Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Mendag: Impor Pangan Bertujuan Mengurangi Inflasi

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 15 Agustus 2015 | 05:18 WIB
Mendag: Impor Pangan Bertujuan Mengurangi Inflasi
Impor Tiga Bahan Pangan

Suara.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan adanya impor pangan bertujuan untuk mengurangi inflasi karena kenaikan harga produk pangan akibat terjadinya kelangkaan stok di pasar.

"Kalau kita buka keran impor (pangan), neraca perdagangan masih oke, tapi dampak inflasi bisa turun besar," ujar Mendag dalam konferensi pers Nota Keuangan, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, pangan berpengaruh besar dalam barang dan jasa yang memicu inflasi, sedangkan kini impor pangan tidak begitu besar dibandingkan total impor Indonesia.

Swasembada pangan, ujar dia, merupakan hal yang mutlak untuk dicapai, tetapi hal tersebut memerlukan proses yang tidak cepat. Sejalan dengan mengusahakan swasembada pangan, menurut dia, pemerintah akan mengurangi impor.

"Kita punya tujuan swasembada pangan dan itu mutlak, di lain sisi kita butuh waktu dan proses. Kita ingin segera tutup impor, tapi ditutup secara drastis harga pangan melonjak dan menyebabkan inflasi," kata Mendag.

Kini, ia mengatakan, pemerintah sedang berusaha mengimbangi agar swasembada pangan dapat terwujud serta tidak terjadi inflasi akibat bahan pangan yang langka di pasar.

Selain itu, ia menuturkan pihaknya akan menjalin kemitaraan yang baik dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan pihak terkait untuk swasembada pangan.

Harga daging sapi di beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan sehingga sejumlah pedagang pasar sebelumnya melakukan mogok berjualan.

Untuk mengatasi kenaikan harga daging, Kementerian Pertanian telah melakukan beberapa upaya untuk mempercepat suplai daging sapi, di antaranya melakukan pendekatan dengan asosiasi importir dan asosiasi peternak.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga melakukan inspeksi mendadak ke berbagai perusahaan penggemukan yang diduga menahan stok sapi.

Sementara itu, impor daging dapat dilakukan apabila produksi pangan dalam negeri tidak mencukupi sementara permintaan tetap ada. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Perdagangan Masih Takut Ngomong

Menteri Perdagangan Masih Takut Ngomong

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 13:02 WIB

Ini Tiga Tugas Utama Mendag yang Diminta Presiden

Ini Tiga Tugas Utama Mendag yang Diminta Presiden

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 09:03 WIB

Ini Titipan Pengusaha Buat Menteri Perdagangan yang Baru

Ini Titipan Pengusaha Buat Menteri Perdagangan yang Baru

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 22:06 WIB

KPPU Sebut Kartel Garam Impor  Untung Rp2,25 Triliun Setahun

KPPU Sebut Kartel Garam Impor Untung Rp2,25 Triliun Setahun

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 06:01 WIB

Terkini

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:07 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:59 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB