Amien.

Menurut dia, setelah pertemuan ini, pihaknya bersama Ditjen Migas Kementerian ESDM akan melakukan workshop pada Jumat (26/9).

"Setelah workshop itu, Dirjen Migas akan memberikan rekomendasi ke Menteri ESDM dan Menteri ESDM ambil keputusannya," katanya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja mengatakan, pihaknya akan mengkaji dan mengevaluasi rekomendasi SKK Migas itu.

"Kami juga akan undang ahli yang kompeten untuk berikan masukan. Ini proyek besar dan sangat kompleks, semua opsi yang ada, akan diminta dokumennya dan dibahas," ujarnya.

Amien juga menambahkan, kalau skema membangun kilang di darat (onshore), maka terdapat dua opsi panjang pipa dikarenakan terdapat palung laut yang dalam.

Pertama, panjang pipa antara 170-180 km dari lokasi sumur hingga ke Pulau Saumlaki, namun mesti melalui palung dengan kedalaman sampai 1.500 m dan lebar 100-150 km.

Kalau melewati palung itu, lanjutnya, maka memerlukan pipa khusus karena dengan kedalaman 1.500 m, pipa akan mengalami kondensasi.

Pilihan kedua, pipa tidak melewati palung dalam, namun jaraknya lebih panjang sampai 600 km dari sumur hingga ke Kepulauan Aru.

"Jadi, pilihannya kalau pakai pipa, mau yang dekat atau jauh. Kalau yang jauh 600 km, kalau yang dekat ada palungnya dan pipanya harus khusus," katanya.

Sementara, dari sisi keekonomian, menurut Amien, berdasarkan angka 2013, nilai investasi dengan skema kilang di darat atau "onshore" mencapai 19,3 miliar dolar AS dan FLNG atau "offshore" sebesar 14,8 miliar dolar.

Sebelumnya, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan, pemerintah akan mengkaji pengembangan Masela dengan skema "offshore" tersebut.

Inpex memiliki hak partisipasi (participating interest/PI) di Masela sebesar 65 persen, sementara sisanya, 35 persen dikuasai Shell Corporation. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Blok Masela, Menteri ESDM Tetap Pakai Rekomendasi SKK Migas

Soal Blok Masela, Menteri ESDM Tetap Pakai Rekomendasi SKK Migas

News | Rabu, 23 September 2015 | 14:06 WIB

Mabes Polri Siap Bantu Polda Metro Ungkap Penembakan di ESDM

Mabes Polri Siap Bantu Polda Metro Ungkap Penembakan di ESDM

News | Jum'at, 11 September 2015 | 15:11 WIB

Soal Peluru Nyasar di Kantor ESDM, Fahri: Di DPR Juga Sering

Soal Peluru Nyasar di Kantor ESDM, Fahri: Di DPR Juga Sering

News | Jum'at, 11 September 2015 | 13:17 WIB

Jenis Senpi dari Peluru di Gedung Kementerian ESDM Belum Ketahuan

Jenis Senpi dari Peluru di Gedung Kementerian ESDM Belum Ketahuan

News | Jum'at, 11 September 2015 | 13:03 WIB

Proyektil Peluru yang Ditemukan Jauh dari Ruang Menteri ESDM

Proyektil Peluru yang Ditemukan Jauh dari Ruang Menteri ESDM

News | Jum'at, 11 September 2015 | 08:40 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×