Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Menteri Perdagangan: Revitalisasi Pasar Dipercepat

Liberty Jemadu

Jum'at, 25 September 2015 | 03:25 WIB
Menteri Perdagangan: Revitalisasi Pasar Dipercepat
Ilustrasi pasar rakyat (Antara).

Suara.com - Pemerintah berencana mempercepat revitalisasi pasar rakyat agar memiliki peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.

"Revitalisasi pasar rakyat punya banyak manfaat, seperti menggeliatkan perekonomian rakyat, memudahkan akses masyarakat ke sumber ekonomi, serta memperkuat basis ekonomi masyarakat daerah," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dalam siaran pers yang diterima, Kamis (25/9/2015).

Thomas mengatakan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Pasar Cipanas, Lebak, Banten. Selain itu, dia menambahkan bahwa revitalisasi pasar rakyat akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Thomas yang kerap disapa Tom, mengatakan pasar rakyat juga menjadi sarana perdagangan dan titik distribusi barang yang strategis dalam mengawal harga dan mengendalikan tekanan inflasi. Pada saat bersamaan, kehadiran pasar rakyat mampu mendorong revitalisasi sosial.

"Pasar rakyat menjadi sarana interaksi masyarakat karena di situ terjadi transaksi langsung. Bahkan, di beberapa daerah, pasar menjadi ruang publik yang efektif," ujar Tom.

Revitalisasi tersebut bukan hanya membangun fisik pasar saja, akan tetapi juga mencakup peningkatan manajemen. Untuk itu, tahun ini pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp 1,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali pasar-pasar rakyat, utamanya di wilayah-wilayah tertinggal.

Tom juga berencana untuk mengarahkan terbangunnya pasar komoditas, yang program pengembangan pasar rakyat akan mempertimbangkan faktor potensi daerah.

Sebagai contoh, untuk daerah penghasil buah-buahan akan diarahkan fokus membangun pasar komoditas buah, dan dengan cara tersebut, diharapkan setiap daerah memiliki keunggulan dan daya saing tersendiri.

Selain itu, lanjut Tom, juga membangun sistem yang mampu menyatukan dan menghubungkan tren harga dan sisi pasokan maupun kebutuhan antar pasar.

"Dengan demikian gejolak harga barang dan ketidakseimbangan stok barang bisa ditekan," ujar Tom. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pulang Dari Dubai, Menteri Lembong Mau Bangun Gudang Pendingin

Pulang Dari Dubai, Menteri Lembong Mau Bangun Gudang Pendingin

Bisnis | Rabu, 16 September 2015 | 19:56 WIB

Ini Cerita Menteri Lembong soal Jokowi Populer di Timur Tengah

Ini Cerita Menteri Lembong soal Jokowi Populer di Timur Tengah

News | Rabu, 16 September 2015 | 19:11 WIB

Mau Maju, Tom Lembong: Jangan Selalu Buat Kebijakan Jangka Pendek

Mau Maju, Tom Lembong: Jangan Selalu Buat Kebijakan Jangka Pendek

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2015 | 15:48 WIB

Mendag: Impor Pangan Bertujuan Mengurangi Inflasi

Mendag: Impor Pangan Bertujuan Mengurangi Inflasi

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 05:18 WIB

Menteri Perdagangan Masih Takut Ngomong

Menteri Perdagangan Masih Takut Ngomong

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 13:02 WIB

Mendag: Pemerintah Sedang Bangun 675 Pasar

Mendag: Pemerintah Sedang Bangun 675 Pasar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2015 | 00:17 WIB

Kemendag Butuh Rp1 Triliun Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat

Kemendag Butuh Rp1 Triliun Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2014 | 01:02 WIB

Terkini

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB