Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Pengamat: Percuma Kalau Harga BBM Hanya Turun Sementara

Ardi Mandiri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 11 Oktober 2015 | 16:12 WIB
Pengamat: Percuma Kalau Harga BBM Hanya Turun Sementara
Penjualan bahan bakan minyak (BBM) di salah satu SPBU Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/3). (Antara)

Suara.com - Pengamat Institute For Development Of Economic And Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai harga bahan bakar minyak (BBM) tidak perlu diturunkan jika sifatnya hanya sementara.

Sebab, dengan penurunan yang hanya sementara tersebut hanya membuat kehidupan masyarakat semakin tertekan. "Percuma kalau penurunan harga BBM hanya sementara. Kalau sekarang turun, kan katanya hanya berlaku tiga bulan, terus dievaluasi lagi, apakah tetap, naik apa turun lagi. Ini kan justru menekan masyarakat, karena masyarakat menjadi tidak pasti dalam menerima haknya," kata Enny dalam diskusi di gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (11/10/2015).

Enny menjelaskan, semakin menekan masyarakat yang dimaksud adalah meski harga BBM mengalami penurunan, tak serta merta membuat harga-harga turun. "Apakah harga BBM ini turun terus harga angkutan umum bakalan turun, ya kan enggak. Karena saat naik kemarin mereka minta dinaikkan 30 persen pemerintahnya enggak mau, bolehnya 10 persen. Ya walau BBM turun tetap saja harga mahal karena sudah terlanjur naik," katanya.

Jadi, lanjut Enny, segala bentuk kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah sudah sedianya diperhitungkan dengan matang, dampak negatif dan positifnya, sebelum benar-benar diterapkan.

Ia mengatakan salah satu cara untuk mengatasi tekanan di masyarakat saat ini adalah dengan secepat mungkin melakukan konversi dari BBM ke Energi Terbarukan atau Gas.

"Kan kalau kita lihat, soal harga BBM ini menjadi perbicangan setiap tahunnya. Itu membutikan bahwa masyarakat di Indonesia sangat bergantung pada energi. Nah kalau misalnya kita mau kurangin konsumsi BBM salah satunya dengan secepatnya melakukan konvesrsi. Kan energi kita tidak hanya minyak. Katanya Pertagas untung karena jual gas, kenapa itu ga dimanfaatkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Premium Tetap, Sudirman: Jangan Tambah Beban Pertamina

Harga Premium Tetap, Sudirman: Jangan Tambah Beban Pertamina

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2015 | 14:16 WIB

35 SPBU Tak Lagi Beroperasi

35 SPBU Tak Lagi Beroperasi

Foto | Rabu, 07 Oktober 2015 | 21:13 WIB

Harga Solar Turun, Tapi Premium Tetap, Ini Alasannya

Harga Solar Turun, Tapi Premium Tetap, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2015 | 19:50 WIB

Politisi Nasdem Sebut Kemungkinan Harga BBM Bisa Turun Rp1.000

Politisi Nasdem Sebut Kemungkinan Harga BBM Bisa Turun Rp1.000

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 07:55 WIB

Terkini

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:12 WIB

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:37 WIB

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:17 WIB

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:13 WIB

"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou

"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB

Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'

Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:53 WIB

Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah

Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:44 WIB

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB

MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:16 WIB

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:09 WIB